Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EDUKASI HIDROPONIK SEBAGAI PERTANIAN ALTERNATIF BAGI CALON PETANI MILLENIAL DI DESA MERANJAT II KECAMATAN INDRALAYA SELATAN KABUPATEN OGAN ILIR Eka Mulyana; Agustina Bidarti; M. Yamin; Serly Novita Sari; Desliana Opie Harliani
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 5: Oktober 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v2i5.3583

Abstract

Pertanian adalah kegiatan manusia yang menggunakan sumber daya hayati untuk menghasilkan makanan, bahan baku industri atau energi, dan untuk mengelola lingkungan. Pertanian memegang peranan penting dalam perekonomian Indonesia. Namun, salah satu masalah utama yang muncul di sektor pertanian adalah rendahnya produktivitas tenaga kerja sumber daya manusianya. Pembangunan pertanian menghadapi serangkaian tantangan dalam proses suksesi sistem manajemen usaha pertanian. Faktor-faktor yang menentukan regenerasi petani antara lain karakteristik generasi muda, dukungan dari lingkungan keluarga, masyarakat, pemerintah, peran penyuluh pertanian, serta partisipasi generasi muda di bidang pertanian. Selain itu petani masih dianggap sebagai profesi yang kurang menjanjikan sehingga menyebabkan generasi muda tidak berminat terhadap kegiatan pertanian. Desa Meranjat II Kecamatan Indralaya Selatan Kabupaten Ogan Ilir merupakan salah satu Desa yang berada di Provinsi Sumatera Selatan yang sebagian besar masyarakatnya berprofesi sebagai petani, tetapi ketika tidak musim panen mereka beralih profesi sebagai pengrajin. Kendati masyarakatnya berprofesi sebagai petani, akan tetapi generasi muda di Desa Meranjat II nampaknya kurang berminat untuk melakukan regenerasi petani menggantikan orang tuanya, jika keadaan seperti ini dibiarkan maka keberlanjutan pertanian akan stagnan bahkan mengalami penurunan.Oleh karena itu diperlukan suatu cara untuk meningkatkan minat generasi muda terhadap pertanian, yaitu melalui kegiatan sosialisasi dan pendidikan yang ditujukan kepada generasi muda itu sendiri, kelompok tani dan keluarga. Tujuan diadakannya kegiatan edukasi hidroponik sebagai pertanian alternatif bagi calon petani milenial di Desa Meranjat II merupakan upaya untuk meningkatkan minat kaum milenial terhadap sektor pertanian dengan harapan generasi muda di Desa Meranjat II dapat membantu mewujudkan rencana strategis Kementerian Pertanian yaitu memfokuskan pembangunan pertanian melalui konsep pembangunan pertanian berkelanjutan
PENDAMPINGAN PETANI DALAM OPTIMALISASI DOSIS PUPUK HAYATI OPTIMA SOLUTION PT PUSRI UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS JAGUNG MANIS DI DEMONSTRASI PLOT Yuwinti Nearti; Nirmala Jayanti; Eka Mulyana
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 3 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i3.39919

Abstract

Abstrak: Pengabdian ini bertujuan mengoptimalkan dosis Pupuk Hayati Optima Solution pada budidaya jagung manis di Desa Sungai Dua, Banyuasin, melalui pendampingan partisipatif berbasis andragogi. Kegiatan melibatkan 25 petani mitra Kelompok Tani Selat Kandis 2 dengan pendekatan teori 20% dan praktik 80% melalui tiga tahapan: persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil menunjukkan dosis 5 L/ha (O-5) memberikan produktivitas tertinggi 16,6 ton/ha, meningkat 25,8% dibanding kontrol (13,2 ton/ha), sedangkan dosis 7 L/ha menurunkan produksi menjadi 11,8 ton/ha akibat ketidakseimbangan hara. Capaian pemberdayaan menunjukkan peningkatan pengetahuan petani sebesar 62,5% serta keterampilan mandiri dalam aplikasi pupuk hayati. Dampak ekonomi meningkatkan pendapatan bersih 31,8% (dari Rp52.280.000 menjadi Rp68.920.000/ha) dengan R/C Ratio meningkat dari 4,81 menjadi 5,89, serta menekan biaya pupuk anorganik hingga 30-50%. Program ini juga memperkuat kelembagaan kelompok tani dan mendorong pertanian berkelanjutan melalui kemitraan strategis dengan PT Pusri, pemerintah daerah, dan offtaker.Abstract: Sweet corn farmers in Sungai Dua Village face low productivity due to declining soil fertility, heavy reliance on inorganic fertilizers, and caterpillar infestations. Knowledge of optimizing the dosage of PT PUSRI's Optima Solution biofertilizer remains very limited. Educating and assisting farmers in applying Optima Solution biofertilizer with the right dosage for cost efficiency, increased productivity, and sustainable farm income. Participatory assistance in the Demonstration Plot (Demplot) includes training and practice of tiered dose application (3, 5, 7 L/ha) for 5 partner farmers. Evaluation was conducted through pre-test, post-test, and harvest productivity measurement. The training increased farmers' knowledge from 35.7% to 85.2%. The application of a dose of 5 L/ha increased sweet corn productivity by 25.8% (from 13.2 tons/ha to 16.6 tons/ha), and increased farmers' income from IDR 66 million to IDR 83 million per hectare per planting season. biofertilizer; optima solution; sweet corn; farmer assistance; productivity.