Sholeh, Makherus
Sayyid Ali Rahmatullah State Islamic University, Tulungagung, Indonesia

Published : 40 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

IMPLEMENTATION OF PROPHETIC EDUCATION IN PRIMARY EDUCATION INSTITUTIONS Sholeh, Makherus
EDUKASI: Jurnal Pendidikan Islam Vol 6 No 2 (2018): Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Muhammadiyah Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.878 KB) | DOI: 10.5281/edukasi.v6i2.339

Abstract

Educational institutions are part of the social institutions that exist in society. It is a space between other social institutions that interact with each other, influencing, both reciprocal influences, unidirectional influences, and the influence of mutualist symbiosis. The mutual influence of institutions can actually be controlled by actors so that they can be optimized to accelerate the achievement of institutional goals. The social institutions in question in the view of the author can be categorized into two types, namely; macrocosmic and microcosmic. Prophetic from the word prophetic which means prophethood or concerning the prophet. The English word comes from the Greek "prophetes" a noun to refer to the person who speaks early or the person who proclaims himself and means the person who speaks the future. Prophecy here refers to two missions, namely someone who receives revelation, is given a new religion, and is ordered to preach to his people called apostles (messengers), while someone who receives revelations based on existing religion and is not ordered to preach is called a prophet. Prophetic implementation in primary education institutions can be carried out through: (1) structural approaches, (2) formal approaches, (3) mechanical approaches, (4) organic approaches, while School Prophetic Education Development Strategies are 1) development at the level of values , 2) Development at the level of spirit and values, 3) Development at the technical level. 4) Development at the social level.
Metode JIGSAW dalam Pembelajaran Matematika untuk Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik Kelas V di MI Darut Taqwa Sholeh, Makherus
Jurnal PTK dan Pendidikan Vol 3, No 1 (2017): Januari - Juni
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Antasari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (584.226 KB) | DOI: 10.18592/ptk.v3i1.1525

Abstract

Pembelajaran dengan menggunakan metode Jigsaw dapat memberi manfaat  baik dari sisi siswa yang berperan dalam kelompok karena siswa belajar  memecahkan masalah dengan musyawarah bukan sebagai individual serta menambahkan wawasan baru bagi siswa. Dengan diskusi jigsaw yang berpusat pada siswa pembelajaran terasa hidup dan berkualitas. Hasil penelitian: 1) Pembelajaran melalui metode diskusi teknik jigsaw pada pelajaran Matematika pada pokok bahasan operasi hitung bilangan bulat merupakan pengajaran berbasis latihan yang menggunakan soal-soal latihan sebagai suatu konteks bagi siswa untuk belajar tentang cara berpikir kritis dan keterampilan memecahkan masalah secara bersama-sama dan berbentuk penguatan, serta untuk memperoleh pengetahuan dan konsep yang esensial dari materi pelajaran. Teknik jigsaw ini lebih menekankan keaktifan siswa di kelas dalam proses pembelajaran, sehingga keberhasilan jigsaw tidak hanya pada hasil belajardari nilai ulangan, tetapi juga mempertimbangkan proses pembelajaran, 2) Metode diskusi teknik jigsaw sangat efektif untuk meningkatkan keberhasilan berlajar siswa. Hal ini dibuktikan dengan tingkat keberhasilan belajar siswa yang cukup memuaskan yang dapat diketahui dari indikator keberhasilan yang berupa nilai hasil belajar siswa dan proses pembelajaran. Proses belajar sangat menentukan hasil belajar. Nilai rata-rata hasil belajar peserta didik pada pre-test adalah 57,8, pada tes akhir siklus pertama adalah 77,8, sedangkan pada tes akhir siklus kedua adalah 83,3. Nilai hasil belajar ini tingkat keberhasilanya berada pada criteria sangat baik. Sedangkan ketuntasan peserta didik pada pre-test adalah 36% , pada siklus 1 peserta didik tuntas adalah 67,8 dan siklus 2 adalah 78,5%
METODE JIGSAW DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS V DI MI DARUT TAQWA Sholeh, Makherus
Jurnal PTK dan Pendidikan Vol 3, No 1 (2017): Januari - Juni
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Antasari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (584.226 KB) | DOI: 10.18592/ptk.v3i1.1525

