p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal JURNAL KONFIKS Aksara
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Frase Endonsentris Bahasa Saluan Syamsuddin Syamsuddin; Efendi Dg. Palawa; Idris Patekkai; Moh. Tahir M. Said; Ali Karim
Aksara Vol 34, No 2 (2022): AKSARA, EDISI DESEMBER 2022
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v34i2.1055.323--335

Abstract

This research describes the structure of the endocentric phrases of the Saluan language. The problem is formulated in the form of a question, namely how is the internal structure of the endocentric phrases of Saluan. The theoretical study uses the views of Lyons (1968), Cook (1969), Verhaar (1981 and 1999), Parera (1983), Ramlan (1987), Ahmad HP (1997), and Djajasudarma (2003). The method of collecting data uses listening techniques and speaking techniques based on the opinions of Samarin (1988), Djajasudarma (1993), and Sudaryanto (1993). In data analysis, distributional analysis techniques were used through the views of Djajasudarma (1993). The results showed that the structure of Saluan ensocentric phrases has two types of construction, namely: (1) attributive phrases with patterns H+T, T+H, and, T+H+T. These three patterns can be found in the noun, adjective, verb, and adverb word classes. (2) coordinating phrases with construction types consisting of: (a) additive, (b) appositive, (c) alternative, and (d) coordinating elements consisting of: (i) additive coordinator and (ii) contrastive coordinator. AbstrakPenelitian ini mendeskripsikan struktur frase endosentris bahasa Saluan. Masalah dirumuskan dalam bentuk pertanyaan, yakni bagaimanakah struktur internal frase endosentris bahasa Saluan. Dalam kajian teori digunakan pandangan Lyons (1968), Cook (1969), Verhaar (1981 dan 1999), Parera (1983), Ramlan (1987), Ahmad HP (1997), dan Djajasudarma (2003). Metode pengumpulan data menggunakan teknik simak dan teknik cakap dengan bardasarkan pendapat Samarin (1988), Djajasudarma (1993), dan Sudaryanto (1993). Dalam analisis data digunakan teknik kajian distribusional melalui pandangan Djajasudarma (1993). Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur frase ensosentris bahasa Saluan memiliki dua tipe konstruksi, yakni: (1) frase atributif dengan pola H+T, T+H, dan, T+H+T. Ketiga pola tersebut dapat ditemukan pada kelas kata nomina, ajektiva, verba, dan adverbia. (2) frase koordinatif dengan tipe konstruksi yang terdiri atas: (a) aditif, (b) apositif, (c) alternatif, dan (d) unsur-unsurnya berkoordinatif yang terdiri atas: (i) koordinator aditif dan (ii) koordinator kontrastif.
Variasi bahasa dalam komunikasi game online free fire di Kecamatan Sarudu: Kajian Sosiolinguistik Nur Afianita; Moh. Tahir; Sukma Sukma; Idris Patekkai; Juliah Marfuah
JURNAL KONFIKS Vol 13 No 2 (2026): KONFIKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/2ek28277

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana variasi bahasa dalam komunikasi game online free fire di Kecamatan Sarudu: Kajian Sosiolinguistik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan variasi bahasa dalam komunikasi game online free fire di Kecamatan Sarudu: Kajian Sosiolinguistik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang bersifat deskriptif. Teknik analisis data yang digunakan yaitu melalui teknik observasi, teknik simak bebas libat cakap (SBLC), teknik catat, dan teknik rekaman. Hasil analisis data menunjukkan adanya tiga jenis variasi bahasa yang dominan: (1) Dialek, merupakan variasi bahasa yang digunakan olek kelompok penutur berdasarkan wilayah atau daerah tertentu ; (2) Sosiolek, variasi bahasa yang digunakan oleh kelompok tertentu yang dipengaruhi oleh faktor sosial, pendidikan, usia, pekerjaan, atau jenis kelamin; (3) Slang, variasi bahasa nonstandar yang digunakan dalam situasi informal dan biasanya populer dikalangan anak muda dan komunitas tertentu. Penelitian ini menyimpulkan bahwa para pemain di Kecamatan Sarudu mencampur penggunaan dialek daerah dengan istilah khusus dalam game saat berkomunikasi.