Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

FORMULASI DAN UJI STABILITAS FISIKA & KIMIA SEDIAAN LIP CREAM DENGAN KOMBINASI EKSTRAK KULIT BUAH TERONG BELANDA (Solanum betaceum) DAN EKSTRAK UMBI BIT (Beta vulgaris L) SEBAGAI PEWARNA ALAMI Ghiffari, Habibie Deswilyaz; Utami, Rury Trisa; Budiasih, Sri; Julianto, Tommy; Putri, Reggy Melati
Jurnal Farmasi Higea Vol 16, No 2 (2024)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52689/higea.v16i2.640

Abstract

Kegemaran wanita dalam berhias menyebabkan banyaknya inovasi baru dalam bentuk sediaan kosmetik guna menutupi kekurangan yang ada pada wajah sehingga menghasilkan penampilan yang lebih menarik serta menimbulkan efek psikologis yang baik seperti percaya diri (self confidence), salah satu inovasi yang dibuat adalah lip cream. Kulit terong belanda (Solanum betaceum) mengandung senyawa antosianin dan umbi bit (Beta vulgaris L.) mengandung pigmen betasianin yang menghasilkan zat warna. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kombinasi ekstrak kulit terong belanda (Solanum betaceum) dan umbi bit (Beta vulgaris L.) yang dapat digunakan sebagai pewarna alami pada sediaan lip cream dan mengetahui stabilitas fisika dan kimia sediaan lip cream. Sediaan lip cream diformulasikan dengan konsentrasi F1 (3%:3%), F2 (5%:5%) dan F3 (7%:7%). Parameter uji stabilitas fisika dan kimia meliputi uji organoleptis, uji homogenitas, uji stabilitas, uji daya oles, uji daya sebar, uji daya lekat, uji pH, uji iritasi dan uji kesukaan. Hasil penelitian yang diperoleh bahwa ekstrak kulit buah terong belanda (Solanum betaceum) dan ekstrak umbi bit (Beta vulgaris L.) dapat dikombinasikan sebagai pewarna alami pada sediaan lip cream. Stabilitas fisika dan kimia ketiga sediaan lip cream untuk pengujian organoleptis, uji homogenitas, uji stabilitas, uji daya oles, uji daya sebar, uji daya lekat, uji pH dan uji iritasi sudah memenuhi persyaratan formulasi lip cream yang baik. Pada uji kesukaan, F3 lebih di sukai oleh responden. Perbedaan konsentrasi sediaan lip cream mempengaruhi nilai pH dan lamanya waktu daya lekat.
Penetapan Kadar Fenolik Total Ekstrak Daun Jotang (Sphagneticola Trilobata) Dengan Spektrofotometri UV-Vis Ghalib Syukrillah Syahputra; Delladari Mayefis; Tommy Julianto; Lyna Elvira
JURNAL RISET RUMPUN ILMU KESEHATAN Vol. 2 No. 1 (2023): April : Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrikes.v2i1.2669

Abstract

Phenolic compounds are the largest group of compounds that act as natural antioxidants in plants. One of the plants that has the potential as a natural antioxidant is Jotang (Sphagneticola trilobata). This study aims to determine whether jotang leaf extract (Sphagneticola trilobata) has phenolic content and to determine the total phenolic content in jotang leaf extract (Sphagneticola trilobata). Jotang leaves were extracted by maceration method using methanol solvent. The method of determining total phenolic content was carried out using Folin-ciocaltaeu reagent because phenolic compounds can react with Folin-Ciocalteu to form a solution that can be measured absorbance. As a standard solution, gallic acid is used which is reacted with Folin-Ciocalteau reagent to produce a yellow color indicating that it contains phenolics, after which it is added with Na₂CO₃ solution as a base atmosphere giver. The phytochemical screening of jotang leaf extract showed positive results containing flavonoids, alkaloids, saponins, phenolic compounds, and triterpenoids. Determination of the wavelength of gallic acid obtained maximum 653 nm. The results showed that jotang leaf extract (Sphagneticola trilobata) has phenolic content and obtained total phenolic content of jotang leaf extract of 0.909 mg /g.
Pembuatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) Pada Kelompok Wanita Tani (KWT) Ghiffari, Habibie Deswilyaz; Julianto, Tommy; Budiasih, Sri; Ayu Amelia; Gusmali, Desy Maniarti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 2 No. 10 (2024): Desember
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v2i10.1780