Abstract

Pembelajaran dengan menggunakan metode Jigsaw dapat memberi manfaat  baik dari sisi siswa yang berperan dalam kelompok karena siswa belajar  memecahkan masalah dengan musyawarah bukan sebagai individual serta menambahkan wawasan baru bagi siswa. Dengan diskusi jigsaw yang berpusat pada siswa pembelajaran terasa hidup dan berkualitas. Hasil penelitian: 1) Pembelajaran melalui metode diskusi teknik jigsaw pada pelajaran Matematika pada pokok bahasan operasi hitung bilangan bulat merupakan pengajaran berbasis latihan yang menggunakan soal-soal latihan sebagai suatu konteks bagi siswa untuk belajar tentang cara berpikir kritis dan keterampilan memecahkan masalah secara bersama-sama dan berbentuk penguatan, serta untuk memperoleh pengetahuan dan konsep yang esensial dari materi pelajaran. Teknik jigsaw ini lebih menekankan keaktifan siswa di kelas dalam proses pembelajaran, sehingga keberhasilan jigsaw tidak hanya pada hasil belajardari nilai ulangan, tetapi juga mempertimbangkan proses pembelajaran, 2) Metode diskusi teknik jigsaw sangat efektif untuk meningkatkan keberhasilan berlajar siswa. Hal ini dibuktikan dengan tingkat keberhasilan belajar siswa yang cukup memuaskan yang dapat diketahui dari indikator keberhasilan yang berupa nilai hasil belajar siswa dan proses pembelajaran. Proses belajar sangat menentukan hasil belajar. Nilai rata-rata hasil belajar peserta didik pada pre-test adalah 57,8, pada tes akhir siklus pertama adalah 77,8, sedangkan pada tes akhir siklus kedua adalah 83,3. Nilai hasil belajar ini tingkat keberhasilanya berada pada criteria sangat baik. Sedangkan ketuntasan peserta didik pada pre-test adalah 36% , pada siklus 1 peserta didik tuntas adalah 67,8 dan siklus 2 adalah 78,5%
KORELASI PENGGUNAAN INTERNET SEBAGAI SUMBER BELAJAR DAN KEMANDIRIAN BELAJAR TERHADAP KETERLIBATAN MAHASISWA DALAM PROSES PEMBELAJARAN DI UIN ANTASARI BANJARMASIN Makherus Sholeh
JP : JURNAL PENDIDIKAN Vol 3, No 1 (2019): MARET
Publisher : Institut Keislaman Abdullah Faqih (INKAFA) Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (553.249 KB) | DOI: 10.33754/jalie.v3i1.226

