Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pelatihan Public Speaking Berbahasa Indonesia Bagi Remaja Karang Taruna Kelurahan Kolese: Pengabdian Juflyn Alim; Juharmin Suruambo; Muh. Dimas Saputro; Imelda Artinayu
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6483

Abstract

Kemampuan berbicara di depan umum (public speaking) merupakan keterampilan penting yang dibutuhkan generasi muda dalam kehidupan sosial, pendidikan, dan organisasi. Namun, banyak remaja masih mengalami kendala berupa kurang percaya diri, kesulitan menyusun gagasan, serta penggunaan bahasa Indonesia yang kurang efektif ketika berbicara di depan umum. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kemampuan public speaking berbahasa Indonesia bagi remaja Karang Taruna Kelurahan Kolese melalui pelatihan intensif. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif dengan tahapan observasi kebutuhan, penyampaian materi, praktik langsung, simulasi pidato, dan evaluasi. Peserta kegiatan berjumlah 25 orang remaja. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap teknik berbicara, penggunaan bahasa Indonesia yang baik, serta peningkatan rasa percaya diri dalam menyampaikan pendapat di depan umum. Sebanyak 88% peserta menyatakan pelatihan sangat bermanfaat dan 84% peserta mampu melakukan presentasi singkat secara mandiri. Kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap penguatan kapasitas organisasi kepemudaan dan keterampilan komunikasi remaja di lingkungan masyarakat.
Implementasi Budikdamber sebagai Upaya Meningkatkan Ketahanan Pangan Berkelanjutan di Desa Punten Akhmad Yuda; Nabilla Melani Putri; Halima Juwita; Diva Nila Salzabila; Adek Nurani; Tri Wahyudi; Eva Yuliana Pratiwi; Imelda Artinayu; Trizyalwa Aisyah Irwani; Egi Yuana Kayawarni; Rega Saputra; Galuh Dian Ramadanti; Muhammad Nurhijatul; Saffana Khoirunnisa; Erni Mukti Rahayu
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Indonesia Vol 1 No 3 (2026): April-Juni
Publisher : Samudra Ilmu Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan pekarangan rumah sebagai sumber produksi pangan merupakan salah satu alternatif dalam mendukung ketahanan pangan rumah tangga secara berkelanjutan, khususnya ketika keterbatasan lahan menjadi salah satu kendala dalam kegiatan budidaya. Permasalahan tersebut menjadi dasar pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat di Dusun Kungkuk, Desa Punten, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam menerapkan budidaya ikan dan tanaman secara terpadu melalui teknologi Budikdamber serta mendorong pemanfaatan sumber daya lokal secara berkelanjutan. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 6–23 Agustus 2026 dengan melibatkan 30 peserta yang berasal dari masyarakat di enam RT Dusun Kungkuk. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan deskriptif-partisipatif melalui observasi, sosialisasi, demonstrasi, praktik langsung, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi. Evaluasi dilakukan melalui pretest, posttest, dan lembar observasi keterampilan untuk mengetahui perubahan pengetahuan dan kemampuan peserta sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa rata-rata pengetahuan peserta meningkat dari 55,0% sebelum kegiatan menjadi 85,8% setelah kegiatan, dengan peningkatan sebesar 30,8 poin persentase. Dari aspek keterampilan, sebanyak 27 peserta (90,0%) mampu melakukan tahapan dasar pembuatan Budikdamber secara mandiri setelah memperoleh pendampingan. Kegiatan menghasilkan enam unit Budikdamber yang ditempatkan pada rumah masing-masing Kepala RT sebagai sarana praktik dan pengembangan lebih lanjut. Dengan demikian, Budikdamber dapat menjadi teknologi sederhana yang mendukung peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat, pemanfaatan pekarangan, serta kemandirian pangan keluarga.