Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Strategi Guru Pai dalam Mengembangkan Instrumen Evaluasi Pembelajaran Sikap, Pengetahuan, dan Keterampilan di SMP Negeri 9 Medan Nurmawati Nurmawati; Irma Handayani; Viona Miftahuljannah; Ilham Rahmat
Tut Wuri Handayani : Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2025): Desember 2025
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jkip.v4i4.1244

Abstract

Evaluasi pembelajaran merupakan komponen esensial dalam Pendidikan Agama Islam (PAI) karena tidak hanya menilai aspek kognitif, tetapi juga sikap dan keterampilan peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi guru PAI dalam mengembangkan instrumen evaluasi pembelajaran pada ranah sikap, pengetahuan, dan keterampilan di SMP Negeri 9 Medan, serta mengidentifikasi kendala dan solusi yang diterapkan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah guru Pendidikan Agama Islam yang mengajar di SMP Negeri 9 Medan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI telah menggunakan berbagai instrumen evaluasi, seperti tes tertulis dan lisan untuk ranah kognitif, observasi dan jurnal sikap untuk ranah afektif, serta penilaian kinerja dan rubrik praktik ibadah untuk ranah psikomotorik. Namun demikian, implementasi evaluasi pembelajaran masih menghadapi kendala berupa keterbatasan waktu, kesulitan merumuskan instrumen yang objektif untuk menilai sikap dan keterampilan, serta terbatasnya pelatihan teknis bagi guru. Upaya yang dilakukan guru meliputi kolaborasi melalui Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), pemanfaatan teknologi digital sederhana, serta pengembangan instrumen secara bertahap sesuai konteks pembelajaran. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi evaluasi guru PAI telah mengarah pada penilaian autentik dan komprehensif, meskipun masih memerlukan dukungan sistemik dari sekolah dan pemerintah.   Learning assessment is an essential component of Islamic Religious Education (IRE) because it assesses not only cognitive aspects, but also the attitudes and skills of students. This study aims to analyze the strategies used by IRE teachers in developing learning assessment instruments in the areas of attitude, knowledge, and skills at SMP Negeri 9 Medan, as well as to identify the obstacles and solutions applied. This study uses a descriptive qualitative approach with data collection techniques through observation, in-depth interviews, and documentation. The research subjects were Islamic Religious Education teachers who taught at SMP Negeri 9 Medan. The results showed that PAI teachers had used various evaluation instruments, such as written and oral tests for the cognitive domain, observation and attitude journals for the affective domain, and performance assessments and worship practice rubrics for the psychomotor domain. However, the implementation of learning evaluation still faces obstacles in the form of time constraints, difficulties in formulating objective instruments to assess attitudes and skills, and limited technical training for teachers. Efforts made by teachers include collaboration through Subject Teacher Working Groups (MGMP), the use of simple digital technology, and the gradual development of instruments in accordance with the learning context. This study concludes that PAI teachers' evaluation strategies have led to authentic and comprehensive assessments, although there are still.
Penerapan Konsep Wahdatul ‘Ulum dalam Pola Asuh Islami: Studi Kasus pada Keluarga Muslim Perkotaan Yusranida Hidayati; Izmi Luthfiah; Ilham Rahmat; Zaini Dahlan; Haidar Daulay
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 2 No. 2 (2025): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/1mzrk750

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan konsep Wahdatul Ulum dalam pola asuh Islami pada keluarga Muslim perkotaan. Konsep Wahdatul Ulum memadukan nilai-nilai keislaman dan pengetahuan umum secara integratif dan holistik, yang diyakini dapat menjadi pendekatan pendidikan yang relevan dalam membina generasi berkarakter di era modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus pada tiga keluarga Muslim di kota Medan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai spiritual dan rasional dalam pola asuh keluarga memberikan kontribusi terhadap terbentuknya karakter anak yang religius, mandiri, dan adaptif terhadap perubahan zaman. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan urgensi mengarusutamakan pendekatan integratif dalam pendidikan keluarga.
THE ROLE OF TEACHERS IN ISLAMIC EDUCATION FROM THE PERSPECTIVE OF SHAYKH MUHAMMADBIN SHALIH AL-UTSAIMIN Ilham Rahmat; Mardianto; Zaini Dahlan
SOSIOEDUKASI Vol 15 No 2 (2026): SOSIOEDUKASI : JURNAL ILMIAH ILMU PENDIDIKAN DAN SOSIAL
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universaitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/sosioedukasi.v15i2.8707

Abstract

This study is motivated by contemporary educational challenges, including the dehumanization of education, moral degradation among students, secular influences, and the criminalization of teachers, which have weakened the educational role of teachers. The study aims to describe the biography of Shaykh Muhammad bin Shalih al-Uthaymin, analyze his views on the role of teachers in Islamic education, and examine their relevance to contemporary education. This research employs a qualitative approach using library research. Primary data were obtained from the works of Shaykh al-Uthaymin, while secondary data were collected from books, journals, and related scholarly sources. Data were gathered through documentation and analyzed using content analysis. The findings indicate that teachers, according to al-Uthaymin, are not merely transmitters of knowledge but also spiritual guides, moral educators, and role models. Teachers are expected to demonstrate sincerity, piety, professionalism, creativity, compassion, and responsibility for students’ intellectual, moral, and spiritual development. These concepts remain highly relevant to twenty-first-century education, particularly in strengthening character education, enhancing teacher professionalism, promoting student-centered learning, and fostering a humane and religious school culture.