Abstract

Abstract: The purpose of this research is to measure the correlation of internet usage as a source of learning and learning independence towards the involvement of new students in the learning process at UIN Antasari Banjarmasin. The research method used is a mixed method using an explanatory sequential design. The study population was all 2017 new students of UIN Antasari Banjarmasin in 2017 with a sample of 317. Results 1) The use of the internet as a learning resource is low, 2) Independence of students in the low category, 3) student involvement in the learning process in the low category, 4) The effect of internet usage as a learning resource on the involvement of UIN Antasari Banjarmasin new students in the learning process is in a fairly strong category, 5) The effect of learning independence on the involvement of new UIN Antasari Banjarmasin students in the learning process is in the strong category, 6) The effect of internet usage as a learning resource and learning independence on the involvement of new UIN Antasari Banjarmasin students in the learning process is 62.85% rounded off to be 62.9%. 7) Other factors that influence the involvement of new UIN Antasari Banjarmasin students in the learning process are the profile of the lecturer, the demands of parents and academic competition between students.Keywords: Use of the Internet as a Learning Source, Independently Learn, Learning Process
Implementation of Prophetic Education in Primary Education Institutions Makherus Sholeh
EDUKASI : Jurnal Pendidikan Islam (e-Journal) Vol. 6 No. 2 (2018): Edukasi: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Tarbiyah Departement collaboration with AMCA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Educational institutions are part of the social institutions that exist in society. It is a space between other social institutions that interact with each other, influencing, both reciprocal influences, unidirectional influences, and the influence of mutualist symbiosis. The mutual influence of institutions can actually be controlled by actors so that they can be optimized to accelerate the achievement of institutional goals. The social institutions in question in the view of the author can be categorized into two types, namely; macrocosmic and microcosmic. Prophetic from the word prophetic which means prophethood or concerning the prophet. The English word comes from the Greek "prophetes" a noun to refer to the person who speaks early or the person who proclaims himself and means the person who speaks the future. Prophecy here refers to two missions, namely someone who receives revelation, is given a new religion, and is ordered to preach to his people called apostles (messengers), while someone who receives revelations based on existing religion and is not ordered to preach is called a prophet. Prophetic implementation in primary education institutions can be carried out through: (1) structural approaches, (2) formal approaches, (3) mechanical approaches, (4) organic approaches, while School Prophetic Education Development Strategies are 1) development at the level of values , 2) Development at the level of spirit and values, 3) Development at the technical level. 4) Development at the social level.
Metode JIGSAW dalam Pembelajaran Matematika untuk Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik Kelas V di MI Darut Taqwa Makherus Sholeh
Jurnal PTK dan Pendidikan Vol 3, No 1 (2017): Januari - Juni
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Antasari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/ptk.v3i1.1525

Abstract

Pembelajaran dengan menggunakan metode Jigsaw dapat memberi manfaat  baik dari sisi siswa yang berperan dalam kelompok karena siswa belajar  memecahkan masalah dengan musyawarah bukan sebagai individual serta menambahkan wawasan baru bagi siswa. Dengan diskusi jigsaw yang berpusat pada siswa pembelajaran terasa hidup dan berkualitas. Hasil penelitian: 1) Pembelajaran melalui metode diskusi teknik jigsaw pada pelajaran Matematika pada pokok bahasan operasi hitung bilangan bulat merupakan pengajaran berbasis latihan yang menggunakan soal-soal latihan sebagai suatu konteks bagi siswa untuk belajar tentang cara berpikir kritis dan keterampilan memecahkan masalah secara bersama-sama dan berbentuk penguatan, serta untuk memperoleh pengetahuan dan konsep yang esensial dari materi pelajaran. Teknik jigsaw ini lebih menekankan keaktifan siswa di kelas dalam proses pembelajaran, sehingga keberhasilan jigsaw tidak hanya pada hasil belajardari nilai ulangan, tetapi juga mempertimbangkan proses pembelajaran, 2) Metode diskusi teknik jigsaw sangat efektif untuk meningkatkan keberhasilan berlajar siswa. Hal ini dibuktikan dengan tingkat keberhasilan belajar siswa yang cukup memuaskan yang dapat diketahui dari indikator keberhasilan yang berupa nilai hasil belajar siswa dan proses pembelajaran. Proses belajar sangat menentukan hasil belajar. Nilai rata-rata hasil belajar peserta didik pada pre-test adalah 57,8, pada tes akhir siklus pertama adalah 77,8, sedangkan pada tes akhir siklus kedua adalah 83,3. Nilai hasil belajar ini tingkat keberhasilanya berada pada criteria sangat baik. Sedangkan ketuntasan peserta didik pada pre-test adalah 36% , pada siklus 1 peserta didik tuntas adalah 67,8 dan siklus 2 adalah 78,5%
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN EFEKTIF DAN BERMAKNA DI MI PERWANIDA BLITAR Makherus Sholeh; Raihanatul Jannah; Mahmudah Mahmudah; Khairunnisa Khairunnisa
Muallimuna : Jurnal Madrasah Ibtidaiyah Vol 6, No 2 (2021): April 2021
Publisher : Fakultas Studi Islam UNISKA MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.387 KB) | DOI: 10.31602/muallimuna.v6i2.4301