Abstract

Tanaman Obat Keluarga (TOGA) pada hakekatnya adalah tanaman berkhasiat yang ditanam di lahan pekarangan yang dikelola oleh keluarga. Ditanam dalam rangka memenuhi keperluan keluarga akan obat-obatan tradisional yang dapat dibuat sendiri. Pembuatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) di Pulau Panjang oleh kelompok wanita tani (KWT) dengan tujuan meningkatkan kesehatan masyarakat melalui pemanfaatan tanaman obat. Masalah yang dihadapi adalah akses terbatas terhadap layanan kesehatan di daerah pedesaan, yang mendorong masyarakat untuk beralih ke pengobatan tradisional. Metode yang digunakan meliputi pemilihan tanaman obat yang sesuai, persiapan lahan, penanaman, dan pemeliharaan tanaman, dengan fokus pada tanaman rimpang seperti jahe, kunyit, dan kencur yang dikenal memiliki khasiat dalam mengatasi masalah kesehatan, termasuk hipertensi. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan pengetahuan masyarakat tentang penggunaan tanaman obat serta pemanfaatan lahan kosong untuk tujuan kesehatan melalui tanaman obat keluarga ini.
Pembuatan Jamu Sebagai Obat Tradisional Bersama Warga Pulau Panjang Kota Batam Ghiffari, Habibie Deswilyaz; Budiasih, Sri; Julianto, Tommy; Hainil, Sri; Gusmali, Desy Maniarti; Amelia, Ayu
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 5 (2025): Juli
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i5.2674

Abstract

Indonesia memiliki sekitar 7.000 spesies tumbuhan obat, namun pemanfaatannya belum optimal. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan warga Pulau Panjang, khususnya para ibu, mengenai obat tradisional dan cara pembuatan jamu kunyit asam sebagai alternatif pengobatan kolesterol. Kegiatan dilaksanakan pada 15 Agustus 2024 di SD Negeri 005 Galang dengan metode ceramah, demonstrasi, diskusi, dan sesi tanya jawab. Sebelum kegiatan, dilakukan survei awal untuk mengetahui tingkat pemahaman masyarakat. Hasilnya menunjukkan bahwa masyarakat masih memiliki pemahaman yang rendah terhadap obat tradisional. Sebanyak 25 peserta hadir dan menunjukkan antusiasme tinggi, terlihat dari keaktifan dalam sesi diskusi dan keinginan untuk mencoba membuat jamu sendiri. Demonstrasi dilakukan langsung oleh mahasiswa dari Institut Kesehatan Mitra Bunda Batam dengan dukungan kader setempat. Setelah kegiatan, peserta menunjukkan peningkatan pemahaman terhadap manfaat obat tradisional, khususnya kunyit sebagai penurun kolesterol. Produk jamu yang telah dibuat dibagikan kepada peserta, serta diberikan doorprize sebagai bentuk apresiasi. Kesimpulannya, kegiatan ini berjalan dengan lancar dan efektif dalam memberikan edukasi serta meningkatkan minat masyarakat terhadap penggunaan obat tradisional.
Comparative evaluation of magnetic stirrer and homogeniser on globules characterization and stability of red palm oil submicroemulsion prepared by d-phase emulsification method Elsa Fitria Apriani; Tommy Julianto Bustami Effendi; Windy Keumala Budianti; Mahdi Jufri
JURNAL ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol. 24 No. 1 (2026): JIFI
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/jifi.v24i1.2042

