Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fundamental saham PT Bank Central Asia Tbk tahun 2025 menggunakan pendekatan Top-Down yang mencakup analisis makroekonomi, industri, dan perusahaan, serta merumuskan inovasi digital CASA-GenZ sebagai strategi mempertahankan dana murah dari generasi Z. Metode yang digunakan adalah kajian literatur konseptual dengan mengacu pada laporan resmi Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, laporan keuangan perusahaan, riset sekuritas, serta artikel jurnal nasional terkait. Hasil analisis menunjukkan bahwa perlambatan produk domestik bruto menjadi 4,9 persen, inflasi moderat 3,6–4,0 persen, suku bunga acuan tinggi 5,75 persen, dan fluktuasi nilai tukar rupiah memberikan tekanan signifikan terhadap likuiditas perbankan nasional serta menurunkan rasio dana murah industri ke kisaran 65–70 persen. Meskipun demikian, PT Bank Central Asia Tbk mampu mempertahankan kinerja fundamental sangat kuat dengan imbal hasil ekuitas 21,1 persen, porsi dana murah 84,6 persen, dan rasio kecukupan modal 27,4 persen, jauh melampaui rata-rata industri. Keunggulan struktur pendanaan murah ini menjadi kunci profitabilitas dan ketahanan perusahaan. Sebagai solusi strategis atas ancaman migrasi nasabah muda ke layanan keuangan digital nonbank, konsep CASA-GenZ yang mengintegrasikan gamifikasi dan dorongan perilaku diusulkan untuk memperkuat retensi generasi Z dan menjaga basis dana murah. Integrasi teori dari jurnal JIMEK dan As-Syirkah menegaskan bahwa fundamental makro, struktur modal, kinerja keuangan, opini audit, dan tata kelola perusahaan berperan dalam menjaga nilai perusahaan. Simpulan penelitian menegaskan bahwa pendekatan Top-Down mampu menjelaskan hubungan antara kondisi makro, tekanan industri, dan fundamental perusahaan, serta bahwa inovasi digital berbasis perilaku merupakan langkah strategis dalam mempertahankan nilai perusahaan perbankan.