Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Analisis Intensitas Medan Listrik pada Pemukiman akibat Sambaran Petir pada Menara Base Transceiver Station Analysis of Electric Field Intensity in Residential Areas Due to Lightning Strikes on Base Transceiver Station Towers Ni Made Seniari; Supriyatna; Abdul Natsir; Ida Ayu Sri Adnyani; I Made Ginarsa; Muh. Sultanul Mahdi; Haidar Hamdi; Bagus Widhi Dharma S
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 4 (2025): April
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i4.8550

Abstract

Base Transceiver Station (BTS) towers are highly vulnerable to lightning strikes. A lightning strike is a moving electric charge that generates an electric field and a magnetic field, both of which are vector quantities, and induces voltage around the tower. The closer to the tower, the greater the values of the electric field, magnetic field, and induced voltage generated. A 49-meter highs tower in Mataram City is located 25 and 300 meters from residential areas and public facilities. The metabolism of living organisms, such as blood circulation, nerve function, heart rate, lung function, cell growth, and cell division, are also vector quantities. Exposure of living organisms to external electric fields exceeding the threshold of ≥10 kV/m can disrupt their metabolism. It is crucial to determine the magnitude and direction of the electric field vector caused by lightning strikes on BTS towers and how it affects living organisms around the tower. Observations are based on Coulomb's Law and its derivative theories on electric fields. The peak lightning current in tropical areas ranges from 10 to 100 kA, with a frequency of 200 kHz. The electric field intensity at distances of 25 and 300 meters is 58.30, 584.50, 4.86, and 48.71 kV/m, respectively. These results indicate that a distance of 25 meters from the tower is not safe from exposure to high electric field intensity values.
Pendampingan Evaluasi Penerangan Jalan Umum melalui Identifikasi Sarana Prasarana dan Pengukuran Intensitas Pencahayaan (Lux) di Kota Mataram Naufal Farwa Khanif; Muhammad Rivaldi Harjian; Siti Rahmania Agustina; Agung Budi Muljono; I Made Ari Nrartha; Ahmad Sjamsjiar Rachman; I Nyoman Wahyu Satiawan; Supriyatna; Bambang Eko Yudarminto; Muhammad Humam
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 9 No 2 (2026): April-Juni 2026
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v9i2.15412

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini mengevaluasi fasilitas PJU di Kota Mataram, tepatnya di ruas Jalan Caturwarga dan Jalan Peternakan. Kegiatan bertujuan mengidentifikasi kondisi sarana, mengevaluasi kualitas cahaya, serta memberikan rekomendasi teknis. Metode yang digunakan meliputi identifikasi fisik, pengukuran nilai lux, serta pengukuran tegangan dan arus pada panel box PJU. Secara umum sistem PJU berfungsi baik, namun terdapat masalah korosi tiang, penurunan armatur, dan vegetasi. Jalan Caturwarga memiliki penerangan lebih baik (LED 90 W rata-rata 23,5 lux, rasio kemerataan 0,74; SON-T 250 W rata-rata 40 lux, rasio kemerataan 0,7) sehingga mendekati standar SNI 7391:2008. Sementara Jalan Peternakan lebih fluktuatif (SON-T 250 W rata-rata 37,2 lux, rasio kemerataan 0,3; lampu modifikasi warga hanya menghasilkan 8–10 lux). Rekomendasi yang diberikan mencakup penggantian lampu SON-T ke LED, penataan jarak tiang, dan pemeliharaan berkala. Kegiatan ini diintegrasikan ke dalam sistem APLARANJA.
Pelatihan Pemanfaatan Limbah Pertanian Untuk Meningkatkan Kesadaran Masyarakat Dalam Pengolahan Limbah Pertanian Menjadi Biomassa Di Desa Batu Mekar Kecamatan Lingsar Muhammad Rivaldi Harjian; Ida Ayu Sri Adnyani; Supriyatna; abdul Natsir; I Ketut Perdana; Akbar Tawaqqal
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 9 No 2 (2026): April-Juni 2026
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v9i2.15210