Abstract

Red palm oil (RPO) contains antioxidants due to its carotenoid and vitamin E content. However, the lipophilicity and instability of these two compounds may reduce RPO's bioavailability and efficacy of RPO. This study aimed to develop RPO submicroemulsions and evaluate the effects of magnetic stirrer (M) and homogeniser (H) on their characteristics and physical stability. A submicroemulsion was developed using the D-phase emulsification method. Formulas with globule sizes less than 200 nm, polydispersity index (PDI) less than 0.4, and zeta potential less than -30 mV were tested for stability at room temperature for 3 months and analysed for Ostwald ripening rates. The homogenizer method produced smaller globule sizes and lower PDI (p<0.05). Ten formulations from both the magnetic stirrer and homogeniser methods met the initial globule requirements. After 3 months, F4H and F9H showed the best physical stability with globule sizes of 181.23±0.96 and 175.23±1.88 nm, PDI of 0.077±0.034 and 0.035±0.023, and zeta potential of -33.80±0.56 and -30.57±0.15 mV (p>0.05). However, F9H had a lower Ostwald ripening rate than F4H, namely 2.54×105 and 6.04×105 nm3/month, respectively. In conclusion, the homogeniser produced more stable RPO submicroemulsions than the magnetic stirrer. 
Optimasi Dan Formulasi Sediaan Gel Ekstrak Etanol Hydrocotyle Verticillata Thub Dengan Variasi Konsentrasi HPMC Dengan Penambahan Asam Usnat Habibie Deswilyaz Ghiffari; Alqushay Alqushay; Sri Budiasih; Tommy Julianto
Jurnal Riset Ilmu Kesehatan Umum dan Farmasi (JRIKUF) Vol. 2 No. 1 (2024): Januari : Jurnal Riset Ilmu Kesehatan Umum dan Farmasi (JRIKUF)
Publisher : LPPM STIKES KESETIAKAWANAN SOSIAL INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/jrikuf.v2i1.155

Abstract

Hydrocotyle verticillata Thub is a plant that can be used to treat burns. Usnic acid can inhibit pathogenic microorganisms and can act as an anti-inflammatory, both of which can contribute to the wound healing process. The aim of this research is to determine the extract of gotu kola leaves which is formulated into a gel preparation. Gel is a semi-solid system produced by small particles or large organic molecules that penetrate through a liquid. The gel is easy to use, easily absorbed into the skin, and contains soothing and moisturizing properties that have a healing effect. Gel formulations were made with varying concentrations of HPMC F1 (8%), F2 (8%), F3 (8%), F4 (9%), F5 (10%). The gel produced organoleptically has a distinctive gel aroma, green to brownish in color. In the homogeneity test, all preparations were homogeneous and there were no granules, the pH test showed a pH value ranging from 5.17-6.36, the spreadability test was 5.1-6.4 cm. In the viscosity test, the results were 9,250-40,000 cps, the adhesion test obtained results in 13-64 seconds and the cycling test was stable during storage. Based on the research that has been carried out, it can be concluded that the ethanol extract of gotu kola leaves (Hydrocotyle verticillata Thub)can be formulated into a gel preparation and the results of the physical evaluation of the ethanol extract gel preparation of gotu kola leaves(Hydrocotyle verticillata Thub) with varying concentrations of HPMC and the addition of usnic acid are satisfactory. condition.
TERIH SEHAT Pemeriksaan Kesehatan di Kampung Terih Kelurahan Sambau Kecamatan Nongsa Kota Batam Habibie Deswilyaz Ghiffari; Didi Yunaspi; Roza Erda; Ghalib Syukrillah Syahputra; Tommy Julianto; Sri Hainil; Sri Budiasih; Ayu Amelia; Rury Trisa Utami; Desy Maniarty Gusmali
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 4 No. 5 (2026): Juli
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v4i5.4733