Abstract

Abstrak: Riset ini bermaksud untuk menjelaskan pengembangan model pembelajaran efektif dan bermakna di Madrasah Ibtidaiyah Perwanida Blitar. Tipe riset ini kualitatif deskriptif. Informasi dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipan dan dokumentasi. Analisis informasi dicoba dengan mereduksi, menguraikan serta merumuskan. Keabsahan informasi diuji dengan kredibilitas, triangulasi informasi serta member check. Hasil riset menunjukkan perencanaan model pembelajaran efektif dan bermakna ditentukan oleh  kemampuan pedagogi guru dan dukungan sumber daya manusia; 1) kemampuan pedagogis terdiri dari; a) pembuatan silabus, b) menentukan tujuan intrusksional umum dan tujuan intruksional khusus, c) pengintegrasian kurikulum, d) menentukan penilaian, e) menentukan waktu pelaksanaan, f) menentukan sumber belajar, g) menentukan media yang digunakan 2) Dukungan sumber daya manusia dengan memberikan a) pelatihan, b) workshop dan c) seminar. Sedangkan pelaksanaan model pembelajaran efektif dan bermakna dengan menekankan pada  a) kedisiplinan, b) menjaga kebersihan kelas, c) menumbuhkan motivasi individu guru dan peserta didik, d) menciptakan komunikasi efektif, e) menggunakan media pembelajaran yang bervariasi, f) menggunakan model pembelajaran yang bervariasi, dan g) pembelajan kolaboratif. Sedangkan evaluasi atau penilaian untuk mengembangkan pembelajaran efektif dan bermakna terdiri penilaian pengetahuan menggunakan teknik test, penilaian sikap dengan teknik non test dan penilaian keterampilan dengan teknik performa. Penilaian pengetahuan dikemas  dalam computer basic test  dengan memperhatikan instrumen penilaian yang meliputi Lower Order Thinking Skills , Midle Order Thinking Skills dan Higher Order Thinking Skills. Penilaian sikap  dengan menggunakan instrument rubrik. Sedangkan penilaian keterampilan menggunakan instrumen kriteria.DEVELOPMENT OF EFFECTIVE AND MEANINGFUL LEARNING MODELS IN MI PERWANIDA BLITARAbstract: This research intends to explain the development of an effective and meaningful learning model in Madrasah Ibtidaiyah Perwanida Blitar. This type of research is qualitative descriptive. Information is collected through in-depth interviews, participant observation and documentation. The analysis of information is attempted by reducing, describing and formulating. The validity of the information is tested by credibility, information triangulation and member check. The research results show that planning an effective and meaningful learning model is determined by the pedagogical ability of teachers and human resource support; 1) pedagogical ability consists of; a) making a syllabus, b) determining general intrusional goals and specific instructional goals, c) integrating the curriculum, d) determining the assessment, e) determining the implementation time, f) determining learning resources, g) determining the media used 2) Human resources support by providing a) training, b) workshops and c) seminars. While the implementation of the learning model is effective and meaningful by emphasizing a) discipline, b) maintaining classroom cleanliness, c) fostering individual motivation for teachers and students, d) creating effective communication, e) using a variety of learning media, f) using a learning model that varied, and g) collaborative learning. Meanwhile, evaluation or assessment to develop effective and meaningful learning consists of assessment of knowledge using test techniques, assessment of attitudes using non-test techniques and assessment of skills using performance techniques. Assessment of knowledge is packaged in a computer basic test with attention to assessment instruments which include Lower Order Thinking Skills, Midle Order Thinking Skills and Higher Order Thinking Skills. Attitude assessment using a rubric instrument. Meanwhile, the assessment of skills uses criteria instruments.
HUMAN RESOURCE MANAGEMENT IN IMPROVING THE QUALITY OF TEACHERS IN INDONESIAN ISLAMIC PRIMARY EDUCATION INSTITUTIONS Makherus Sholeh; Raihanatul Jannah; Khairunnisa Khairunnisa; Nur Kholis; Ghada Tosson
Al-Bidayah : jurnal pendidikan dasar Islam Vol 13, No 1 (2021): Al-Bidayah : jurnal pendidikan dasar Islam
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/al-bidayah.v13i1.628