Abstract

Agricultural waste such as rice straw and wood waste has great potential to be utilized as an environmentally friendly biomass energy source. However, the community in Batu Rimba Hamlet, Batu Mekar Village, Lingsar District, still tends to openly burn this waste, causing environmental pollution and not providing optimal economic value. This community service activity aims to increase community understanding, awareness, and interest in processing agricultural waste into biomass fuel. The implementation method is carried out through the stages of problem identification, socialization, training, direct practice of biomass production, and activity evaluation using a questionnaire for 20 training participants. The materials provided include biomass potential, the impact of open burning, and techniques for processing wood waste and straw into alternative fuels such as biomass briquettes. The results of the activity showed that the training program successfully increased community capacity with an average level of understanding of 83.25%, awareness of 84.50%, and interest and readiness of 84.75%. Overall, the average evaluation score reached 84.17%, which is included in the high category. In addition to improving community knowledge and skills, this activity also fosters awareness of the importance of sustainable agricultural waste management and has the potential to open up renewable energy-based business opportunities at the local level. Therefore, training on utilizing wood and straw waste as biomass can be an educational and practical solution to support more valuable and environmentally friendly agricultural waste management. Keywords: agricultural waste, biomass, briquettes, community training, renewable energy.
Desain Dan Analisis Pengisian Baterai Sepeda Listrik Mandiri Pada PLTS Off-Grid Fakultas Teknik Universitas Mataram Supriyatna; Ni Made Seniari; Ida Ayu Sri Adnyani; Sabar Nababan; Abdul Natsir; Muhammad Rivaldi Harjian; Agung Herdiansyah
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan penggunaan kendaraan listrik mendorong kebutuhan sistem pengisian energi yang ramah lingkungan dan mandiri. Pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) off-grid menjadi salah satu solusi untuk mendukung sistem pengisian baterai kendaraan listrik tanpa ketergantungan pada jaringan listrik konvensional. Penelitian ini bertujuan merancang dan menganalisis sistem pengisian baterai sepeda listrik mandiri menggunakan PLTS off-grid berkapasitas 1200 Wp di Fakultas Teknik Universitas Mataram. Sistem yang dirancang terdiri atas panel surya, Solar Charge Controller (SCC), baterai, inverter, dan box charger yang dilengkapi sistem kendali pengisian. Pengujian dilakukan pada baterai sepeda listrik 48 V–12 Ah menggunakan dua skenario pengisian, yaitu arus tetap dan arus tidak tetap. Hasil pengujian menunjukkan bahwa metode pengisian arus tidak tetap menghasilkan waktu pengisian lebih cepat, yaitu 6,5 jam dengan kebutuhan energi total sebesar 681,02 Wh, sedangkan metode arus tetap menghasilkan pengisian yang lebih stabil dan berpotensi meningkatkan umur baterai. Analisis efisiensi box charger menunjukkan nilai efisiensi pengisian berada pada rentang 80–98% dengan rata-rata sebesar 90,28%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pengisian berbasis PLTS off-grid mampu bekerja secara efektif dan memiliki efisiensi yang tinggi untuk mendukung stasiun pengisian kendaraan listrik skala kampus.
A SOSIALISASI ALAT PEMADAM API RINGAN KEPADA PETANI HUTAN DI DESA BATU MEKAR KECAMATAN LINGSAR KABUPATEN LOMBOK BARAT I Ketut Perdana Putra; Ida ayu Sri Adnyani; M Rivaldi Harjian; supriyatna; Abdul Natsir
Jurnal Bakti Nusa Vol. 7 No. 2 (2026): JURNAL BAKTI NUSA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/baktinusa.v7i2.162

