Keandalan sistem Precision Approach Path Indicator (PAPI) sangat menentukan keselamatan pendaratan pesawat, khususnya di bandara dengan kepadatan lalu lintas udara tinggi seperti Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta. Saat ini, PAPI pada runway 25R masih terhubung dalam satu sirkuit dan disuplai oleh satu unit Constant current regulator (CCR), sehingga gangguan pada salah satu komponen dapat menyebabkan seluruh lampu PAPI padam total, sebagaimana terjadi pada insiden padamnya PAPI runway 25R pada 9 Oktober 2025 akibat kabel power yang terputus. Penelitian ini bertujuan merancang reinstalasi jaringan PAPI menggunakan konfigurasi dua sirkuit otomatis melalui selector cabinet berbasis Programmable Logic Controller (PLC) guna meningkatkan keandalan sistem. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) level 1 yang berfokus pada tahap perancangan tanpa pembuatan produk fisik, dengan teknik pengumpulan data berupa studi literatur, observasi lapangan, dan wawancara terhadap supervisor Unit Visual Aid. Hasil penelitian menunjukkan rancangan dua sirkuit membutuhkan penambahan satu unit CCR berkapasitas 5 kVA dan jalur kabel FL2XCY sepanjang 1.264 meter yang lebih pendek dari jalur eksisting (1.636 meter), sehingga rugi daya kabel primer menurun dari 45,1 W menjadi 43,56 W. Pengujian logika interlock PLC melalui simulasi Human Machine Interface (HMI) membuktikan sistem mampu mengalihkan suplai daya secara otomatis ke sirkuit cadangan ketika sirkuit utama mengalami gangguan tanpa menyebabkan lampu PAPI padam, dan hasil simulasi ETAP menunjukkan tegangan sistem rancangan (311 V) tetap berada dalam rentang aman dibandingkan kondisi eksisting (316 V). Penelitian ini menghasilkan Detail Engineering Design (DED), Rencana Kerja dan Syarat (RKS), serta Bill of Quantity (BOQ) yang dapat dijadikan acuan teknis dalam meningkatkan keandalan sistem PAPI di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, dengan rekomendasi penelitian lanjutan pada perancangan media komunikasi jaringan monitoring secara lebih mendalam.