Abstract

Human Resource Management (HRM) problems are familiar at all educational institutions, such as the Islamic Basic Educational Institution. This study aims to reveal and introduce the concept of HRM in improving the quality of teachers at the SDI (Islamic elementary education) Qurrota A'yun Tulungagung, Indonesia, to show the importance of HR in improving the quality of teachers in Islamic Primary Educational Institutions. Furthermore, this research involves ten informants, including a school principal, teachers, committees, parents, and community leaders. Subsequently, data were collected through in-person interviews (via telephone and online by WhatsApp messaging services), participant observation, and documentation. The results show the process of human resource management in improving the quality of teachers through planning, training, and evaluation. Firstly, the planning strategy is conducted through pre-service education or recruitment, while the training strategy is conducted by making on-the-job and off-the-job training programs. Lastly, Every week, semester, and year, the evaluation is completed, and rewards are given. In conclusion, the findings imply that human resource management has an important role in determining the quality of teachers.
Perbandingan Prestasi Belajar Menggunakan Strategi Paikem dengan Model Gallery Walk Pada Mata Pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam Kelas V di MI Siti Mariam Dengan MI Darut Taqwa Banjarmasin Makherus Sholeh
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Vol 7, No 2 (2017): Desember
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jtipai.v7i2.2248

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan prestasi belajar menggunakan strategi PAIKEM dengan model gallery walk pada mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam kelas V di MI Siti Mariam dengan MI Darut Taqwa Banjarmasin. Adapun hasil penelitian ini sebagai berikut: 1) Prestasi belajar SKI menggunakan strategi PAIKEM model gallery walk kelas V di MI Siti Mariam ialah 60,00 termasuk dalam kategori cukup baik. 2) Prestasi belajar SKI menggunakan strategi PAIKEM model gallery walk kelas V di MI Darut Taqwa ialah 62,50 termasuk dalam kategori baik. 3) Prestasi belajar SKI menggunakan strategi PAIKEM model gallery walk kelas V di kelas V dari MI Darut Taqwa lebih besar dibandingkan prestasi belajar SKI menggunakan strategi PAIKEM model gallery walk kelas V dari MI Siti Mariam dengan selisih 2,50. Tetapi tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara prestasi belajar menggunakan strategi PAIKEM dengan model gallery walk pada mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam kelas V di MI Siti Mariam dan MI Darut Taqwa Banjarmasin.
Madrasah Principal Leadership in Digital Transformation at Madrasah Ibtidaiyah: A Case Study Makherus Sholeh; Nur Kholis; Nuril Mufidah
Dinamika Ilmu Vol 22 No 1 (2022): Dinamika Ilmu, 22(1), June 2022
Publisher : UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.639 KB) | DOI: 10.21093/di.v22i1.4241

Abstract

The rapid development of digital technology impacts the world of education. So, educational institutions need leader figures who can adapt to the development of digital technology. This article aims to explain the leadership of madrasah principals in digital transformation at MIN Blitar City. The method used is descriptive qualitative, collecting data using in-depth interviews, participant observation, and documentation, and data analysis using the Milles, Huberman, and Saldana’s model, namely data collection, data condensation, data presentation, and verification/conclusion. The main issues in digital transformation are: building awareness or understanding of technology, developing strategies and action plans for a suitable technology to be used in the digital transformation process, choosing the right human resources to succeed in technological change is followed by a change in technology-based work culture, fostering a culture of innovation and collaboration with the digital community, and carrying out supervision as a form of controlling the use of digital technology.