Yuwinti Nearti
Agribisnis, Universitas Sumatera Selatan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PEMBERDAYAAN WIRAUSAHA PEREMPUAN TRANSMIGRASI DALAM PENGELOLAAN JAMUR TIRAM SEBAGAI UPAYA MENDUKUNG KETAHANAN PANGAN TERPADU Yuwinti Nearti; Vanesha Rahmania; Nirmala Jayanti; Hadi Syaputra; Serly Oktarina
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 6 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i6.27548

Abstract

Abstrak: Jamur tiram yang produksi semakin meningkat dan umur simpannya rendah maka perlu adanya pengolahan berupa abon. Abon jamur merupakan lauk siap saji atau makanan ringan serta sehat dengan karakteristik kering, renyah dan gurih. Tujuan kegiatan PkM ini untuk meningkatkan jumlah produk dari pengolahan jamur tiram menjadi abon dengan implementasi inovasi pada proses pengeringan, memperbaiki strategi pemasaran produk abon dengan packaging dan perizinan produk mengadopsi pemasaran serta pembukuan secara digital. Wirausaha perempuan transmigrasi terdiri dari 25 orang wirausaha yang tergabung dalam Koperasi BMT Trans Mekar Sari Mandiri terletak di Desa Muliasari Kecamatan Tanjung Lago. Metode pengabdian menggunakan pendekatan partisipatif aktif, diawali dengan kegiatan persiapan, dan sosialisasi, pelatihan, pendampingan jamur tiram jadi abon, pemasaran serta pembukuan digital. Hasil peningkatan mitra menunjukkan bahwa wirausaha perempuan transmigrasi bahwa 55,56% (SS) mendukung semua kegiatan dalam program pendampingan sedangkan 28% (KS) dikarenakan mitra belum memahami pembukuan secara online dan media sosial secara luas baik dalam bentuk konten maupun label abon yang menarik. Kegiatan pemberdayaan menunjukkan bahwa wirausaha perempuan transmigrasi telah berdaya dalam menerapkan mesin spinner, packaging, hand sealer dan timbangan digital dalam mengolah jamur tiram menjadi abon sudah dilatih dan dibimbing untuk memanfaatkan pemasaran dan pembukuan secara digital dengan membuat website, instagram, facebook, tiktok dan buku warung.Abstract: Oyster mushroom production is increasing and the shelf life is low, so it is necessary to process it in the form of shredded meat. Shredded mushrooms are a ready-to-eat side dish or light and healthy food with dry, crunchy and tasty characteristics. The aim of this PkM activity is to increase the number of products from processing oyster mushrooms into shredded meat by implementing innovations in the drying process, improving marketing strategies for shredded products by packaging and product licensing adopting digital marketing and bookkeeping. Transmigration women entrepreneurs consist of 25 entrepreneurs who are members of the BMT Trans Mekar Sari Mandiri Cooperative located in Muliasari Village, Tanjung Lago District. The service method uses an active participatory approach, starting with preparation activities and outreach, training, assistance with shredded oyster mushrooms, marketing and digital bookkeeping. The results of increasing partners show that women entrepreneurs transmigration that 55.56% (SS) supports all activities in the mentoring program while 28% (KS) is because partners do not understand online bookkeeping and social media widely, both in the form of content and attractive shredded labels. Empowerment activities show that transmigration women entrepreneurs are empowered in using machines spinner, packaging, hand sealer and digital scales in processing oyster mushrooms into shredded meat have been trained and guided to utilize digital marketing and bookkeeping by creating websites, Instagram, Facebook, TikTok and stall books.
PENDAMPINGAN PETANI DALAM OPTIMALISASI DOSIS PUPUK HAYATI OPTIMA SOLUTION PT PUSRI UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS JAGUNG MANIS DI DEMONSTRASI PLOT Yuwinti Nearti; Nirmala Jayanti; Eka Mulyana
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 3 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i3.39919

Abstract

Abstrak: Pengabdian ini bertujuan mengoptimalkan dosis Pupuk Hayati Optima Solution pada budidaya jagung manis di Desa Sungai Dua, Banyuasin, melalui pendampingan partisipatif berbasis andragogi. Kegiatan melibatkan 25 petani mitra Kelompok Tani Selat Kandis 2 dengan pendekatan teori 20% dan praktik 80% melalui tiga tahapan: persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil menunjukkan dosis 5 L/ha (O-5) memberikan produktivitas tertinggi 16,6 ton/ha, meningkat 25,8% dibanding kontrol (13,2 ton/ha), sedangkan dosis 7 L/ha menurunkan produksi menjadi 11,8 ton/ha akibat ketidakseimbangan hara. Capaian pemberdayaan menunjukkan peningkatan pengetahuan petani sebesar 62,5% serta keterampilan mandiri dalam aplikasi pupuk hayati. Dampak ekonomi meningkatkan pendapatan bersih 31,8% (dari Rp52.280.000 menjadi Rp68.920.000/ha) dengan R/C Ratio meningkat dari 4,81 menjadi 5,89, serta menekan biaya pupuk anorganik hingga 30-50%. Program ini juga memperkuat kelembagaan kelompok tani dan mendorong pertanian berkelanjutan melalui kemitraan strategis dengan PT Pusri, pemerintah daerah, dan offtaker.Abstract: Sweet corn farmers in Sungai Dua Village face low productivity due to declining soil fertility, heavy reliance on inorganic fertilizers, and caterpillar infestations. Knowledge of optimizing the dosage of PT PUSRI's Optima Solution biofertilizer remains very limited. Educating and assisting farmers in applying Optima Solution biofertilizer with the right dosage for cost efficiency, increased productivity, and sustainable farm income. Participatory assistance in the Demonstration Plot (Demplot) includes training and practice of tiered dose application (3, 5, 7 L/ha) for 5 partner farmers. Evaluation was conducted through pre-test, post-test, and harvest productivity measurement. The training increased farmers' knowledge from 35.7% to 85.2%. The application of a dose of 5 L/ha increased sweet corn productivity by 25.8% (from 13.2 tons/ha to 16.6 tons/ha), and increased farmers' income from IDR 66 million to IDR 83 million per hectare per planting season. biofertilizer; optima solution; sweet corn; farmer assistance; productivity.