Silvia Lagebada
Universitas Tadulako

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KEEFEKTIFAN KONSELING KELOMPOK DENGAN TEKNIK STRESS INOCULATION TRAINING UNTUK MENGURANGI ACADEMIC BURNOUT MAHASISWA Silvia Lagebada; Ikhlas Rasido; Hasan Hasan; Dian Fitriani
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i4.13223

Abstract

Academic burnout is a significant problem that can interfere with students’ academic engagement and functioning in responding to academic demands. This condition requires an intervention that not only reduces academic pressure but also equips students with adaptive stress-management skills. This study aimed to examine the effectiveness of group counseling based on Cognitive Behavioral Therapy (CBT) combined with Stress Inoculation Training (SIT) in reducing academic burnout among university students. The study employed a quantitative approach with a quasi-experimental Non-Equivalent Control Group Design. The participants were 12 students from the Guidance and Counseling Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, Tadulako University, selected through purposive sampling based on an initial screening of 62 students and divided into an experimental group and a control group, with six students in each group. The experimental group received five sessions of CBT-based group counseling incorporating SIT, while the control group received conventional group counseling. Data were collected using the Maslach Burnout Inventory-Student Survey (MBI-SS) and analyzed using the Mann-Whitney U test. The results showed that the mean academic burnout score in the experimental group decreased from 76.00 to 49.17, while the control group decreased from 66.50 to 55.33. The Mann-Whitney U test yielded an Asymp. Sig. value of 0.031 (< 0.05), indicating a significant difference between the two groups following the intervention. Therefore, CBT-based group counseling incorporating SIT was more effective in reducing academic burnout than conventional group counseling. ABSTRAK Academic burnout merupakan permasalahan yang dapat mengganggu keterlibatan dan keberfungsian mahasiswa dalam memenuhi tuntutan akademik. Kondisi tersebut memerlukan intervensi yang tidak hanya mengurangi tekanan akademik, tetapi juga membekali mahasiswa dengan keterampilan mengelola stres secara adaptif. Penelitian ini bertujuan untuk menguji keefektifan konseling kelompok berbasis Cognitive Behavioral Therapy (CBT) dengan teknik Stress Inoculation Training (SIT) dalam mengurangi academic burnout mahasiswa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-experimental Non-Equivalent Control Group Design. Subjek penelitian berjumlah 12 mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling FKIP Universitas Tadulako yang dipilih melalui purposive sampling berdasarkan hasil skrining terhadap 62 mahasiswa, kemudian dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, masing-masing enam mahasiswa. Kelompok eksperimen memperoleh konseling kelompok berbasis CBT dengan teknik SIT dalam lima sesi, sedangkan kelompok kontrol memperoleh konseling kelompok konvensional. Data dikumpulkan menggunakan skala Maslach Burnout Inventory-Student Survey (MBI-SS) dan dianalisis menggunakan uji Mann-Whitney U. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor academic burnout kelompok eksperimen menurun dari 76,00 menjadi 49,17, sedangkan kelompok kontrol menurun dari 66,50 menjadi 55,33. Hasil uji Mann-Whitney U menunjukkan nilai Asymp. Sig. sebesar 0,031 (< 0,05), yang menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara kedua kelompok setelah intervensi. Dengan demikian, konseling kelompok berbasis CBT dengan teknik SIT lebih efektif dalam mengurangi academic burnout dibandingkan konseling kelompok konvensional.