Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Tantangan dan Peluang Dalam Pengajaran Bahasa Inggris: Studi Kasus di Politeknik Masamy Internasional Banyuwangi Mainike Silvi Rety Badian; Setyorini Dwi Agustini; Ike Meilani Fajarsari
EDUKASIA: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 1 (2024): Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : LP. Ma'arif Janggan Magetan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62775/edukasia.v5i1.1358

Abstract

English language teaching at the vocational education level, such as at Politeknik Masamy Internasional Banyuwangi, faces unique challenges and opportunities in the context of developing language competence for students. This study aims to analyze the challenges faced by lecturers and students and explore the opportunities that can be leveraged to improve the effectiveness of English language teaching at Masamy International Polytechnic of Banyuwangi. The study used a qualitative approach with a case study method involving interviews with lecturers and students as well as classroom observations. The findings show that the main challenges in teaching English at Masamy International Polytechnic of Banyuwangi include limited learning facilities, differences in students' language proficiency levels, and students' lack of motivation to learn English in depth. However, opportunities to overcome these challenges are also wide open through the use of educational technology, curriculum development that is more contextual and relevant to industry needs, and increased training for teachers. The results of this study are expected to provide useful references for the development of teaching strategies at Politeknik Masamy Internasional Banyuwangi and other vocational education institutions.
Pengaruh Tingkat Kesadaran Keluarga Muda Mengenai Perencanaan Keuangan Keluarga Terhadap Family Financial Distress (Studi Kasus di Kecamatan Banyuwangi) Ike Meilani Fajarsari; Yayan Ananto; Mainike Silvi Rety Badian
EDUKASIA: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 1 (2024): Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : LP. Ma'arif Janggan Magetan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62775/edukasia.v5i1.1359

Abstract

The economic crisis can impact family stability, including financial pressures that often lead to divorce. Data from the Indonesian Badan Pusat Statistik (2024) indicate that although the divorce rate has decreased in recent years, economic issues remain one of the primary causes of marital breakdown. Managing household finances, especially among young couples, has become increasingly complex due to changing lifestyles and rising living costs. This study aims to analyze the role of financial planning in reducing family financial distress, focusing on financial literacy, financial inclusion, financial attitudes, and employment status. The research was conducted in Banyuwangi District using a quantitative approach with multiple linear regression analysis. Data were collected from 393 respondents using questionnaires. The results indicate that financial inclusion, financial attitudes, financial literacy, and employment status significantly influence family financial distress. Financial inclusion has the most significant impact, followed by financial attitudes, financial literacy, and employment status. The R Square value of 0,582 suggests that 58,2% of the variability in family financial distress can be explained by these variables. These findings highlight the necessity of proper financial planning to enhance family well-being and reduce economic pressures that may lead to household conflicts. This study emphasizes the importance of raising public awareness, particularly among young couples, about effective financial planning. The government and financial institutions are also expected to play an active role in providing financial education and improved access to financial services. With proper financial planning, families can achieve greater economic stability and minimize the risk of financial distress, which could affect household harmony.
Pendampingan Metode Montessori dengan Kartu Bergambar dalam Meningkatkan Kemampuan Bahasa Anak TK Setyorini Dwi Agustini; Siti Yuliana; Dewi Untari; Mainike Silvi Rety Badian
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 7 No. 2 (2026): Edisi Mei - Agustus
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v7i2.8809

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dirancang untuk meningkatkan keterampilan berbahasa pada anak-anak usia dini, khususnya dalam menyusun kalimat sederhana, melalui metode Montessori berbantuan kartu bergambar. Kegiatan melibatkan 34 anak TK Cahaya Darun Najah (kelas A dan B) dengan tahapan persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Media yang digunakan berupa kartu bergambar bertema binatang, aktivitas sehari-hari, dan buah-buahan. Hasil menunjukkan peningkatan kemampuan bahasa anak, yaitu kosakata dari 60% menjadi 85%, penyusunan kalimat dari 45% menjadi 75%, serta kepercayaan diri dari 55% menjadi 80%. Selain itu, terjadi pergeseran kategori perkembangan dari “mulai berkembang” menjadi “berkembang sesuai harapan”. Dengan demikian, metode Montessori berbantuan kartu bergambar efektif dalam meningkatkan kemampuan bahasa dan kepercayaan diri anak serta menciptakan pembelajaran yang lebih aktif dan bermakna.
Analisis Kesalahan Berbahasa pada Tugas Akademik Mahasiswa Universitas dr. Soebandi dalam Konteks Komunikasi Ilmiah Setyorini Dwi Agustini; Siti Yuliana; Dewi Untari; Mainike Silvi Rety Badian
Jurnal Kolaborasi Sains dan Ilmu Terapan Vol. 5 No. 1.1 (2026): SPECIAL ISSUE
Publisher : Utiliti Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis secara mendalam bentuk-bentuk kesalahan berbahasa Indonesia dalam tugas akademik mahasiswa Universitas dr. Soebandi serta mendeskripsikan persepsi dan kebiasaan menulis mahasiswa sebagai data pendukung. Kajian ini mengisi kesenjangan penelitian terdahulu yang kerap menempatkan naskah akademik semata-mata sebagai produk akhir terisolasi tanpa mengonfrontasikannya dengan faktor pemahaman kebahasaan pembelajar. Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang didukung survei deskriptif, penelitian menganalisis 16 tugas paragraf akademik yang dipilih secara purposif dari 40 tugas mahasiswa, serta data kuesioner dari 74 responden. Analisis linguistik mencakup tataran ejaan, sintaksis, morfologis, dan semantik. Hasil penelitian menemukan 208 kesalahan berbahasa, yang didominasi oleh kesalahan ejaan sebanyak 129 temuan (62,02%), disusul kesalahan sintaksis 52 temuan (25,00%), semantik 24 temuan (11,54%), dan morfologis 3 temuan (1,44%). Kesalahan ejaan terbanyak meliputi penulisan kata depan, spasi, kata baku, kata ulang, dan salah ketik. Sementara itu, data kuesioner mengungkap adanya diskoneksi antara persepsi pemahaman kaidah mahasiswa yang tergolong cukup baik (85,14%) dan tingginya frekuensi kesalahan teknis dalam draf tulisan. Kebaruan penelitian ini terletak pada pengungkapan paradoks antara kompetensi teoretis yang dirasakan mahasiswa dan performa tulisan empiris, yang menegaskan urgensi pembiasaan penyuntingan kolaboratif terstruktur dan pemanfaatan aplikasi kebahasaan dalam pembelajaran bahasa Indonesia di perguruan tinggi.