Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Use of Video and Multimedia as Learning Evaluation Tools Nabilla Melani Putri; Septian Khoirul Anam; Desi Susilawati; Ade Tri Mulyani; Muhamad Purwahono Purwahono; Samsilayurni Samsilayurni
DEVOTIONIS Volume 3, Issue 1, January 2026
Publisher : CV. TOTUS TUUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59397/dvs.v3i1.213

Abstract

The use of learning evaluation instruments is still dominated by written tests, so that students' thinking skills, creativity, and practical skills are not authentically reflected. This problem highlights the need for evaluation media that can record students' processes and performance more comprehensively. This paper aims to describe the use of video and multimedia as learning evaluation instruments. The problem in this study is how to use video and multimedia as learning evaluation instruments. The method used is a literature review, which is based on existing literature and facts in the field. The data or materials obtained are from literature (books, journals, articles, etc.). Data sources were also obtained by collecting literature to obtain theoretical information and explanations. The data analysis technique involved summarizing, presenting data, and providing conclusions. The results of the study show that video can be used to assess student performance in presentations, laboratory practices, motor skills, and collaborative projects, while multimedia provides interactive evaluation support through simulations, digital quizzes, electronic portfolios, and automatic feedback. Both instruments improve the objectivity of assessment, transparency of criteria, and documentation of learning outcomes. In conclusion, the use of video and multimedia is an alternative evaluation instrumen through simulations, digital quizzes, electronic portfolios, and automated feedback. Both instruments enhance the objectivity of assessment, transparency of criteria, and documentation of learning outcomes. In conclusion, the use of video and multimedia is an effective alternative assessment tool in supporting authentic assessment and 21st-century learning, making it worthy of integration into school assessment systems.
Implementasi Budikdamber sebagai Upaya Meningkatkan Ketahanan Pangan Berkelanjutan di Desa Punten Akhmad Yuda; Nabilla Melani Putri; Halima Juwita; Diva Nila Salzabila; Adek Nurani; Tri Wahyudi; Eva Yuliana Pratiwi; Imelda Artinayu; Trizyalwa Aisyah Irwani; Egi Yuana Kayawarni; Rega Saputra; Galuh Dian Ramadanti; Muhammad Nurhijatul; Saffana Khoirunnisa; Erni Mukti Rahayu
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Indonesia Vol 1 No 3 (2026): April-Juni
Publisher : Samudra Ilmu Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan pekarangan rumah sebagai sumber produksi pangan merupakan salah satu alternatif dalam mendukung ketahanan pangan rumah tangga secara berkelanjutan, khususnya ketika keterbatasan lahan menjadi salah satu kendala dalam kegiatan budidaya. Permasalahan tersebut menjadi dasar pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat di Dusun Kungkuk, Desa Punten, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam menerapkan budidaya ikan dan tanaman secara terpadu melalui teknologi Budikdamber serta mendorong pemanfaatan sumber daya lokal secara berkelanjutan. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 6–23 Agustus 2026 dengan melibatkan 30 peserta yang berasal dari masyarakat di enam RT Dusun Kungkuk. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan deskriptif-partisipatif melalui observasi, sosialisasi, demonstrasi, praktik langsung, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi. Evaluasi dilakukan melalui pretest, posttest, dan lembar observasi keterampilan untuk mengetahui perubahan pengetahuan dan kemampuan peserta sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa rata-rata pengetahuan peserta meningkat dari 55,0% sebelum kegiatan menjadi 85,8% setelah kegiatan, dengan peningkatan sebesar 30,8 poin persentase. Dari aspek keterampilan, sebanyak 27 peserta (90,0%) mampu melakukan tahapan dasar pembuatan Budikdamber secara mandiri setelah memperoleh pendampingan. Kegiatan menghasilkan enam unit Budikdamber yang ditempatkan pada rumah masing-masing Kepala RT sebagai sarana praktik dan pengembangan lebih lanjut. Dengan demikian, Budikdamber dapat menjadi teknologi sederhana yang mendukung peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat, pemanfaatan pekarangan, serta kemandirian pangan keluarga.