Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Strengthening Moral Character through the Internalization of Moderate Islam: A Multisite Study in Pesantren-Based Islamic Junior High Schools in Lamongan Ahmad Kholid Jauhari; Muhammad Arif Syihabuddin
DINAMIKA : Jurnal Kajian Pendidikan dan Keislaman Vol. 10 No. 2 (2025): Dinamika
Publisher : LPPM Universitas KH. A. Wahab Hasbullah, Jombang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/dinamika.v10i2.6147

Abstract

The phenomenon of moral decline among Indonesian youth highlights the urgency of value-based education capable of shaping students’ character effectively. The internalization of moderate Islam is considered a key strategy in moral development, as it emphasizes balance, justice, tolerance, and moderation. This study aims to explain the process of internalizing moderate Islamic values in fostering students’ morality and to identify its supporting and inhibiting factors. This research employed a qualitative approach with a multi-site design conducted at MTs Hasyim Asy’ari Kembangbahu and MTs Empat Lima Assa’adah Sambeng, Lamongan. Data were collected through observation, interviews, and documentation, and analyzed using the Miles, Huberman, and Saldaña model combined with Robert K. Yin’s cross-site analysis. The findings reveal that the internalization of moderate Islamic values occurs through three stages: value transformation, value transaction, and value transinternalization, which are implemented in classroom learning, extracurricular activities, congregational worship, and regular deliberation. Supporting factors include the pesantren environment, teacher quality, parental involvement, and the use of technology, while inhibiting factors involve difficulties in controlling students due to gadget use, teachers with multiple responsibilities, and diverse student backgrounds. The study concludes that the internalization of moderate Islam serves as a strategic foundation for moral education in madrasah and remains relevant in addressing the challenges of globalization, technological development, and socio-cultural pluralism
Mengembangkan Konsep Pemikiran Pendidikan Jiwa Menurut Ibnu Sina Alfin Camelia; Muhammad Arif Syihabuddin; Imam Ghazali Said
JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin Vol. 4 No. 1 (2026): February : Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin (ACCEPTED)
Publisher : SM Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59945/jpnm.v4i1.975

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mengembangkan konsep pendidikan jiwa menurut Ibn Sina serta menganalisis relevansinya terhadap pendidikan Islam kontemporer. Pendidikan modern cenderung menitikberatkan pada aspek kognitif dan teknis, sementara aspek moral dan spiritual sering terabaikan, sehingga memicu krisis etika dan karakter. Ibn Sina menawarkan kerangka pendidikan holistik yang mengintegrasikan perkembangan intelektual, moral, dan spiritual. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research), dengan menganalisis sumber primer berupa karya-karya Ibn Sina serta sumber sekunder seperti buku dan jurnal ilmiah yang berkaitan dengan pendidikan Islam. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik dokumentasi dan dianalisis menggunakan metode deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ibn Sina memandang jiwa sebagai substansi immaterial yang memiliki tingkatan hierarkis, yaitu jiwa nabati, jiwa hewani, dan jiwa rasional, yang menjadi dasar bagi sistem pendidikan yang disesuaikan dengan tahapan perkembangan manusia. Tujuan utama pendidikan jiwa adalah mencapai kesempurnaan manusia (insan kamil) melalui pengembangan akal, pembentukan akhlak, dan pendalaman spiritualitas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemikiran pendidikan Ibn Sina tetap sangat relevan bagi pendidikan Islam kontemporer, khususnya dalam menjawab krisis moral dan mengintegrasikan kembali nilai-nilai etika dan spiritual dalam sistem pendidikan modern.