Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGOLAHAN SAMPAH DI TEMPAT IBADAH SEBAGAI MEDIA PROMOSI PENGOLAHAN SAMPAH DI SUMBER DI KOTA KUPANG I Gusti Bagus Adwita Arsa; I Wayan Nampa; Yosep Seran Mau; Antonius S. Ndiwa; Nixon Rammang; Fadlan Pramatana
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Volume 6 No. 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i2.39475

Abstract

Sampah masih menjadi salah satu isu utama lingkungan di Kota Kupang. Tata kelola sampah yang belum optimal pada akhirnya menjadi beban lingkungan, baik lingkugan fisik maupun sosial. Fokus penanganan yang dilakukan selama ini lebih banyak pada mobilisasi sampah pada Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Terlebih TPA yang digunakan masih menggunakan teknologi open dumping. Pengabdian ini dilakukan di salah satu tempat ibadah di kota Kupang. Tempat ibadah dipilih karena menjadi salah satu potensi penyumbang sampah yang cukup besar, baik sampah organik maupun anorganik. Pengolahan sampah di tingkat sumber (tempat ibadah) akan memberikan manfaat ekonomi dan juga menjadi model pengelolaan sampah yang baik, sehingga dapat menjadi acuan dalam pengelolaan sampah rumah tangga atau komunitas. Pengabdian dilaksanakan dengan metoda partisipatif kolaboratif, melalui pemetaan permasalahan, potensi sumber bahan baku (sampah), perencanaan site plan, pengadaan alat pencacah sampah pelatihan proses pembuatan kompos, pengemasan kompos dan pemasarannya. Hasil kegiatan menunjukan bahwa kegiatan PKM ini telah mampu meningkatkan efisiensi pengolahan dan upaya penganganan sampah. Unit pengolahan yang dibangun sudah mampu berproduksi secara berkelanjutan. Teknologi mesin pencacah mampu meningkatkan efisiensi kerja, yaitu hasil yang lebih halus dan waktu yang lebih efisien. Produktivitas pencacahan sampah basah mencapai 60 kg/jam dan sampah kering 34,8 kg/jam. Hasil kegiatan PKM ini juga mampu menyelesaikan pemasalahan yang dihadapi mitra, menghasilkan insentif ekonomi, dan menjadi media promosi penaganan sampah di tingkat sumber. Pelaksanaan kegiatan secara sharing cost (65% mitra 35% PKM) memotivasi mitra untuk menjalankan usaha secara berkelanjutan karena telah turut berinvestasi.
BUDIDAYA SACHA INCHI (Plukenetia volubilis L.), PASCAPANEN, DAN PRODUK OLAHANNYA DI KELOMPOK TANI FENUN, DESA BAUMATA, KABUPATEN KUPANG, PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR I Gusti Bagus Adwita Arsa; Yosep Seran Mau; Herianus J. D. Lalel; I Gusti Made Budiana; Marselina Yohana Aku
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 12 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i12.3152

Abstract

Sacha Inchi cultivation is not yet known in Baumata Village, Kupang Regency. Therefore, cultivation needs to be carried out because the various benefits of this plant’s products are very important for the health of the local community. Sacha Inchi can serve as an important source of nutrients that may help address malnutrition and cardiovascular diseases. With its high protein and healthy fat content, Sacha Inchi can be an alternative source of protein that is more affordable and accessible compared to animal-based protein sources. This activity aims to introduce Sacha Inchi cultivation to the Fenun Farmers Group in Baumata Village and to assess their level of acceptance toward cultivation techniques, post-harvest handling, and processed products made from Sacha Inchi. The method involves introducing an existing cultivation model from the Dryland Research Station of Undana, conducting outreach on cultivation, post-harvest handling, and processed Sacha Inchi products, followed by practical training at the Dryland Research Station of Undana, and continuing with practice of cultivation and processing  on the Fenun farmers group’s place. The activity enabled farmers to learn Sacha Inchi cultivation techniques, starting from seed germination, seedling production, planting, and crop maintenance. The germination method used resulted in 85–90% seed germination, 100% healthy seedling growth, and 100% successful growth of plants in the field. Farmers also learned how to peel Sacha Inchi fruits into raw materials ready for processing and how to make Sacha Inchi seed–based products such as roasted nuts, cookies, brownies, and vegetable oil. Coclusion: The Fenun farmers group successfully cultivated Sacha Inchi plants and were able to carry out post-harvest handling and product processing effectively.