Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Optimasi Dan Formulasi Sediaan Gel Ekstrak Etanol Hydrocotyle Verticillata Thub Dengan Variasi Konsentrasi HPMC Dengan Penambahan Asam Usnat Habibie Deswilyaz Ghiffari; Alqushay Alqushay; Sri Budiasih; Tommy Julianto
Jurnal Riset Ilmu Kesehatan Umum dan Farmasi (JRIKUF) Vol. 2 No. 1 (2024): Januari : Jurnal Riset Ilmu Kesehatan Umum dan Farmasi (JRIKUF)
Publisher : LPPM STIKES KESETIAKAWANAN SOSIAL INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/jrikuf.v2i1.155

Abstract

Hydrocotyle verticillata Thub is a plant that can be used to treat burns. Usnic acid can inhibit pathogenic microorganisms and can act as an anti-inflammatory, both of which can contribute to the wound healing process. The aim of this research is to determine the extract of gotu kola leaves which is formulated into a gel preparation. Gel is a semi-solid system produced by small particles or large organic molecules that penetrate through a liquid. The gel is easy to use, easily absorbed into the skin, and contains soothing and moisturizing properties that have a healing effect. Gel formulations were made with varying concentrations of HPMC F1 (8%), F2 (8%), F3 (8%), F4 (9%), F5 (10%). The gel produced organoleptically has a distinctive gel aroma, green to brownish in color. In the homogeneity test, all preparations were homogeneous and there were no granules, the pH test showed a pH value ranging from 5.17-6.36, the spreadability test was 5.1-6.4 cm. In the viscosity test, the results were 9,250-40,000 cps, the adhesion test obtained results in 13-64 seconds and the cycling test was stable during storage. Based on the research that has been carried out, it can be concluded that the ethanol extract of gotu kola leaves (Hydrocotyle verticillata Thub)can be formulated into a gel preparation and the results of the physical evaluation of the ethanol extract gel preparation of gotu kola leaves(Hydrocotyle verticillata Thub) with varying concentrations of HPMC and the addition of usnic acid are satisfactory. condition.
Formulasi dan Evaluasi Sediaan Masker Gel Peel-Off Ekstrak Etanol Daun Jambu Bol (Syzygium malaccence (L.) Merr. & Perry) untuk Perawatan Kulit Wajah Sri Hainil; Sri Budiasih; Habibie Deswilyaz Ghiffari; Senny Mey Pratiwi; Desy Maniarti Gusmali
Jurnal Riset Ilmu Kesehatan Umum dan Farmasi (JRIKUF) Vol. 3 No. 1 (2025): Januari : Jurnal Riset Ilmu Kesehatan Umum dan Farmasi (JRIKUF)
Publisher : LPPM STIKES KESETIAKAWANAN SOSIAL INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/jrikuf.v3i1.493

Abstract

The guava plant, also known as Syzygium malaccense (L.) Merr. & Perry, is a member of the Myrtaceae family and is rich in antioxidants. The therapeutic properties of this plant have been known for centuries. When compared to other sections of the guava plant, the leaves have the largest concentration of flavonoids. The purpose of this research is to develop and assess the physical characteristics of five different formulations of a peel-off gel mask containing guava leaf extract (Syzygium malaccense (L.)) at concentrations of 0% (F0), 2% (F1), 4% (F2), 8% (F3), and 12% (F5). The recipe was found to be consistent in appearance, smell, and taste throughout the organoleptic testing. The results of tests on pH, spreadability, and viscosity were statistically different (p0.05). Results from 4°C viscosity tests showed a range of 3933-7167 Cps. pH values ranged from 5.08 to 6.48 and spreadability from 5.23 to 6.50 cm when tested at 4, 25, and 40 degrees Celsius, respectively. The drying time test at 25°C and 40°C revealed no significant variations (p>0.05), and the viscosity test yielded values between 4100 and 4933 Cps at both temperatures. Ten test subjects were not irritated by any of the tested formulations. Finally, F4 (0.8%) showed the finest physical quality when incorporated into a guava leaf extract peel-off gel mask.
TERIH SEHAT Pemeriksaan Kesehatan di Kampung Terih Kelurahan Sambau Kecamatan Nongsa Kota Batam Habibie Deswilyaz Ghiffari; Didi Yunaspi; Roza Erda; Ghalib Syukrillah Syahputra; Tommy Julianto; Sri Hainil; Sri Budiasih; Ayu Amelia; Rury Trisa Utami; Desy Maniarty Gusmali
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 4 No. 5 (2026): Juli
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v4i5.4733

