Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Frase Endonsentris Bahasa Saluan Syamsuddin Syamsuddin; Efendi Dg. Palawa; Idris Patekkai; Moh. Tahir M. Said; Ali Karim
Aksara Vol 34, No 2 (2022): AKSARA, EDISI DESEMBER 2022
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v34i2.1055.323--335

Abstract

This research describes the structure of the endocentric phrases of the Saluan language. The problem is formulated in the form of a question, namely how is the internal structure of the endocentric phrases of Saluan. The theoretical study uses the views of Lyons (1968), Cook (1969), Verhaar (1981 and 1999), Parera (1983), Ramlan (1987), Ahmad HP (1997), and Djajasudarma (2003). The method of collecting data uses listening techniques and speaking techniques based on the opinions of Samarin (1988), Djajasudarma (1993), and Sudaryanto (1993). In data analysis, distributional analysis techniques were used through the views of Djajasudarma (1993). The results showed that the structure of Saluan ensocentric phrases has two types of construction, namely: (1) attributive phrases with patterns H+T, T+H, and, T+H+T. These three patterns can be found in the noun, adjective, verb, and adverb word classes. (2) coordinating phrases with construction types consisting of: (a) additive, (b) appositive, (c) alternative, and (d) coordinating elements consisting of: (i) additive coordinator and (ii) contrastive coordinator. AbstrakPenelitian ini mendeskripsikan struktur frase endosentris bahasa Saluan. Masalah dirumuskan dalam bentuk pertanyaan, yakni bagaimanakah struktur internal frase endosentris bahasa Saluan. Dalam kajian teori digunakan pandangan Lyons (1968), Cook (1969), Verhaar (1981 dan 1999), Parera (1983), Ramlan (1987), Ahmad HP (1997), dan Djajasudarma (2003). Metode pengumpulan data menggunakan teknik simak dan teknik cakap dengan bardasarkan pendapat Samarin (1988), Djajasudarma (1993), dan Sudaryanto (1993). Dalam analisis data digunakan teknik kajian distribusional melalui pandangan Djajasudarma (1993). Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur frase ensosentris bahasa Saluan memiliki dua tipe konstruksi, yakni: (1) frase atributif dengan pola H+T, T+H, dan, T+H+T. Ketiga pola tersebut dapat ditemukan pada kelas kata nomina, ajektiva, verba, dan adverbia. (2) frase koordinatif dengan tipe konstruksi yang terdiri atas: (a) aditif, (b) apositif, (c) alternatif, dan (d) unsur-unsurnya berkoordinatif yang terdiri atas: (i) koordinator aditif dan (ii) koordinator kontrastif.
Variasi bahasa dalam komunikasi game online free fire di Kecamatan Sarudu: Kajian Sosiolinguistik Nur Afianita; Moh. Tahir; Sukma Sukma; Idris Patekkai; Juliah Marfuah
JURNAL KONFIKS Vol 13 No 2 (2026): KONFIKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/2ek28277

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana variasi bahasa dalam komunikasi game online free fire di Kecamatan Sarudu: Kajian Sosiolinguistik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan variasi bahasa dalam komunikasi game online free fire di Kecamatan Sarudu: Kajian Sosiolinguistik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang bersifat deskriptif. Teknik analisis data yang digunakan yaitu melalui teknik observasi, teknik simak bebas libat cakap (SBLC), teknik catat, dan teknik rekaman. Hasil analisis data menunjukkan adanya tiga jenis variasi bahasa yang dominan: (1) Dialek, merupakan variasi bahasa yang digunakan olek kelompok penutur berdasarkan wilayah atau daerah tertentu ; (2) Sosiolek, variasi bahasa yang digunakan oleh kelompok tertentu yang dipengaruhi oleh faktor sosial, pendidikan, usia, pekerjaan, atau jenis kelamin; (3) Slang, variasi bahasa nonstandar yang digunakan dalam situasi informal dan biasanya populer dikalangan anak muda dan komunitas tertentu. Penelitian ini menyimpulkan bahwa para pemain di Kecamatan Sarudu mencampur penggunaan dialek daerah dengan istilah khusus dalam game saat berkomunikasi.
Sistem Afiksasi dan Pemajemukan dalam Bahasa Kaili Dialek Doi di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah: Sebuah Dokumentasi Morfologi Berbasis Lapangan Idris Patekkai; Nurul Zakia; Indri Saiva; Ade Aslinda; Wildayani Wildayani; Sarah Ayu Hanifa; NI Kadek Juniarti
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 11, No 2: July 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/telaah.v11i2.41120

