Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Persepsi Masyarakat Terhadap Tahapan Pelaksanaan Pilkada di Kota Medan 2024 Komplek Teratai dalam City Desa Medan Estate Dusun. IV Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang Sahala Fransiskus marbun; Sabda Yanti Pasaribu; Frans; Sri Sulastri Sitohang; Betaria Sihaloho
Jurnal Cakrawala Akademika Vol. 1 No. 6 (2025): Edisi April
Publisher : PT. Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70182/jca.v1i6.323

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi masyarakat terhadap pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2024 di Kota Medan dengan menggunakan metode kualitatif, melalui wawancara mendalam dan observasi langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat memandang proses Pilkada berjalan secara transparan dan adil, terutama karena adanya peningkatan akses informasi yang luas melalui media tradisional maupun platform digital. Keterbukaan ini memungkinkan masyarakat untuk mengikuti setiap tahapan pemilihan secara lebih dekat, sehingga menciptakan rasa keterlibatan yang lebih besar. Meskipun demikian, masih terdapat berbagai persoalan yang mewarnai persepsi publik. Sebagian responden menyampaikan kekhawatiran terkait indikasi praktik politik uang, seperti pembelian suara dan transaksi elit yang dianggap mencederai nilai-nilai demokrasi. Selain itu, kekecewaan terhadap janji-janji kampanye yang tidak terealisasi dari pemilu sebelumnya juga menimbulkan sikap skeptis terhadap para calon pemimpin. Dugaan mengenai kurangnya netralitas penyelenggara pemilu turut memperkuat keraguan masyarakat terhadap integritas proses pemilihan. Meskipun terdapat berbagai persepsi negatif, hal tersebut tidak secara signifikan mengurangi partisipasi masyarakat dalam Pilkada. Sebaliknya, tingkat partisipasi pemilih di Kota Medan tetap tergolong tinggi, mencerminkan bahwa masyarakat masih memandang penting hak pilih sebagai sarana untuk menyuarakan aspirasi politik dan berharap pada perubahan yang lebih baik. Dinamika antara optimisme dan skeptisisme ini menunjukkan kompleksitas partisipasi demokratis dalam lanskap politik yang terus berkembang.
Analisis Tingkat Kerentanan Bencana Banjir di Kab.Bandung Dengan Menggunakan Sistem Informasi Geografi Rina Panggabean; Alam Mustaqim Nst; Sri Sulastri Sitohang; Beta Ria Sihaloho; Romaulina Br. Sihotang; Riki Rahmad; Elsa Kaldiana
Geosfera: Jurnal Penelitian Geografi Vol 4, No 2 (2025): Geosfera : Jurnal Penelitian Geografi
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/geojpg.v4i2.36205

Abstract

Flood disasters are one of the hydrometeorological hazards that frequently occur in Bandung Regency and have significant impacts on the environment, as well as the social and economic conditions of the community. This study aims to analyze the level of flood vulnerability in Bandung Regency by utilizing Geographic Information Systems (GIS). The research employs a descriptive–quantitative approach by integrating several vulnerability parameters, including population density, land use, distance of settlements to rivers, slope, rainfall, and drainage infrastructure conditions. Each parameter is weighted through a scoring technique and overlaid using GIS software to produce a flood vulnerability zoning map.The analysis shows that Bandung Regency exhibits considerable variations in vulnerability levels, ranging from low, medium, to high categories. Areas with high vulnerability are generally located in lowland zones, near major river channels, have high population density, and are dominated by residential land use and urban activities. Meanwhile, areas with low vulnerability are situated in hilly regions with steeper slopes and relatively good vegetation cover. The resulting vulnerability map can be used as a basis for spatial planning, disaster mitigation, and decision-making by local authorities.This study emphasizes the importance of utilizing GIS in spatial analysis of flood vulnerability, as it provides accurate geographic visualization and information to support effective and sustainable disaster risk reduction efforts.