Abstract

Pemeriksaan kesehatan berkala merupakan langkah penting dalam deteksi dini risiko penyakit tidak menular, terutama yang berkaitan dengan sistem metabolik dan kardiovaskular. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk  melakukan pemeriksaan tekanan darah, kadar kolesterol, asam urat, dan gula. Data dikumpulkan melalui pemeriksaan langsung di lapangan darah pada 35 individu dewasa. Hasil menunjukkan bahwa 51,4% responden memiliki tekanan darah di atas normal (>140/90 mmHg), 57,1% mengalami hiperkolesterolemia (>200 mg/dL), 45,7% memiliki kadar asam urat tinggi (>7 mg/dL untuk laki-laki dan >6 mg/dL untuk perempuan), dan 37,1% mengalami hiperglikemia (>140 mg/dL). Selain itu, beberapa kasus ekstrem ditemukan, seperti kadar gula darah mencapai 400 mg/dL dan kolesterol hingga 303 mg/dL. Temuan ini menunjukkan tingginya prevalensi faktor risiko penyakit kronis di kalangan responden. Oleh karena itu, upaya promotif dan preventif melalui edukasi gaya hidup sehat,menghindari makanan yang dapat menyebabkan peningkatan kadar penyakit dan pemeriksaan rutin sangat disarankan untuk menurunkan angka kejadian penyakit degeneratif.
Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) & Ramuan Bertuah Di Kampung Terih Nongsa Kota Batam Habibie Deswilyaz Ghiffari; Roza Erda; Tommy Julianto; Sri Hainil; Sri Budiasih; Desy Maniarti Gusmali; Ayu Amelia; Rury Trisa Utami
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 10 (2025): Desember
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i10.3698

Abstract

Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kampung Terih dilaksanakan dengan fokus pada pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) melalui program TOGA dan Ramuan Bertuah. Latar belakang kegiatan ini adalah hasil survei yang menunjukkan bahwa meskipun masyarakat sudah banyak menanam TOGA, khususnya sereh, namun pemanfaatannya sebagai ramuan herbal masih terbatas. Sebagian besar masyarakat lebih memilih obat modern ketika sakit, padahal sebagai masyarakat pesisir mereka membutuhkan stamina tubuh yang kuat untuk menunjang aktivitas sehari-hari. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai manfaat TOGA, memberikan keterampilan dalam mengolah tanaman herbal menjadi ramuan kesehatan, serta memperluas variasi tanaman obat yang dimiliki warga melalui pembagian bibit. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi edukasi, demonstrasi pengolahan ramuan herbal berbahan jahe, temulawak, dan sereh, serta pembagian bibit TOGA kepada masyarakat.
FORMULASI OBAT KUMUR JERNIH BERBASIS MINYAK ATSIRI DENGAN TEKNIK SOLUBILISASI SERTA PENAMBAHAN EKSTRAK RESIN JERNANG (DAEMONOROPS DRACO) Deroza Chariesy; Tommy Julianto; Sri Budiasih
Jurnal Farmanesia Vol 12 No 2 (2025): Jurnal Farmanesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jf.v12i2.5941

Abstract

Latar belakang: Karies gigi akibat Streptococcus mutans dapat dicegah dengan obat kumur, namun formulasi sintetik berpotensi menimbulkan efek samping sehingga diperlukan alternatif alami. Minyak atsiri (serai wangi, kayu manis, cengkih, jeruk nipis) serta ekstrak resin jernang (Daemonorops draco) diketahui mengandung senyawa antibakteri. Tujuan: Penelitian ini merancang formulasi obat kumur jernih berbasis minyak atsiri dan kombinasi dengan ekstrak resin jernang serta melihat aktivitas antibakteri sediaan. Metode: Delapan formula disusun, kemudian dievaluasi meliputi organoleptik, pH, viskositas, homogenitas, serta diuji aktivitas antibakteri terhadap S. mutans dengan metode difusi cakram. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan pada pemeriksaan organoleptis pada formula tidak memberikan perbedaan warna, rasa, bau, kecuali pada kombinasi jeruk nipis dan jernang mengalami perubahan warna menjadi merah keruh. Pada uji pH seluruh formula berada pada rentang 6,2–7,5. Uji viskositas konsisten dalam rentang 4–7 cP. Pemeriksaan homogenitas seluruh formula menunjukkan hasil homogen dan uji cycling test menunjukkan seluruh formula tetap stabil kecuali F8 yang memperlihatkan kekeruhan. Namun semua formula obat kumur dengan konsentrasi minyak atsiri di dalam batas yang aman dan memenuhi estetika warna tidak dapat menunjukkan terbentuknya zona hambat. Kesimpulan: Sediaan kumur yang mengandung minyak atsiri dan resin jernang telah berhasil dibuat serta stabil dalam penyimpanan namun belum memiliki aktivitas antibakteri yang mencukupi.