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan sistem afiksasi dan pemajemukan dalam Bahasa Kaili Dialek Doi di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, sebagai bentuk dokumentasi linguistik atas bahasa daerah yang mengalami tekanan pergeseran fungsi. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan desain dokumentasi linguistik lapangan (field-based linguistic documentation). Data bersumber dari tuturan lisan enam penutur asli berusia 35–55 tahun di Desa Limboro yang dihimpun melalui teknik simak libat cakap, wawancara, serta rekam dan catat, kemudian dianalisis dengan metode padan referensial dan metode agih beserta teknik Bagi Unsur Langsung (BUL). Hasil penelitian menunjukkan bahwa afiksasi verba direalisasikan melalui prefiks {ma-}, {mo-}, {ne-}, {no-}, dan {ni-} serta sufiks dan konfiks yang memarkahi aspek, valensi, dan relasi semantis tindakan; nominalisasi ditandai prefiks {to-}, {togi-}, dan {po-} serta konfiks {ka+an} dan {no+ka} yang membentuk makna pelaku, hasil, dan keadaan; pada adjektiva dan adverbia, prefiks {na-} berperilaku fleksibel lintas kategori dengan konfiks {ka--na} sebagai pemarkah intensitas superlatif; sementara pemajemukan memperlihatkan pola endosentrik dan eksosentrik yang tidak sekadar struktural, melainkan juga mengandung makna idiomatik dan representasi konseptual penutur. Temuan ini menegaskan bahwa Bahasa Kaili Dialek Doi memiliki sistem morfologi yang produktif, sistematis, dan masih aktif digunakan di tengah tekanan perubahan bahasa, sehingga berkontribusi pada pengembangan kajian morfologi Austronesia dan penguatan dokumentasi bahasa daerah.
Etnopedagogi dalam Cerita Rakyat Putri Yamamore: Rekonstruksi Nilai Pendidikan Karakter dan Kosmologi Ekologis pada Legenda Kaili–Towale, Sulawesi Tengah Idris Patekkai; Defi Rahmatia; Fatimah Al-Zahra; Fadilah Fadilah; Lilis Septiyani; Pratiwi Jawad; Umi Fausia
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 11, No 2: July 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/telaah.v11i2.41121

Abstract

Cerita rakyat Kaili di Sulawesi Tengah menghadapi ancaman kepunahan seiring melemahnya transmisi lisan antargenerasi, sementara dokumentasi dan kajian akademis atasnya masih sangat terbatas dibandingkan tradisi Jawa, Sunda, maupun Bugis–Makassar. Penelitian ini bertujuan merekonstruksi dan menganalisis nilai-nilai etnopedagogis yang terkandung dalam legenda Putri Yamamore dari tradisi Kaili–Towale, dengan menempatkan konten cerita sebagai data pedagogis alih-alih sekadar data sastra. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan strategi cerita-rakyat-sebagai-teks (folklore-as-text) dan analisis isi terhadap transkrip cerita yang dikumpulkan dari informan kunci. Analisis tematik-etnopedagogis diterapkan melalui prosedur reduksi data, kategorisasi, dan interpretasi, kemudian divalidasi melalui triangulasi sumber, investigator, dan metode dengan tokoh adat serta dokumentasi lapangan. Temuan menunjukkan bahwa legenda ini mengandung lima kategori nilai—integritas, resolusi konflik/perdamaian, kepemimpinan, ketangguhan, dan pengetahuan ekologis—yang termanifestasi melalui perilaku tokoh, motif naratif, serta mitos petrifikasi dan asal-usul mata air sebagai penanda etiologis-ekologis. Kebaruan penelitian terletak pada pembacaan kritis bahwa kelima tema tersebut memuat sistem nilai yang saling bersaing (competing value systems), bukan semata komplementer, sehingga polivokalitas justru menjadi ciri hakiki tradisi naratif lisan. Penelitian ini berimplikasi pada penyediaan bahan pendidikan karakter berbasis kearifan lokal Sulawesi Tengah dan pelestarian sastra lisan Kaili yang terancam punah.