Abstract

Pemeriksaan kesehatan berkala merupakan langkah penting dalam deteksi dini risiko penyakit tidak menular, terutama yang berkaitan dengan sistem metabolik dan kardiovaskular. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk  melakukan pemeriksaan tekanan darah, kadar kolesterol, asam urat, dan gula. Data dikumpulkan melalui pemeriksaan langsung di lapangan darah pada 35 individu dewasa. Hasil menunjukkan bahwa 51,4% responden memiliki tekanan darah di atas normal (>140/90 mmHg), 57,1% mengalami hiperkolesterolemia (>200 mg/dL), 45,7% memiliki kadar asam urat tinggi (>7 mg/dL untuk laki-laki dan >6 mg/dL untuk perempuan), dan 37,1% mengalami hiperglikemia (>140 mg/dL). Selain itu, beberapa kasus ekstrem ditemukan, seperti kadar gula darah mencapai 400 mg/dL dan kolesterol hingga 303 mg/dL. Temuan ini menunjukkan tingginya prevalensi faktor risiko penyakit kronis di kalangan responden. Oleh karena itu, upaya promotif dan preventif melalui edukasi gaya hidup sehat,menghindari makanan yang dapat menyebabkan peningkatan kadar penyakit dan pemeriksaan rutin sangat disarankan untuk menurunkan angka kejadian penyakit degeneratif.
Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) & Ramuan Bertuah Di Kampung Terih Nongsa Kota Batam Habibie Deswilyaz Ghiffari; Roza Erda; Tommy Julianto; Sri Hainil; Sri Budiasih; Desy Maniarti Gusmali; Ayu Amelia; Rury Trisa Utami
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 10 (2025): Desember
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i10.3698

Abstract

Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kampung Terih dilaksanakan dengan fokus pada pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) melalui program TOGA dan Ramuan Bertuah. Latar belakang kegiatan ini adalah hasil survei yang menunjukkan bahwa meskipun masyarakat sudah banyak menanam TOGA, khususnya sereh, namun pemanfaatannya sebagai ramuan herbal masih terbatas. Sebagian besar masyarakat lebih memilih obat modern ketika sakit, padahal sebagai masyarakat pesisir mereka membutuhkan stamina tubuh yang kuat untuk menunjang aktivitas sehari-hari. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai manfaat TOGA, memberikan keterampilan dalam mengolah tanaman herbal menjadi ramuan kesehatan, serta memperluas variasi tanaman obat yang dimiliki warga melalui pembagian bibit. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi edukasi, demonstrasi pengolahan ramuan herbal berbahan jahe, temulawak, dan sereh, serta pembagian bibit TOGA kepada masyarakat.
FORMULASI OBAT KUMUR JERNIH BERBASIS MINYAK ATSIRI DENGAN TEKNIK SOLUBILISASI SERTA PENAMBAHAN EKSTRAK RESIN JERNANG (DAEMONOROPS DRACO) Deroza Chariesy; Tommy Julianto; Sri Budiasih
Jurnal Farmanesia Vol 12 No 2 (2025): Jurnal Farmanesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jf.v12i2.5941

Abstract

Latar belakang: Karies gigi akibat Streptococcus mutans dapat dicegah dengan obat kumur, namun formulasi sintetik berpotensi menimbulkan efek samping sehingga diperlukan alternatif alami. Minyak atsiri (serai wangi, kayu manis, cengkih, jeruk nipis) serta ekstrak resin jernang (Daemonorops draco) diketahui mengandung senyawa antibakteri. Tujuan: Penelitian ini merancang formulasi obat kumur jernih berbasis minyak atsiri dan kombinasi dengan ekstrak resin jernang serta melihat aktivitas antibakteri sediaan. Metode: Delapan formula disusun, kemudian dievaluasi meliputi organoleptik, pH, viskositas, homogenitas, serta diuji aktivitas antibakteri terhadap S. mutans dengan metode difusi cakram. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan pada pemeriksaan organoleptis pada formula tidak memberikan perbedaan warna, rasa, bau, kecuali pada kombinasi jeruk nipis dan jernang mengalami perubahan warna menjadi merah keruh. Pada uji pH seluruh formula berada pada rentang 6,2–7,5. Uji viskositas konsisten dalam rentang 4–7 cP. Pemeriksaan homogenitas seluruh formula menunjukkan hasil homogen dan uji cycling test menunjukkan seluruh formula tetap stabil kecuali F8 yang memperlihatkan kekeruhan. Namun semua formula obat kumur dengan konsentrasi minyak atsiri di dalam batas yang aman dan memenuhi estetika warna tidak dapat menunjukkan terbentuknya zona hambat. Kesimpulan: Sediaan kumur yang mengandung minyak atsiri dan resin jernang telah berhasil dibuat serta stabil dalam penyimpanan namun belum memiliki aktivitas antibakteri yang mencukupi.