Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penguatan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan melalui program Baitul Arqam bagi Dosen Universitas Muhammadiyah Mataram Mappanyompa Mappanyompa; Najamudin Najamudin; Aqodiah Aqodiah; Sahwan Sahwan
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 4 (2026): August (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i4.39561

Abstract

Abstrak Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan untuk menjawab urgensi penguatan pemahaman nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan di kalangan dosen sebagai bagian dari penguatan identitas ideologis di lingkungan perguruan tinggi Muhammadiyah. Kegiatan ini bertujuan untuk: (1) meningkatkan pemahaman dosen terhadap konsep Islam berkemajuan menurut Muhammadiyah; (2) menginternalisasikan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan dalam kehidupan akademik; (3) memperkuat komitmen dosen dalam mengimplementasikan nilai-nilai tersebut dalam tridharma perguruan tinggi; (4) membangun kesadaran kolektif sebagai bagian dari amal usaha Muhammadiyah; serta (5) mengembangkan budaya akademik yang berlandaskan nilai-nilai Islam. Metode pelaksanaan PKM meliputi ceramah, diskusi interaktif, dan refleksi nilai yang dilaksanakan di Jayakarta Hotel Lombok pada tanggal 21–23 April 2026, bekerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) dengan jumlah peserta sebanyak 60 dosen (35 laki-laki dan 25 perempuan). Evaluasi dilakukan melalui pengukuran pemahaman peserta dan keterlibatan selama kegiatan berlangsung. Hasil kegiatan menunjukkan capaian keberhasilan sebesar 75% terhadap tujuan program.  Kata kunci: baitul arqam; al-islam dan kemuhammadiyahan; penguatan nilai; internalisasi nilai; pendidikan islam. AbstractThis Community Service Program (PKM) was conducted to address the urgency of strengthening the understanding of Al-Islam and Muhammadiyah values among lecturers as part of reinforcing ideological identity within Muhammadiyah higher education institutions. The program aims to: (1) enhance lecturers’ understanding of progressive Islamic concepts according to Muhammadiyah; (2) internalize Al-Islam and Muhammadiyah values in academic life; (3) strengthen lecturers’ commitment to implementing these values in the tridharma of higher education; (4) build collective awareness as part of Muhammadiyah’s charitable enterprise; and (5) develop an academic culture based on Islamic values. The implementation methods included lectures, interactive discussions, and value reflection sessions held at Jayakarta Hotel Lombok from April 21–23, 2026, in collaboration with Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT), involving 60 lecturers (35 male and 25 female). Evaluation was conducted through participant understanding assessment and engagement during the program. The results indicated a 75% achievement rate of the program objectives. Keywords: baitul arqam; islam and the muhammadiyah movement; strengthening values; internalizing values; islamic education.
Baitul Arqom sebagai Model Pembinaan Ideologi bagi Dosen Muda di Universitas Muhammadiyah Mataram Mappanyompa Mappanyompa; Sahwan Sahwan; Karwiani Karwiani; Miratun Lisa
El-Khidmat Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/kjpm.v3i1.39506

Abstract

Terbatasnya pemahaman ideologi Al-Islam dan Kemuhammadiyahan di kalangan dosen muda, sehingga berdampak pada kurang optimalnya integrasi nilai-nilai Islam dalam pembelajaran. Pengabdian ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman ideologis, meningkatkan keterampilan pedagogik berbasis nilai Islam, serta menumbuhkan komitmen dakwah dosen muda di Universitas Muhammadiyah Mataram. Metode yang digunakan adalah workshop dan pelatihan melalui program Baitul Arqom yang dilaksanakan selama tiga hari, dengan mitra sebanyak 55 dosen muda serta didukung mahasiswa PGMI. Kegiatan dilakukan melalui ceramah interaktif, diskusi kelompok, studi kasus, refleksi nilai, dan simulasi pembelajaran. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test, observasi, angket, serta monitoring Rencana Tindak Lanjut (RTL). Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman ideologi dan keterampilan pedagogik sebesar 85%, yang ditunjukkan melalui kenaikan nilai post-test dan kemampuan peserta dalam mengimplementasikan nilai-nilai Islam dalam pembelajaran. Selain itu, terjadi peningkatan softskill berupa komitmen dakwah, kemampuan refleksi diri, dan kerja kolaboratif peserta. Dengan demikian, program ini efektif sebagai model pembinaan ideologi bagi dosen muda.The main problem addressed in this community service program is the limited understanding of Al-Islam and Muhammadiyah ideology among young lecturers, which affects the integration of Islamic values in teaching practices. This program aims to strengthen ideological understanding, improve value-based pedagogical skills, and enhance lecturers’ commitment to Islamic propagation in Universitas Muhammadiyah Mataram. The method used was a workshop-based training through the Baitul Arqom program conducted over three days, involving 55 young lecturers and supported by PGMI students. Activities included interactive lectures, group discussions, case studies, value reflection, and teaching simulations. Evaluation was conducted using pre-test and post-test, observation, questionnaires, and follow-up action plan monitoring. The results indicate an 85% improvement in participants’ ideological understanding and pedagogical skills, reflected in increased post-test scores and the ability to implement Islamic values in teaching. Additionally, participants showed improvement in soft skills such as commitment, self-reflection, and collaborative ability. Therefore, this program is effective as an ideological development model for young lecturers