Eka Putri Wiyati
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Hubungan Rasionalitas Penggunaan Obat Terhadap Outcome Klinis Pada Pasien Demam Berdarah Dengue (DBD) Di RSUD Dr. M. Yunus Bengkulu Januari-Oktober 2024 sintya dawam; Nurwani Purnama Aji; Eka Putri Wiyati
Jurnal Komunitas Farmasi Nasional Vol. 5 No. 02 (2025): Jurnal Komunitas Farmasi Nasional
Publisher : Akademi Farmasi Yarsi Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kasus yang terjadi karena adanya virus dengue dan disebabkan melalui gigitan nyamuk aedes aegypti merupakan salah satu penyakit menular yang disebut Demam Berdarah Dengue (DBD). Kasus ini di Indonesia terjadi peningkatan pada tahun 2024. Diberikan pengobatan suportif dan simptomatik yang tepat dapat mempengaruhi keberhasilan pengobatan pada pasien. Tujuannya mengetahui antara hubungan rasionalitas penggunaan obat antipiretik-analgesik dan terapi cairan terhadap outcome klinis suhu badan dan jumlah trombosit pasien rawat inap di RSUD Dr. M. Yunus Bengkulu. Penelitian ini menggunakan metode analitik observasional mendekati cross sectional dan diambil datanya secara retrospektif. Sampel yang diteliti sebanyak 100 pasien selama periode Januari-Oktober 2024. Rasionalitas penggunaan obat pada penelitian ini mendapatkan hasil tepat diagnosis 99%, tepat indikasi 100%, tepat pemilihan obat antipiretik-analgesik 92% dan terapi cairan 100%, tepat dosis antipiretik-analgesik 95% dan terapi cairan 85%, tepat lama pemberian obat 99%, tepat cara pemberian, tepat interval waktu pemberian, tepat pasien, dan tepat informasi sebanyak 100%. Analisis rasionalitas penggunaan obat antipiretik-analgesik terhadap suhu badan dengan uji chi-Square mendapatkan hasil p 0,017 (p<0,05), artinya memiliki hubungan yang signifikan. Sedangkan rasionalitas penggunaan terapi cairan terhadap jumlah trombosit dengan uji chi-square mendapatkan hasil p 0,021 (p<0,05), artinya memiliki hubungan yang signifikan. Kata kunci: Demam Berdarah Dengue, Rasionalitas, Outcome Klinis, Antipiretik- Analgesik, Terapi Cairan
Formulasi Uji Efektivitas Lotion Ekstrak Raspberry (Rubus Rosifolius sm.) Sebagai Repellent Nyamuk Anggrainy Eka Putri; Eka Putri Wiyati; Dede Handika
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 9 No. 3 (2026): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v9i3.4570

Abstract

Nyamuk adalah salah satu vektor utama yang berperan dalam penularan penyakit infeksi, seperti demam berdarah dengue (DBD), malaria, dan chikungunya, sehingga diperlukan repellent yang aman dan efektif. Buah raspberry (Rubus rosifolius Sm.) memiliki kandungan senyawa metabolit sekunder berupa flavonoid, antosianin, dan senyawa fenolik untuk repellent alami. Tujuan penelitian ini memformulasikan ekstrak buah raspberry dalam bentuk sediaan lotion, mengevaluasi mutu fisik sediaan, serta menguji efektivitasnya sebagai repellent nyamuk. Ekstraksi bahan menggunakan metode maserasi dengan etanol 96% sebagai pelarut, kemudian ekstrak diformulasikan ke dalam formula F0 (0%), F1 (2%), F2 (3%), dan F3 (4%). Evaluasi mutu fisik sediaan mencakup pengujian organoleptis, homogenitas, viskositas, daya lekat, daya sebar, serta pH. Uji efektivitas repellent dilakukan selama enam jam dengan mengamati jumlah nyamuk yang hinggap pada setiap formula. Analisis data yang digunakan uji statistik yang meliputi uji normalitas Shapiro–Wilk, uji homogenitas Levene’s Test, dilanjutkan dengan One Way ANOVA dan uji post hoc Tukey HSD pada tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian, semua formula menunjukkan karakteristik fisik yang sesuai dengan persyaratan mutu sediaan yang telah ditetapkan. Peningkatan konsentrasi ekstrak buah raspberry berpengaruh signifikan terhadap efektivitas daya tolak nyamuk, dengan formula F3 (4%) menunjukkan efektivitas terbaik. Ekstrak buah raspberry (Rubus rosifolius Sm.) memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai sumber bahan aktif alami dalam formulasi sediaan lotion repellent nyamuk
Efektivitas Gel Ekstrak Etanol Daun Lempipi (Gymnema inodorum (Lour) Decne) terhadap Penyembuhan Luka Bakar Derajat II pada Kelinci Jantan Dhea Nur Andina; Nurwani Purnama Aji; Eka Putri Wiyati
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 9 No. 3 (2026): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v9i3.4591

Abstract

Luka bakar derajat II menyebabkan kerusakan pada jaringan kulit yang menuntut penanganan yang cepat dan tepat, baik untuk mempercepat pemulihan maupun mencegah timbulnya infeksi. Tanaman lempipi (Gymnema inodorum (Lour) Decne) diketahui kaya akan senyawa flavonoid, saponin, dan tanin, yang masing-masing berpotensi memberikan efek antioksidan, antiinflamasi, dan antibakteri. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan menilai sejauh mana gel yang diformulasikan dari ekstrak etanol daun lempipi mampu mempercepat proses penyembuhan luka bakar derajat II pada hewan uji kelinci jantan (Oryctolagus cuniculus), sekaligus mencari tahu konsentrasi manakah yang memberikan hasil paling optimal. Metode yang diterapkan berbentuk eksperimental, dengan membagi subjek penelitian ke dalam beberapa kelompok perlakuan: kelompok kontrol positif yang diberi Bioplacenton®, kelompok kontrol negatif yang hanya diberi basis gel tanpa kandungan zat aktif, kelompok yang diberi ekstrak daun lempipi tanpa proses formulasi gel, serta tiga kelompok gel ekstrak dengan konsentrasi berbeda, yaitu 2,5% (F1), 5% (F2), dan 7,5% (F3). Data berupa diameter luka yang diukur pada hari ketujuh selanjutnya diuji secara statistik memakai One-Way ANOVA, dan bila ditemukan perbedaan yang bermakna, dilanjutkan dengan uji Tukey HSD. Dari hasil uji One-Way ANOVA, terlihat adanya perbedaan yang bermakna secara statistik di antara kelompok-kelompok yang diuji, ditunjukkan oleh nilai F sebesar 42,764 dan nilai p = 0,000 (p ≤ 0,05). Sementara itu, hasil uji lanjut Tukey HSD mengungkap bahwa kelompok F3 dengan konsentrasi 7,5% tidak memperlihatkan perbedaan yang bermakna jika dibandingkan dengan kelompok kontrol positif (p = 0,793) ataupun kelompok yang hanya diberi ekstrak lempipi (p = 0,541). Sebaliknya, kelompok F3 justru menunjukkan perbedaan yang signifikan bila dibandingkan dengan kelompok kontrol negatif, F1, maupun F2 (p ≤ 0,05). Berdasarkan temuan-temuan tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa formulasi gel ekstrak etanol daun lempipi dengan konsentrasi 7,5% merupakan pilihan yang paling efektif dalam mempercepat penyembuhan luka bakar derajat II.