Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Keinginan dan Kebutuhan Sebagai Dasar Perencanaan Konsep Manajemen Pemasaran cristina martalia br sitepu; Egi Malemta Gunana Sebayang
Jurnal Ilmu Manajemen dan Pendidikan | E-ISSN : 3062-7788 Vol. 3 No. 1 (2026): April - Juni
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62379/jimp.v3i1.2008

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kebutuhan (needs) dan keinginan (wants) sebagai dasar perencanaan konsep manajemen pemasaran. Kebutuhan dan keinginan merupakan elemen utama yang memengaruhi perilaku konsumen serta menjadi landasan bagi perusahaan dalam merancang strategi pemasaran yang efektif. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research) melalui pengumpulan data dari berbagai sumber literatur berupa buku, jurnal ilmiah, artikel akademik, dan dokumen pendukung yang relevan. Teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis isi (content analysis) untuk mengidentifikasi, mengkaji, dan menginterpretasikan konsep-konsep yang berkaitan dengan kebutuhan, keinginan, dan perencanaan pemasaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan dan keinginan konsumen memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan arah perencanaan pemasaran, mulai dari segmentasi pasar, pengembangan produk, penciptaan nilai pelanggan, hingga penyusunan strategi pemasaran yang berorientasi pada konsumen. Selain itu, perkembangan teknologi digital semakin menuntut perusahaan untuk memahami perubahan kebutuhan dan keinginan konsumen secara berkelanjutan. Oleh karena itu, pemahaman yang mendalam terhadap kebutuhan dan keinginan konsumen menjadi faktor kunci dalam menciptakan keunggulan kompetitif serta meningkatkan keberhasilan implementasi manajemen pemasaran.
Analisis Top-Down Fundamental Makro Dan Strategi CASA-Genz Pada PT Bank Central Asia Tbk Putri Alechia Simbolon; Rosianna Dorepa Gultom; Egi Malemta Gunana Sebayang; Putri Kemala Dewi Lubis
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.905

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fundamental saham PT Bank Central Asia Tbk tahun 2025 menggunakan pendekatan Top-Down yang mencakup analisis makroekonomi, industri, dan perusahaan, serta merumuskan inovasi digital CASA-GenZ sebagai strategi mempertahankan dana murah dari generasi Z. Metode yang digunakan adalah kajian literatur konseptual dengan mengacu pada laporan resmi Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, laporan keuangan perusahaan, riset sekuritas, serta artikel jurnal nasional terkait. Hasil analisis menunjukkan bahwa perlambatan produk domestik bruto menjadi 4,9 persen, inflasi moderat 3,6–4,0 persen, suku bunga acuan tinggi 5,75 persen, dan fluktuasi nilai tukar rupiah memberikan tekanan signifikan terhadap likuiditas perbankan nasional serta menurunkan rasio dana murah industri ke kisaran 65–70 persen. Meskipun demikian, PT Bank Central Asia Tbk mampu mempertahankan kinerja fundamental sangat kuat dengan imbal hasil ekuitas 21,1 persen, porsi dana murah 84,6 persen, dan rasio kecukupan modal 27,4 persen, jauh melampaui rata-rata industri. Keunggulan struktur pendanaan murah ini menjadi kunci profitabilitas dan ketahanan perusahaan. Sebagai solusi strategis atas ancaman migrasi nasabah muda ke layanan keuangan digital nonbank, konsep CASA-GenZ yang mengintegrasikan gamifikasi dan dorongan perilaku diusulkan untuk memperkuat retensi generasi Z dan menjaga basis dana murah. Integrasi teori dari jurnal JIMEK dan As-Syirkah menegaskan bahwa fundamental makro, struktur modal, kinerja keuangan, opini audit, dan tata kelola perusahaan berperan dalam menjaga nilai perusahaan. Simpulan penelitian menegaskan bahwa pendekatan Top-Down mampu menjelaskan hubungan antara kondisi makro, tekanan industri, dan fundamental perusahaan, serta bahwa inovasi digital berbasis perilaku merupakan langkah strategis dalam mempertahankan nilai perusahaan perbankan.