Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Strategi Kepala Sekolah Dalam Membekali Keterampilan Siap Kerja Pada Siswa SMK Negeri 1 Benakat Kabupaten Muara Enim Rina Juliana; Choirun Niswah; Wira Alvio
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 2 (2026): Maret - Juni
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i2.9242

Abstract

Pendidikan kejuruan memiliki peran penting dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang mampu bersaing di dunia kerja. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebagai lembaga pendidikan vokasi dituntut untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis (hard skill), tetapi juga kemampuan nonteknis (soft skill) yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri. Dalam konteks tersebut, kepala sekolah memiliki peran strategis dalam merancang dan melaksanakan berbagai program untuk membekali siswa dengan keterampilan siap kerja. Penelitian ini bertujuan mengetahui strategi kepala sekolah dalam membekali keterampilan siap kerja pada siswa SMK Negeri 1 Benakat Kabupaten Muara Enim serta mengetahui faktor pendukung dan penghambat strategi tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru, dan siswa. Teknik analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi kepala sekolah dilakukan melalui analisis kebutuhan dunia kerja, penguatan pembelajaran berbasis praktik, pelaksanaan praktik kerja industri (prakerin), peningkatan kerja sama dengan dunia usaha dan dunia industri, pembinaan hard skill dan soft skill siswa, serta peningkatan kompetensi guru. Kepala sekolah menerapkan strategi melalui pengarahan, koordinasi, evaluasi, dan pengawasan terhadap program pembelajaran vokasi. Faktor pendukung strategi kepala sekolah meliputi kepemimpinan yang visioner, kerja sama dengan dunia industri, kompetensi guru, serta dukungan fasilitas sekolah. Sementara itu, faktor penghambat meliputi keterbatasan fasilitas praktik, keterbatasan anggaran, perbedaan kurikulum dengan kebutuhan industri, serta rendahnya motivasi sebagian siswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi kepala sekolah memiliki peran penting dalam meningkatkan kesiapan kerja siswa melalui pengembangan hard skill dan soft skill secara terpadu sehingga lulusan memiliki daya saing dan kesiapan menghadapi dunia kerja secara profesional.
Relevansi Manajemen Strategi Kepala Sekolah dalam Peningkatan Mutu Pendidikan dan Daya Saing Sekolah Dasar Rina Juliana; Ade Akhmad Saputra
Educational Research Indonesia Vol 2 No 1 (2025): Juni
Publisher : Laskar Karya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65678/eri.v2i1.117

Abstract

Keberhasilan dan kemampuan bersaing suatu lembaga pendidikan terlihat pada mutu pendidikan itu sendiri. Dalam kebersaingan pendidikan berkaitan erat dengan manajemen strategi untuk menentukan langkah-langkah yang akan diambil kedepannya. Keputusan ini terletak dibawah kekuasaan pimpinan sekolah. Tanpa strategi yang tepat, mutu pendidikan tidak akan berhasil untuk menentukan mutu secara menyeluruh di semua komponen pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis masalah strategik kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan dan daya saing di SDN 02 Suak Tapeh. Dengan metode kualitatif deskriptif, pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara partisipan, dan dokumen yang relevan. Adapun informan penelitian ini adalah kepala sekolah, dewan guru dan staff pendidikan. Teknik analisis data dengan menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini adanya relevansi atau keterkaitan antara manajemen strategi dalam meningkatkan mutu pendidikan dan daya saing sekolah. Mutu pendidikan tidak hanya mencakup pencapaian prestasi siswa, tetapi juga kualitas pengajar serta efektivitas program sekolah secara keseluruhan. Dalam konteks persaingan, mutu pendidikan menjadi tolok ukur utama yang menentukan sejauh mana sebuah sekolah mampu bertahan dan berkembang di tengah dinamika perubahan pendidikan. strategi dengan kualitas pendidikan dan kualitas daya saing. Kualitas pendidikan berarti semua yang merupakan standar tercapainya pendidikan berkualitas baik dari segi prestasi siswa, kualitas guru, serta program sekolah secara keseluruhan. kualitas pendidikan adalah salah satu tolak ukur terhadap kemampuan sekolah untuk bersaing.