Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Algoritma Dan Viralitas Dalam Era Post-Truth: Tenggelamnya Narasi Permintaan Maaf Knetz Di Tengah Konflik Knetz Vs SEAblings Nazwa Annisa; Nency Siagian; Ezra Dwi Astuti Saragih; Mory Nadya Ompusunggu; Ika Ramadhani; Mara Untung
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Vol. 8 No. 1 (2026): March
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/kopula.v8i1.9834

Abstract

Penelitian ini mengkaji bagaimana algoritma media sosial dan viralitas mempengaruhi konflik digital pada era post-truth, khususnya dalam perselisihan antara komunitas Knetz dan SEAblings di media sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data melalui studi pustaka serta pengamatan terhadap unggahan dan interaksi pengguna pada platform X. Hasil penelitian menunjukkan bahwa algoritma media sosial cenderung memprioritaskan konten yang menghasilkan interaksi tinggi, seperti komentar, likes, dan shares. Akibatnya, konten yang bersifat kontroversial dan memicu emosi terkait konflik tersebut menyebar lebih cepat dan mendominasi linimasa pengguna, sementara unggahan yang berisi klarifikasi atau permintaan maaf justru mendapatkan visibilitas dan interaksi yang lebih rendah. Kondisi ini menunjukkan bahwa pada era post-truth, opini publik di media sosial sering kali lebih dipengaruhi oleh reaksi emosional dan logika viralitas dibandingkan fakta objektif, sehingga narasi konflik lebih mudah diperkuat sementara upaya rekonsiliasi menjadi kurang terlihat dalam ruang diskursus publik digital
Diglosia dan Pilihan Bahasa dalam Transaksi "Eco-Friendly" di Pasar Modern versus Pasar Tradisional: Studi Sosiolinguistik di Kota Medan Devi Silaban; Irma Laura Elizabet Hutauruk; Najwa Syalsabila; Nency Siagian; Putri Dea Shapitri
Komprehensif Vol 4 No 1 (2026)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji bagaimana perbedaan pasar tradisional dan pasar modern di Kota Medan tercermin secara mendalam melalui pilihan bahasa, pola diglosia, kesadaran ekologi, dan konstruksi identitas sosial-ekonomi pelaku transaksi. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain etnografi linguistik, observasi dilakukan di tiga lokasi: Indomaret MMTC, Swalayan Maju Bersama MMTC, dan Pasar Tradisional MMTC. Peneliti mengamati dan merekam percakapan antara kasir dan pembeli terkait penggunaan kantong belanja. Data dikumpulkan dari 2 kasir Indomaret, 2 kasir Swalayan Maju Bersama, dan 2 pedagang di pasar tradisional, dengan total 48 tuturan yang dianalisis. Ditemukan bahwa Indomaret tidak lagi menyediakan kantong plastik namun juga tidak menawarkan alternatif pengganti. Swalayan Maju Bersama masih menggunakan kantong plastik putih dan menyediakan tas kain di samping kasir, namun tidak ditawarkan secara aktif kepada pembeli. Pasar tradisional masih menggunakan kantong plastik (kresek) secara bebas. Pola bahasa yang ditemukan mengonfirmasi diglosia berlapis: bahasa Inggris sebagai super-H di supermarket, bahasa Indonesia formal sebagai H, dan bahasa daerah atau informal sebagai L di pasar tradisional.