Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pengembangan Instrumen Penilaian dalam Pembelajaran Membaca Bermuatan Etika Budaya di SMP Kota Palu Sukma Sukma; Asrianti Asrianti; Pratama Bayu Santosa Efendi; Gazali Lembah
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i4.4668

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat alat penilaian untuk pembelajaran membaca yang bermuatan etika budaya. Untuk mengetahui kemampuan peserta didik dalam hal kognitif, psikomotorik, dan afektif, evaluasi pembelajaran sangat penting. Kurikulum tidak memiliki komponen yang didedikasikan untuk mengukur proses membaca, tetapi penilaian proses, performa, dan produk semuanya dapat dilakukan dalam pembelajaran membaca. Selain itu, menggunakan etika budaya sebagai sarana pembelajaran dapat membantu mempertahankan budaya lokal di era globalisasi. Nilai-nilai budaya lokal dapat digunakan untuk membangun karakter siswa. Studi ini menggunakan model pengembangan 4 D, yang terdiri dari tahap definisi, desain, pengembangan, dan penyebaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik dapat mempertahankan nilai-nilai budaya lokal sambil meningkatkan kemampuan membaca mereka.
Peningkatan Keterampilan Menulis Cerpen dengan Menggunakan Metode Resitasi di SMP Sukma Sukma
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i2.1467

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil pelaksanaan metode resitasi untuk meningkatkan kemampuan siswa menulis cerpen di SMP. Jenis penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas. Rancangan penelitian terdiri dari dua siklus. Setiap siklus terdiri dari tahap: (1) pra tindakan, (2) perencanaan, (3) pelaksanaan tindakan, (4) observasi, dan (5) refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII A SMP Negeri 19 Palu. Teknik analisis data tes dan observasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa observasi pada siklus I menunjukkan aktivitas guru mencapai 62% (kategori: kurang), meningkat menjadi 84% (kategori: baik) pada siklus II. Aktivitas siswa juga meningkat dari 64% (kategori: kurang) pada siklus I menjadi 87% (kategori: baik) pada siklus II. Hasil belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II yaitu siklus I ketuntasan belajar klasikal (56%) meningkat menjadi (84%) pada siklus II dan menunjukkan peningkatan sebesar 28%. Dengan demikian, penggunaan metode resitasi dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis cerita pendek.
Variasi bahasa dalam komunikasi game online free fire di Kecamatan Sarudu: Kajian Sosiolinguistik Nur Afianita; Moh. Tahir; Sukma Sukma; Idris Patekkai; Juliah Marfuah
JURNAL KONFIKS Vol 13 No 2 (2026): KONFIKS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/2ek28277

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana variasi bahasa dalam komunikasi game online free fire di Kecamatan Sarudu: Kajian Sosiolinguistik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan variasi bahasa dalam komunikasi game online free fire di Kecamatan Sarudu: Kajian Sosiolinguistik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang bersifat deskriptif. Teknik analisis data yang digunakan yaitu melalui teknik observasi, teknik simak bebas libat cakap (SBLC), teknik catat, dan teknik rekaman. Hasil analisis data menunjukkan adanya tiga jenis variasi bahasa yang dominan: (1) Dialek, merupakan variasi bahasa yang digunakan olek kelompok penutur berdasarkan wilayah atau daerah tertentu ; (2) Sosiolek, variasi bahasa yang digunakan oleh kelompok tertentu yang dipengaruhi oleh faktor sosial, pendidikan, usia, pekerjaan, atau jenis kelamin; (3) Slang, variasi bahasa nonstandar yang digunakan dalam situasi informal dan biasanya populer dikalangan anak muda dan komunitas tertentu. Penelitian ini menyimpulkan bahwa para pemain di Kecamatan Sarudu mencampur penggunaan dialek daerah dengan istilah khusus dalam game saat berkomunikasi.
Efektivitas Penilaian Dinamis Berbantuan Google Form dalam Pembelajaran Membaca Teks Deskripsi Astuti Astuti; Ida Nuraeni; Ulfah Ulfah; Syamsuddin Syamsuddin; Sukma Sukma
Aksara Vol 37, No 2 (2025): AKSARA, EDISI DESEMBER 2025
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v37i2.4919.507-518

