Viona Miftahuljannah
Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Nilai Toleransi dalam Pembelajaran Pelajaran Agama Islam di Sekolah Multikultural alam persfektif wahdatul ulum Nazri Adlani Harahap; Haidar Putra Daulay; Zaini Dahlan; Laila Fathimah; Viona Miftahuljannah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2598

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi nilai toleransi dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah multikultural berdasarkan perspektif Wahdatul Ulum. Lokasi penelitian adalah SMP Negeri 10210967 Medan, yang memiliki jumlah siswa beragama Kristen sebanyak 554 orang dan siswa beragama Islam sebanyak 500 orang. Keberagaman tersebut menjadikan sekolah ini sebagai miniatur masyarakat Indonesia yang plural, sehingga memerlukan strategi pembelajaran yang efektif untuk menanamkan nilai toleransi sejak dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Proses pengumpulan data dilakukan secara intensif untuk menggali praktik nyata penerapan toleransi di lingkungan pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI tidak hanya berfokus pada penyampaian materi ajar, tetapi juga berperan sebagai teladan dalam membimbing siswa untuk memahami pentingnya sikap saling menghargai perbedaan agama. Strategi pembelajaran yang digunakan meliputi pendekatan inklusif yang mendorong interaksi aktif antar siswa, penanaman nilai rahmatan lil ‘alamin sebagai dasar kasih sayang universal, serta penggunaan metode dialogis untuk membangun komunikasi yang terbuka dan penuh rasa hormat. Selain itu, dukungan pihak sekolah melalui program-program penunjang turut memperkuat terciptanya budaya toleransi di lingkungan sekolah. Perspektif Wahdatul Ulum memberikan landasan filosofis bahwa kesatuan antara ilmu agama dan pengetahuan sosial harus diinternalisasikan secara harmonis agar dapat membentuk karakter peserta didik yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan kemampuan hidup berdampingan secara damai. Temuan ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi sekolah-sekolah multikultural lainnya dalam mengembangkan pembelajaran PAI yang kontekstual dan relevan dengan dinamika masyarakat plural.
Strategi Guru Pai dalam Mengembangkan Instrumen Evaluasi Pembelajaran Sikap, Pengetahuan, dan Keterampilan di SMP Negeri 9 Medan Nurmawati Nurmawati; Irma Handayani; Viona Miftahuljannah; Ilham Rahmat
Tut Wuri Handayani : Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2025): Desember 2025
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jkip.v4i4.1244

Abstract

Evaluasi pembelajaran merupakan komponen esensial dalam Pendidikan Agama Islam (PAI) karena tidak hanya menilai aspek kognitif, tetapi juga sikap dan keterampilan peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi guru PAI dalam mengembangkan instrumen evaluasi pembelajaran pada ranah sikap, pengetahuan, dan keterampilan di SMP Negeri 9 Medan, serta mengidentifikasi kendala dan solusi yang diterapkan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah guru Pendidikan Agama Islam yang mengajar di SMP Negeri 9 Medan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI telah menggunakan berbagai instrumen evaluasi, seperti tes tertulis dan lisan untuk ranah kognitif, observasi dan jurnal sikap untuk ranah afektif, serta penilaian kinerja dan rubrik praktik ibadah untuk ranah psikomotorik. Namun demikian, implementasi evaluasi pembelajaran masih menghadapi kendala berupa keterbatasan waktu, kesulitan merumuskan instrumen yang objektif untuk menilai sikap dan keterampilan, serta terbatasnya pelatihan teknis bagi guru. Upaya yang dilakukan guru meliputi kolaborasi melalui Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), pemanfaatan teknologi digital sederhana, serta pengembangan instrumen secara bertahap sesuai konteks pembelajaran. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi evaluasi guru PAI telah mengarah pada penilaian autentik dan komprehensif, meskipun masih memerlukan dukungan sistemik dari sekolah dan pemerintah.   Learning assessment is an essential component of Islamic Religious Education (IRE) because it assesses not only cognitive aspects, but also the attitudes and skills of students. This study aims to analyze the strategies used by IRE teachers in developing learning assessment instruments in the areas of attitude, knowledge, and skills at SMP Negeri 9 Medan, as well as to identify the obstacles and solutions applied. This study uses a descriptive qualitative approach with data collection techniques through observation, in-depth interviews, and documentation. The research subjects were Islamic Religious Education teachers who taught at SMP Negeri 9 Medan. The results showed that PAI teachers had used various evaluation instruments, such as written and oral tests for the cognitive domain, observation and attitude journals for the affective domain, and performance assessments and worship practice rubrics for the psychomotor domain. However, the implementation of learning evaluation still faces obstacles in the form of time constraints, difficulties in formulating objective instruments to assess attitudes and skills, and limited technical training for teachers. Efforts made by teachers include collaboration through Subject Teacher Working Groups (MGMP), the use of simple digital technology, and the gradual development of instruments in accordance with the learning context. This study concludes that PAI teachers' evaluation strategies have led to authentic and comprehensive assessments, although there are still.