Marrisa Aulia Mayangsari
Universitas Palangka Raya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Benang Bintik: Batik Motif Babukung sebagai Pilar Ekonomi Kreatif Lamandau Nawung Asmoro Girindraswari; Muh. Andis Hidayatullah; Andi Arie Astuti; Hendro T.G. Samosir; Marrisa Aulia Mayangsari
Kaganga:Jurnal Pendidikan Sejarah dan Riset Sosial Humaniora Vol. 7 No. 2 (2024): Kaganga: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Riset Sosial Humaniora
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/kaganga.v7i2.12707

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan ide konsep motif batik berupa visual, warna, ragam hias, pertunjukan dan nilai sejarah Babukung. Peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif. Metode yang digunakan termasuk metode kreatif yang terdiri dari beberapa tahap; merumuskan kreasi ide motif Babukung, eksplorasi ide konsep, eksplorasi desain dan teknik, proses kreatif mewujudkan motif benang bintik, hasil kreatif motif benang bintik, termasuk analisis desain, kajian pasar, dan teknik produksi digital printing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan motif Babukung pada benang bintik tidak hanya memperkaya warisan budaya tetapi juga berpotensi meningkatkan daya saing produk lokal di pasar kreatif. Simpulan penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi pengembangan strategi ekonomi kreatif yang berkelanjutan dan mempromosikan pelestarian budaya di kabupaten Lamandau. Kata kunci: Benang Bintik, Festival Babukung, Lamandau.
The Creation of the Performative Theater Ruang Ketubuhan Galuh Tulus Utama; Riswani Riswani; Fantri Pribadi; Marrisa Aulia Mayangsari; Iga Ayu Intan Candra
Gondang: Jurnal Seni dan Budaya Vol. 9 No. 2 (2025): GONDANG: JURNAL SENI DAN BUDAYA, DECEMBER 2025
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gondang.v9i2.69164

Abstract

Site-specific performance is established in international practice, yet its application in post-disaster contexts remains under appreciated. This study addresses this gap by exploring the creation of ‘Ruang Ketubuhan’ (The Embodied Space), a performative theater work developed in the ruins of Mount Merapi eruption, Sleman, Yogyakarta, in 2010. Grounded in Practice-as-Research method, site-specific ethnography, and autoethnography, this study documents a creative process where ruins, objects, and borrowed narratives from survivors become active dramaturgical events. The findings demonstrate that the performer’s body functioned as a medium to translate historical trauma into a shared and empathetic experience. It gained through methods of spatial attunement and emotional memory reflection. The study concludes that Ruang Ketubuhan offers a model for ‘embodied site-specificity’ which argued that the interweaving of body, space, and memory in performance constitutes a significant mode of knowledge production. This moves beyond aesthetic documentation to show how performative practice can actively mediate challenging history, making it accessible and relevant for both live and mediated audiences.