Miratun Lisa
Universitas Muhammadiyah Mataram

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MENUMBUHKAN RASA PERCAYA DIRI DAN HARGA DIRI MELALUI TARI: STRATEGI BAGI GURU SD Rosmiyanti Rosmiyanti; Fadilah Ningsih; Miratun Lisa; Hidayatul Buduri; Nafsa Aida; Niswatun Hasanah
Gesture: Jurnal Seni Tari Vol. 13 No. 2 (2024): Gesture: Jurnal Seni Tari
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gjst.v13i2.64622

Abstract

Penelitian ini merupakan tinjauan literatur sistematis yang bertujuan untuk menyelidiki peran tarian dalam pengembangan kepercayaan diri dan harga diri siswa sekolah dasar, serta untuk mengidentifikasi strategi yang efektif bagi guru dalam memfasilitasi proses ini. Data dikumpulkan dari 42 artikel yang dipilih dari pengindek Scopus, DOAJ, dan Google Scholar dengan rentang waktu publikasi antara 2014 hingga 2023. Temuan penelitian menunjukkan bahwa berbagai strategi tari, seperti psikoterapi gerakan tari, integrasi tari dalam kurikulum sekolah, pembelajaran tari K-POP, dan kegiatan tari kreatif, telah terbukti efektif dalam meningkatkan kepercayaan diri dan harga diri siswa. Guru memiliki peran penting dalam memfasilitasi proses ini melalui pengajaran langsung dan pengelolaan lingkungan belajar yang kondusif. Namun, kendala dalam penerapan strategi tari di lingkungan sekolah, seperti kurangnya dukungan, pelatihan, dan prioritas pada pendidikan tari dalam kurikulum, juga teridentifikasi. Penelitian ini menyoroti pentingnya mengatasi kendala-kendala ini untuk meningkatkan efektivitas program pendidikan tari dalam membantu siswa sekolah dasar dalam pengembangan kepercayaan diri dan harga diri mereka.
Baitul Arqom sebagai Model Pembinaan Ideologi bagi Dosen Muda di Universitas Muhammadiyah Mataram Mappanyompa Mappanyompa; Sahwan Sahwan; Karwiani Karwiani; Miratun Lisa
El-Khidmat Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/kjpm.v3i1.39506

Abstract

Terbatasnya pemahaman ideologi Al-Islam dan Kemuhammadiyahan di kalangan dosen muda, sehingga berdampak pada kurang optimalnya integrasi nilai-nilai Islam dalam pembelajaran. Pengabdian ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman ideologis, meningkatkan keterampilan pedagogik berbasis nilai Islam, serta menumbuhkan komitmen dakwah dosen muda di Universitas Muhammadiyah Mataram. Metode yang digunakan adalah workshop dan pelatihan melalui program Baitul Arqom yang dilaksanakan selama tiga hari, dengan mitra sebanyak 55 dosen muda serta didukung mahasiswa PGMI. Kegiatan dilakukan melalui ceramah interaktif, diskusi kelompok, studi kasus, refleksi nilai, dan simulasi pembelajaran. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test, observasi, angket, serta monitoring Rencana Tindak Lanjut (RTL). Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman ideologi dan keterampilan pedagogik sebesar 85%, yang ditunjukkan melalui kenaikan nilai post-test dan kemampuan peserta dalam mengimplementasikan nilai-nilai Islam dalam pembelajaran. Selain itu, terjadi peningkatan softskill berupa komitmen dakwah, kemampuan refleksi diri, dan kerja kolaboratif peserta. Dengan demikian, program ini efektif sebagai model pembinaan ideologi bagi dosen muda.The main problem addressed in this community service program is the limited understanding of Al-Islam and Muhammadiyah ideology among young lecturers, which affects the integration of Islamic values in teaching practices. This program aims to strengthen ideological understanding, improve value-based pedagogical skills, and enhance lecturers’ commitment to Islamic propagation in Universitas Muhammadiyah Mataram. The method used was a workshop-based training through the Baitul Arqom program conducted over three days, involving 55 young lecturers and supported by PGMI students. Activities included interactive lectures, group discussions, case studies, value reflection, and teaching simulations. Evaluation was conducted using pre-test and post-test, observation, questionnaires, and follow-up action plan monitoring. The results indicate an 85% improvement in participants’ ideological understanding and pedagogical skills, reflected in increased post-test scores and the ability to implement Islamic values in teaching. Additionally, participants showed improvement in soft skills such as commitment, self-reflection, and collaborative ability. Therefore, this program is effective as an ideological development model for young lecturers