Abstract

This study aims to test the effectiveness of dynamic assessment assisted by Google Forms in learning to read descriptive texts for seventh-grade students. The research method used is a quasi-experimental design with a nonequivalent control group design. The research population consists of all seventh-grade students of SMPN 1 Wita Ponda, totaling 150 students, with a research sample of 66 students divided into 33 students in the experimental class and 33 students in the control class, selected using simple random sampling. Data collection techniques used a multiple-choice test consisting of 25 questions given in the pretest and posttest. Data analysis techniques used descriptive statistics and inferential statistics using t-test assisted by SPSS version 30. The results of the study showed that the experimental group experienced an increase in the average score from 70.58 in the pretest to 83.27 in the posttest, while the control group only increased from 65.03 to 72.30. The normality test in the experimental class obtained an index of 0.180>0.05 and in the control class obtained 0.131>0.05, therefore the data is normally distributed. The homogeneity of variance test on the posttest scores of the control class and the experimental class obtained a p-value of 0.680, where p is greater than 0.05, thus it is declared homogeneous. The hypothesis test results using inferential statistics stated that the research hypothesis was accepted because the p-value (2 tailed) was <0.001 and the t-count > t-table value (7.323 > 2.650), so it can be concluded that the hypothesis in this study is accepted. The research results prove that dynamic assessment assisted by Google Forms is effective in learning to read descriptive texts. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas penilaian dinamis berbantuan Google Form dalam pembelajaran membaca teks deskripsi pada siswa kelas VII. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi-experimental design dengan desain nonequivalent control group. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VII SMPN 1 Wita Ponda sebanyak 150 siswa, dengan sampel penelitian sebanyak 66 siswa yang terbagi menjadi 33 siswa kelas eksperimen dan 33 siswa kelas kontrol yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan tes pilihan ganda sebanyak 25 butir soal yang diberikan pada pretest dan posttest. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial uji-t dengan bantuan SPSS versi 30. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok eksperimen mengalami peningkatan nilai rata-rata dari 70,58 pada pretest menjadi 83,27 pada posttest, sedangkan kelompok kontrol hanya meningkat dari 65,03 menjadi 72,30. Uji normalitas pada kelas eksperimen diperoleh indeks sebesar 0,180>0,05 dan kelas kontrol diperoleh 0,131>0,05, maka data berdistribusi normal. Hasil uji homogenitas variansi dari nilai posttest kelas kontrol dan kelas eksperimen diperoleh nilai p=0,680 dimana p lebih besar dari 0,05 sehingga dinyatakan homogen. Hasil uji hipotesis dengan statistik inferensial dinyatakan bahwa hipotesis penelitian diterima karena p-value (2 tailed) adalah <0,001 dan nilai thitung>nilai ttabel (7,323 > 2,650), sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa hipotesis dalam penelitian ini diterima. Hasil penelitian membuktikan bahwa penilaian dinamis berbantuan google form efektif dalam pembelajaran membaca teks deskripsi.
Makna Simbolik “Popene’e” Pada Prosesi Pernikahan Etnik Tialo di Kabupaten Parigi Moutong: Kajian Semiotik Arfan Fauzan; Yunidar Yunidar; Sukma Sukma
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 14, No 2 (2025): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v14i2.8304

Abstract

The purpose of this research is to describe the forms of symbolic meaning and the functions of symbolic meaning in the "popene'e" wedding procession of the Tialo ethnic group. The research method used in this study is descriptive qualitative, with data collection techniques including observation, interviews, recording, note-taking, and documentation. As for the data analysis technique using Miles and Huberman's theory, it involves data collection, data reduction, data presentation, and conclusion. Based on the research findings, the "Popene'e" procession consists of eight main stages: (1) welcoming the bride and groom; (2) peeling, splitting coconuts, cutting and splitting wood; (3) slicing banana leaves; (4) stepping on the tray; (5) bringing kitchen utensils and cooking bananas; (6) praying for well-being; (7) feeding each other; and (8) shaking hands. Meanwhile, the results related to the symbolic meaning in this procession are divided into two: verbal meaning (in the form of mantras/ganes) and nonverbal meaning (through tools and equipment). Overall, these symbols reflect the hope for responsibility, harmony, fertility, and protection in family life. The functions of this traditional procession include (1) communication; (2) knowledge and cultural inheritance; (3) mediation with ancestors and God; and (4) social participation. Abstrak Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan bentuk makna simbolik dan fungsi makna simbolik pada prosesi pernikahan “popene’e” Etnik Tialo. Metode penelitian yang digunakan dalam kajian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, perekaman, pencatatan, dan dokumentasi. Adapun Teknik analisis data menggunakan teori Miles dan Huberman yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian bentuk prosesi “Popene’e” terdiri dari delapan tahapan utama: (1) monyambute nu pungantinge (menyambut pengantin); (2) monimbaluse, mombiase niuge kangkai mongkolge, mombiasi ayu (mengupas, membelah kelapa dan memotong, membelah kayu); (3) monesege longu pensae (mengiris daun pisang); (4) mongunjae baki (menginjak baki); (5) mongkoni alatu wahu jopa monjaane pensae (membawa alat dapur dan memasak pisang); (6) mondo’a salamate (doa selamat); (7) mepea’anane (saling menyuap); dan (8) mondasi (jabat tangan). Sedangkan hasil terkait makna simbolik dalam prosesi ini terbagi menjadi dua, yaitu makna verbal (berupa mantra/gane) dan makna nonverbal (melalui alat dan perlengkapan). Secara keseluruhan, simbol-simbol ini merefleksikan harapan akan tanggung jawab, kerukunan, kesuburan, dan perlindungan dalam kehidupan berumah tangga. Fungsi dari prosesi adat ini mencakup (1) fungsi komunikasi; (2) fungsi pengetahuan dan pewarisan budaya; (3) fungsi mediasi dengan leluhur dan Tuhan; serta (4) fungsi partisipasi sosial.