Abstract

Kebakaran hutan dan lahan merupakan salah satu permasalahan yang dapat memberikan dampak terhadap lingkungan dan kehidupan masyarakat. Petani hutan sebagai masyarakat yang melakukan aktivitas di sekitar kawasan hutan perlu memiliki pengetahuan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi kebakaran. Salah satu sarana yang dapat digunakan untuk menangani kebakaran pada tahap awal adalah Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Namun, keberadaan APAR perlu didukung dengan pengetahuan mengenai fungsi, jenis, dan prosedur penggunaannya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dasar petani hutan mengenai APAR serta meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi kebakaran. Kegiatan dilaksanakan di Desa Batu Mekar, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, melalui metode sosialisasi, penyampaian materi, pengenalan jenis APAR, demonstrasi penggunaan, dan diskusi. Materi yang diberikan meliputi pengenalan bahaya kebakaran, fungsi APAR, jenis APAR, karakteristik media pemadam, bagian-bagian APAR, serta prosedur dasar penggunaan APAR menggunakan prinsip Pull, Aim, Squeeze, dan Sweep (PASS). Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai fungsi, jenis, dan prosedur dasar penggunaan APAR. Penggunaan APAR sebagai alat peraga dalam demonstrasi membantu peserta memahami materi secara lebih konkret. Kegiatan juga menunjukkan partisipasi peserta yang baik selama proses sosialisasi. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan petani hutan dan mendorong keterlibatan masyarakat dalam upaya pencegahan dan penanganan kebakaran pada tahap awal.
Optimalisasi PJU Tenaga Surya guna Meningkatkan Kenyamanan dan Fungsi Jalan sesuai SNI 7391:2008 di Jalan Lingkar Selatan Kota Mataram Muhammad Rivaldi Harjian; Lalu Wira Bakti; Agung Budi Muljono; I Made Ari Nrartha; A. Sjamsiar Rachman; I Nyoman Wahyu Satiawan; Supriyatna
JURNAL KARYA PENGABDIAN TEKNIK MESIN Vol. 8 No. 2 (2026): Oktober, Jurnal Karya Pengabdian
Publisher : Jurusan Teknik Mesin FT Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Sistem Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJUTS) merupakan solusi infrastruktur perkotaan yang mandiri dan ramah lingkungan untuk menekan beban konsumsi energi fosil serta efisiensi anggaran daerah. Kegiatan penelitian dan kerja praktik ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi fisik sarana prasarana, mengukur intensitas pencahayaan (lux), serta menganalisis efisiensi konsumsi energi listrik dan biaya operasional pada sistem PJUTS di ruas Jalan Dr. Sujono, Kota Mataram. Metode yang digunakan meliputi observasi langsung kondisi fisik tiang dan armatur, inventarisasi komponen, serta pengukuran intensitas pencahayaan aktual menggunakan alat lux meter pada malam hari. Berdasarkan hasil survei di ruas jalan sepanjang 4,3 km tersebut, terdapat total 95 tiang galvanis di median jalan yang menopang 190 unit lampu LED daya 120 Watt. Hasil pengukuran menunjukkan intensitas cahaya berkisar antara 26,64 lux hingga 85,5 lux, yang secara keseluruhan telah memenuhi dan melampaui standar minimum jalan arteri berdasarkan SNI 7391:2008 (20–30 lux). Dari hasil analisis kelistrikan dengan durasi menyala 12 jam per hari, total konsumsi energi yang berhasil dihemat oleh sistem mandiri ini adalah sebesar 273,6 kWh/hari, 8.208 kWh/bulan, dan 98.496 kWh/tahun. Dengan tarif dasar listrik PJU sebesar Rp1.699/kWh, implementasi PJUTS ini memberikan nilai efisiensi penghematan biaya operasional bagi Dinas Perhubungan Kota Mataram sebesar Rp464.846,4 per hari, Rp13.945.392 per bulan, dan Rp167.344.704 per tahun karena memanfaatkan energi surya yang tidak berbayar. Kata kunci: (PJUTS; Lampu LED 120 W; Intensitas Cahaya; Lux Meter; Efisiensi Energi.) ABSTRACT The Solar-Powered Public Street Lighting (PJUTS) system serves as a self-sufficient, eco-friendly urban infrastructure solution designed to reduce reliance on fossil-fuel-based energy and improve local budget efficiency. This research and practical study aimed to assess the physical condition of the infrastructure, measure illumination intensity (lux), and analyze electrical energy consumption efficiency and operational costs for the PJUTS system along the Dr. Sujono Road section in Mataram City. The methodology involved direct observation of the physical condition of poles and luminaires, an inventory of components, and nighttime measurement of actual illumination intensity using a lux meter. The survey of this 4.3-kilometer road section revealed a total of 95 galvanized poles situated in the road median, supporting 190 LED light units (120 Watts each). Measurement results indicated illumination levels ranging from 26.64 lux to 85.5 lux; overall, these figures met and exceeded the minimum standards for arterial roads set by SNI 7391:2008 (20–30 lux). Electrical analysis based on a 12-hour daily operating period showed that this self-sufficient system achieved energy savings of 273.6 kWh/day, 8,208 kWh/month, and 98,496 kWh/year. Given the standard electricity tariff for public street lighting of Rp1,699/kWh, the implementation of this PJUTS system yields operational cost savings for the Mataram City Transportation Agency amounting to Rp464,846.4 per day, Rp13,945,392 per month, and Rp167,344,704 per year, thanks to the utilization of free solar energy. Keywords : (Solar-powered street lighting; 120 W LED lamp; Light intensity; Lux meter; Energy efficiency.