Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Sosialisasi Hukum Tentang Peranan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) Dalam Pendaftaran Hak Milik Atas Tanah di Kelurahan Teluk Dawan Puja Heni Ananda; Daud; Pini Susanti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI) Vol. 3 No. 1 (2025): Oktober
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jpmi.v3i1.6062

Abstract

Pendaftaran hak milik atas tanah di Indonesia masih menghadapi tantangan terkait pemahaman masyarakat mengenai prosedur dan peran Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT), yang berpotensi menghambat tercapainya kepastian hukum di sektor pertanahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran PPAT dalam meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pendaftaran hak milik atas tanah di Kelurahan Teluk Dawan, dengan fokus pada sosialisasi hukum yang efektif. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan studi dokumentasi. Responden dalam penelitian ini terdiri dari 2 PPAT, tokoh masyarakat, dan warga setempat yang terlibat dalam proses pendaftaran tanah. Data yang diperoleh dianalisis secara tematik untuk mengidentifikasi hambatan dan faktor yang mempengaruhi pemahaman masyarakat mengenai peran PPAT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sosialisasi hukum yang dilakukan secara sistematis dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya pendaftaran tanah serta peran PPAT, yang pada gilirannya dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pendaftaran hak milik atas tanah. Selain itu, penelitian ini menemukan bahwa masih terdapat hambatan terkait keterbatasan sumber daya dan pemahaman peraturan terbaru oleh PPAT. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa penguatan sosialisasi hukum dan pelatihan berkelanjutan bagi PPAT sangat diperlukan untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam sistem administrasi pertanahan, yang memiliki kontribusi signifikan terhadap kepastian hukum dan pemberdayaan masyarakat di bidang pertanahan.
Conceptual Reconstruction of Money in Islamic Economics: A Comparative Analysis of Classical and Contemporary Literature Eka Saputra; Wargo; Daud
Journal of Economics and Social Sciences (JESS) Vol. 5 No. 1 (2026): Journal of Economics and Social Sciences (JESS)
Publisher : CV. Civiliza Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59525/jess.1562

Abstract

This study aims to reconstruct the conceptual framework of money in Islamic economics through a comparative analysis of classical and contemporary literature. This study employs a qualitative approach using a library research method, analyzing classical works of prominent scholars such as Al-Ghazali and Ibn Khaldun, alongside contemporary contributions from modern Islamic economists. The data are examined through descriptive-analytical and comparative techniques to identify continuity, divergence, and transformation in the conceptualization of money. The findings reveal that both classical and modern Islamic scholars consistently reject the commodification of money and emphasize its functional role in facilitating real economic activities. Classical literature highlights moral restrictions, including the prohibition of riba, hoarding (ikhtikar), and speculative practices, while modern literature extends these principles into discussions on monetary reform, financial instruments, and alignment with maqasid al-shariah. This study contributes by offering a conceptual synthesis that bridges classical foundations with contemporary economic challenges, providing a more integrated theoretical framework for Islamic monetary thought. The implications suggest the need for reorientation of modern financial systems toward ethical, justice-oriented, and stability-driven principles as advocated in Islamic economics
Islamic Financial Education as a Preventive Instrument in Mitigating Riba-Based Credit Transactions: An Empirical Study Darmawan Dwi Prasetyo; M Arif Musthofa; Wargo; Daud
Journal of Economics and Social Sciences (JESS) Vol. 5 No. 1 (2026): Journal of Economics and Social Sciences (JESS)
Publisher : CV. Civiliza Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59525/jess.1579

Abstract

This study aims to examine the effect of literacy on community decision-making in engaging in credit-based buying and selling transactions containing elements of riba in Geragai District, Tanjung Jabung Timur. The research focuses on members of the local community as its primary subjects. A quantitative approach was employed using a simple random sampling technique, resulting in a total of 50 respondents. Data were analyzed using a t-test and simple linear regression with the assistance of Microsoft Excel. The findings reveal that literacy has a positive and statistically significant influence on community decisions to engage in credit transactions involving riba. This indicates that higher levels of literacy are associated with more informed and rational decision-making regarding such financial practices. The study highlights the importance of improving literacy particularly in the context of financial and Islamic perspectives to guide communities toward more appropriate economic behavior
Koeksistensi Ritel Modern dan Toko Kelontong Tradisional: Perspektif Etika Bisnis Islam: Penelitian Marlian Ansori; Arif Musthofa; Daud
Jurnal Pustaka Cendekia Hukum dan Ilmu Sosial Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Pustaka Cendekia Hukum dan Ilmu Sosial Volume 4 Nomor 2 June - September
Publisher : PT PUSTAKA CENDEKIA GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70292/pchukumsosial.v4i2.496

Abstract

Ekspansi ritel modern yang masif menciptakan dinamika persaingan yang ketat sekaligus menguji daya tahan (resilience) toko kelontong tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk koeksistensi antara minimarket modern dan toko kelontong tradisional serta mengevaluasinya berdasarkan perspektif Etika Bisnis Islam. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data primer dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap pelaku usaha ritel dan observasi lapangan, didukung data sekunder dari Badan Pusat Statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa koeksistensi antara ritel modern dan toko kelontong terjadi melalui pemetaan pangsa pasar yang berbeda, di mana toko tradisional mengandalkan fleksibilitas lokasi dan ikatan emosional pelanggan. Evaluasi berdasarkan lima prinsip etika bisnis Islam (kepemilikan, keadilan, keseimbangan, kebebasan, dan kebersamaan) menunjukkan bahwa tantangan terbesar terletak pada implementasi prinsip keadilan, khususnya transparansi dan konsistensi penetapan harga pada toko kelontong tradisional dibandingkan dengan sistem standardisasi harga pada minimarket modern. Penelitian ini menyimpulkan bahwa koeksistensi yang harmonis dan berkeadilan dapat terwujud apabila toko kelontong tradisional meningkatkan profesionalisme manajemen harga tanpa mengorbankan nilai-nilai kebersamaan (ukhuwah) dalam bermuamalah.