Chuchita Chuchita
Program Studi Kimia, Universitas Palangka Raya

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

INOVASI PANGAN LOKAL RIMBANG SEBAGAI SOLUSI PENCEGAHAN STUNTING DAN PEMBERDAYAAN KADER POSYANDU Efriyana Oksal; Abdul Hadjranul Fatah; Febrianto Afli; Chuchita Chuchita; Zimon Pereiz; Rahman Rahman; Azmi Malya Zaki; Alvin Sienna Atviaputra
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34691

Abstract

Abstrak: Stunting masih menjadi masalah kesehatan serius di Indonesia, khususnya di Kalimantan Tengah dengan prevalensi mencapai 27,4%. Permasalahan utama di Kelurahan Habaring Hurung adalah rendahnya pemanfaatan sumber daya pangan lokal yang kaya nutrisi, salah satunya rimbang (Solanum ferox Linn). Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader posyandu dalam pencegahan stunting melalui pelatihan pengolahan rimbang menjadi jajanan sehat bergizi. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, penyuluhan, workshop, dan praktikum, dengan melibatkan 20 kader posyandu sebagai mitra. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test berupa soal pilihan ganda sebanyak 5 soal dan 5 soal untuk tipe soal skala point 1-5, serta penilaian keterampilan praktik. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan kader sebesar 65% dan keterampilan pengolahan meningkat hingga 70%. Selain itu, 40% kader mulai memasarkan produk olahan rimbang sebagai usaha rumahan, sehingga berkontribusi pada peningkatan ekonomi keluarga. Program ini berhasil memberdayakan kader posyandu sebagai agen perubahan yang mampu mengedukasi masyarakat dan menyediakan alternatif pangan sehat berbasis potensi lokal.Abstract: Stunting remains a serious health problem in Indonesia, especially in Central Kalimantan, with a prevalence of 27.4%. The main problem in Habaring Hurung Village is the low utilization of local food resources that are rich in nutrients, one of which is rimbang (Solanum ferox Linn). This community service activity aims to increase the knowledge and skills of posyandu cadres in preventing stunting through training in processing rimbang into healthy and nutritious snacks. The methods used included socialization, counseling, workshops, and practical training, involving 20 posyandu cadres as partners. Evaluation was conducted through pre-tests and post-tests consisting of 5 multiple-choice questions and 5 questions on a 1-5 point scale, as well as practical skills assessment. The results of the activity showed a 65% increase in the cadres' knowledge and a 70% increase in their processing skills. Additionally, 40% of the cadres began marketing processed rimbang products as a home-based business, thereby contributing to improved family economics. This program successfully empowered posyandu cadres as agents of change capable of educating the community and providing healthy food alternatives based on local potential.
PENINGKATAN KEMANDIRIAN PETANI MELALUI SOSIALISASI KONVERSI BIOMASSA PASCAPANEN MENJADI PUPUK ORGANIK PADA KELOMPOK TANI SUKA MAJU Efriyana Oksal; Yanetri Asi Nion; Abdul Hadjranul Fatah; Chuchita Chuchita; Zimon Pereiz; Rokiy Alfanaar; Azmi Malya Zaki; Ahmad Rifai
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34268

Abstract

Abstrak: Tanah rawa gambut di wilayah Kelompok Tani Suka Maju memiliki tingkat keasaman tinggi dan daya ikat hara rendah, yang menjadi masalah produktivitas pertanian. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan solusi melalui sosialisasi konversi biomassa pascapanen menjadi pupuk biochar sebagai pupuk organik alternatif. Kegiatan dilaksanakan melalui penyuluhan, dan workshop dari tim ahli yang melibatkan kelompok tani sebagai mitra, dengan jumlah peserta sebanyak 25 orang. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan biochar peserta sebesar 90%, peningkatan fungsi biochar 80%, serta jenis limbah biomasa untuk biochar 80%. Inovasi ini dinilai mampu memperbaiki struktur tanah, meningkatkan kapasitas tukar kation, serta mendukung praktik pertanian berkelanjutan di lahan gambut.Abstract: The peat swamp soils in the Suka Maju Farmer Group area are highly acidic and have low nutrient retention, limiting agricultural productivity. This community service program aims to address the issue by promoting the conversion of post-harvest biomass into biochar as an alternative organic fertilizer. The activities included socialization, and workshops, involving farmer group as a mitra. The results showed an increase in participants' biochar knowledge by 90%, an increase in biochar function by 80%, and an increase in the type of biomass waste for biochar by 80%. This innovation is proven to improve soil structure, enhance cation exchange capacity, and support sustainable farming practices on peatlands. 
PELATIHAN PEMBUATAN LILIN AROMATERAPI DALAM PENINGKATAN KREATIVITAS SISWA SMAN 1 KASONGAN Efriyana Oksal; Abdul Hadjranul Fatah; Chuchita Chuchita; Zimon Pereiz; M. Zainuddin Lutfi Fauzi; Nisa Kartika Komara; Inten Pangestika
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 2 (2025): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i2.29185

Abstract

Abstrak: Pelatihan pembuatan lilin aromaterapi memiliki peran penting dalam meningkatkan keterampilan praktis dan kreativitas siswa. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan hardskill siswa dalam pembuatan lilin aromaterapi, sehingga mereka memiliki bekal keterampilan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari maupun sebagai peluang wirausaha. Metode pelatihan yang digunakan meliputi pemberian materi secara ceramah dan praktik langsung pembuatan lilin aromaterapi. Peserta kegiatan ini adalah 80 siswa/i dari SMAN 1 Kasongan. Diakhir kegiatan pelatihan dilakukan evaluasi dengan pengisian angket oleh peserta untuk menilai pemahaman dan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa 81,25% peserta memahami metode pembuatan lilin aromaterapi, sedangkan 90% peserta mampu membuat lilin aromaterapi secara mandiri. Dengan demikian, pelatihan ini terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan praktis dan kreativitas siswa.Abstract: The aromatherapy candle-making training plays an important role in enhancing students' practical skills and creativity. This activity aims to enhance students' hard skills in making aromatherapy candles, so they have a set of skills that can be applied in daily life as well as entrepreneurial opportunities. The training methods used include lectures and hands-on practice in making aromatherapy candles. The participants of this activity are 80 students from SMAN 1 Kasongan. At the end of the training activities, an evaluation was conducted with participants filling out a questionnaire to assess the understanding and skills acquired during the training. The evaluation results show that 81.25% of the participants understand the method of making aromatherapy candles, while 90% of the participants are able to make aromatherapy candles independently. Thus, this training has proven effective in enhancing students' practical skills and creativity.