Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Exogenous feeding in larvae of bilih fish (Mystacoleucus padangensis Blkr) Kusuma, Hendra; Syandri, Hafrijal; Eriza, Mas
Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal Acta Aquatica, Vol. 12: No. 1 (April, 2025)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aa.v1i1.19115

Abstract

The bilih fish (Mystacoleucus padangensis Blkr) is an endemic species in Lake Singkarak, holding significant economic value. However, its population has drastically declined over the past few decades and is currently classified as 'vulnerable'. One of the crucial factors in the successful cultivation of bilih fish is the provision of appropriate feed during the early larval stages, particularly after the depletion of endogenous yolk reserves. This study aims to examine the exogenous feeding phase in bilih fish larvae after the endogenous food supply has been exhausted, which marks the stage when the larvae must begin to rely on external feed for survival and growth. The study employed a Completely Randomized Design of three treatments with four replications each. Treatment A involved feeding Chlorella sp. (days 3-10), followed by Artemia (days 10-20); Treatment B involved Chlorella sp. (days 3-10), followed by artificial feed (days 10-15) and Artemia (days 15-20); and Treatment C involved artificial feed (days 3-10), followed by Artemia (days 10-20). The larvae were reared in tarpaulin tanks with a water volume of 125 L and a stocking density of 2,000±85 individuals, and they were fed to satiation twice a day (morning and evening) for 20 days. Data were analyzed using One-way ANOVA with the IBM SPPS Statistics 25 program. The results showed that the provision of different exogenous feed compositions had no significant effect (P˃0.05) on absolute length growth and survival of bilih fish larvae (Mystacoleucus padangensis Blkr). Treatment B produced the best survival (31.75 ± 1.70%) and absolute length growth (3.67 ± 0.21 mm). The results of the water quality parameters show an average temperature of 28±1.2oC, pH 28±1.2, dissolved oxygen 5.6±0.78 mg/l.Keywords: Absolute Length Growth; Bilih Fish Larva; Diet Type; Feed Composition; Survival Rate
DIVERSIFIKASI PRODUK BERBASIS TALAS UNTUK PENINGKATAN EKONOMI DESA TUAPEJAT MENTAWAI, SUMATRA BARAT Solfiyeni, Solfiyeni; Mairawita, Mairawita; Mildawati, Mildawati; Pertiwi, Vera; Fadhlan, Adli; Ritonga, Muhammad Azli; Kusuma, Hendra; Sophia, Anggun; Karimi, Kasman; Pujani, Vera
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Volume 6 No. 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i2.41699

Abstract

Desa Tuapejat adalah sebuah desa yang terletak di kepulauan Mentawai dengan hasil budidaya masyarakat salahsatunya adalah talas. Talas merupakan tanaman lokal yang melimpah di wilayah ini, namun pemanfaatannya masih terbatas pada konsumsi tradisional, dan bahkan talas kadang hanya dijadikan sebagai makanan ternak di wilayah tersebut. Untuk meningkatkan nilai perekonomian masyarakat maka telah dilakukan kegiatan pelatihan pengolahan umbi talas menjadi berbagai macam makanan di desa Tuapejat. Kegiatan diikuti oleh peserta mitra dengan latar belakang ibu rumah tangga dan anggota PKK desa Tuapejat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pengolahan umbi talas, meningkatkan diversifikasi produk olahan umbi talas untuk menciptakan nilai tambah dan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat melalui pemasaran produk olahan talas. Program ini melibatkan sosialisasi dan praktik pembuatan berbagai olahan talas, seperti keripik talas dengan aneka rasa, nugget talas, cake talas, bola-bola talas isi cokelat, dodol talas cokelat, dan keripik talas balado. Peserta mitra diajarkan bagaimana pemilihan talas yang baik, cara mengupas, pengolahan dan pengemasan produk yang sudah jadi. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa para peserta, terutama ibu-ibu, mulai memproduksi dan menjual olahan berbasis talas secara kelompok maupun mandiri. Tim selalu memberikan pendampingan terhadap peserta mitra untuk memantau dan memberikan penyuluhan agar peserta mitra dapat meningkatkan produksi dan penjualannya. Kegiatan ini berkontribusi pada peningkatan keterampilan peserta serta membuka peluang usaha baru yang dapat meningkatkan pendapatan keluarga.