Dalam konteks gim daring, kalimat perintah memegang peranan krusial sebagai instruksi eksplisit yang memandu pemain melalui alur cerita, tujuan, dan interaksi antara karakter dan karakter non-pemain (NPCs). Kalimat perintah dalam gim dapat berupa bentuk instruksi sederhana hingga perintah yang lebih kompleks yang melibatkan serangkaian tindakan atau pilihan moral. Kalimat perintah sering kali bersifat direktif dan imperatif, menuntut tindakan segera dari pemain. Penelitian ini akan membahas teknik penerjemahan yang digunakan dalam menerjemahkan ekspresi perintah dalam cerita Toram Online. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode simak dan catat. Data dikumpulkan dari gim Toram Online berbahasa Jepang dan gim Toram Online berbahasa Indonesia. Data berjumlah 30 data kalimat perintah dan kalimat terjemahannya. Teknik analisis melibatkan klasifikasi data ekspresi perintah dan teknik penerjemahan. Penelitian menemukan bahwa dalam satu ekspresi perintah dapat diterjemahkan menggunakan lebih dari satu teknik. Proses ini menunjukkan kecenderungan pemadanan ekspresi perintah ke BSa (bahasa sasaran) menjadi bentuk perintah halus. Hasil penelitian berupa enam ekspresi perintah yaitu ~te kudasai 7 data, meirei ~e 6 data, meirei ~o 3 data, ~na 2 data, ~nasai 11 data, ~koto 1 data pada gim Toram Online. Sedangkan teknik yang teridentifikasi diantaranya teknik literal 1 data, teknik transposisi 11 data, teknik modulasi 13 data, teknik kompensasi 1 data, teknik adaptasi 1 data, teknik kesepadanan lazim 21 data, teknik generalisasi 5 data, teknik partikularisasi 1 data, teknik reduksi 1 data, teknik amplifikasi 8 data, teknik variasi 1 data, teknik amplifikasi linguistik 4 data dan teknik kompresi linguistik 1 data. Temuan ini juga relevan bagi peneliti bahasa dalam memahami proses adaptasi kalimat perintah gim berbahasa Jepang ke Indonesia.