Rafi Maulana Prasetyawan
Politeknik Penerbangan Indonesia Curug

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Kebutuhan Sistem Penyalur Petir pada Gedung Pertolongan Kecelakaan Pesawat di Bandar Udara Nusawiru Mario Claudio Steven Ohoitimur; Ahmad Kosasih; Rafi Maulana Prasetyawan
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.9105

Abstract

Gedung Pertolongan Kecelakaan Pesawat dan Pemadam Kebakaran (PKP-PK) yang baru dibangun di Bandar Udara Nusawiru hingga saat ini belum dilengkapi dengan sistem penyalur petir eksternal maupun sistem pembumian khusus, sehingga berpotensi mengalami kerusakan struktur dan gangguan operasional layanan gawat darurat akibat sambaran petir. Penelitian ini dilakukan untuk menguji kelayakan teknis serta memastikan apakah Gedung PKP-PK sudah ternaungi oleh zona proteksi penangkal petir bangunan di sekitarnya (Tower ATC dan Gedung EOC) atau membutuhkan instalasi penyalur petir mandiri. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis risiko sambaran petir, memetakan cakupan zona proteksi eksisting, serta menentukan kebutuhan kelas proteksi petir pada Gedung PKP-PK. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif-komparatif melalui pengumpulan data dimensi bangunan, pencatatan data hari guruh BMKG, pengukuran nilai resistansi pembumian menggunakan earth tester, serta perhitungan numerik berbasis standar. Pemilihan metode ini didasarkan pada kebutuhan analisis teknis yang presisi melalui kalkulasi matematis serta komparasi langsung kondisi lapangan terhadap standar PUIPP, SNI 03-7015-2004, IEC 62305, NF C 17-102, dan PUIL 2020. Hasil penelitian menunjukkan frekuensi sambaran petir langsung tahunan pada Gedung PKP-PK ( ) melampaui batas toleransi ( ) dengan efisiensi proteksi . Evaluasi jangkauan proteksi menunjukkan radius Tower ATC ( ) dan Gedung EOC ( ) tidak mencakup seluruh dimensi Gedung PKP-PK ( ). Kesimpulannya, Gedung PKP-PK berada dalam unprotected zone dan secara teknis wajib dipasangi sistem penyalur petir eksternal mandiri pada Tingkat Proteksi I. Rekomendasi penelitian lanjutan mencakup perancangan sistem proteksi internal (Surge Protective Device) untuk melindungi perangkat elektronik sensitif di dalam gedung serta simulasi Tiga dimensi berbasis rolling sphere method.
Rancangan Reinstalasi Precision Approach Path Indicator menggunakan Dual Sirkuit Otomatis Runway 25R Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta Viyuga Ade Putra Suryana; Zulina Kurniawati; Rafi Maulana Prasetyawan
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.9116

Abstract

Keandalan sistem Precision Approach Path Indicator (PAPI) sangat menentukan keselamatan pendaratan pesawat, khususnya di bandara dengan kepadatan lalu lintas udara tinggi seperti Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta. Saat ini, PAPI pada runway 25R masih terhubung dalam satu sirkuit dan disuplai oleh satu unit Constant current regulator (CCR), sehingga gangguan pada salah satu komponen dapat menyebabkan seluruh lampu PAPI padam total, sebagaimana terjadi pada insiden padamnya PAPI runway 25R pada 9 Oktober 2025 akibat kabel power yang terputus. Penelitian ini bertujuan merancang reinstalasi jaringan PAPI menggunakan konfigurasi dua sirkuit otomatis melalui selector cabinet berbasis Programmable Logic Controller (PLC) guna meningkatkan keandalan sistem. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) level 1 yang berfokus pada tahap perancangan tanpa pembuatan produk fisik, dengan teknik pengumpulan data berupa studi literatur, observasi lapangan, dan wawancara terhadap supervisor Unit Visual Aid. Hasil penelitian menunjukkan rancangan dua sirkuit membutuhkan penambahan satu unit CCR berkapasitas 5 kVA dan jalur kabel FL2XCY sepanjang 1.264 meter yang lebih pendek dari jalur eksisting (1.636 meter), sehingga rugi daya kabel primer menurun dari 45,1 W menjadi 43,56 W. Pengujian logika interlock PLC melalui simulasi Human Machine Interface (HMI) membuktikan sistem mampu mengalihkan suplai daya secara otomatis ke sirkuit cadangan ketika sirkuit utama mengalami gangguan tanpa menyebabkan lampu PAPI padam, dan hasil simulasi ETAP menunjukkan tegangan sistem rancangan (311 V) tetap berada dalam rentang aman dibandingkan kondisi eksisting (316 V). Penelitian ini menghasilkan Detail Engineering Design (DED), Rencana Kerja dan Syarat (RKS), serta Bill of Quantity (BOQ) yang dapat dijadikan acuan teknis dalam meningkatkan keandalan sistem PAPI di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, dengan rekomendasi penelitian lanjutan pada perancangan media komunikasi jaringan monitoring secara lebih mendalam.