p-Index From 2021 - 2026
0.562
P-Index
This Author published in this journals
All Journal IKRA-ITH ABDIMAS
Lusia S. Marimpan
Universitas Nusa Cendana

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

UJI KUALITAS DAN UJI ANTIBAKTERI PADA MADU LEBAH HUTAN Apis dorsata (Studi Kasus: Desa Waisika Kabupaten Alor dan Kelurahan Lelogama Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur) Delfiliana Pandie; Lusia S. Marimpan; Nixon Rammang; Bertila Avila Delvion
IKRA-ITH ABDIMAS Vol. 10 No. 2 (2026): IKRAITH-ABDIMAS Vol 10 No 2 Juli 2026
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Madu merupakan salah satu hasil hutan bukan kayu yang memiliki nilai ekonomi dan manfaat kesehatan, termasuk sebagai antibakteri alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas madu lebah hutan Apis dorsata dan aktivitas antibakterinya terhadap bakteri Staphylococcus aureus, Escherichia coli, dan Cutibacterium acnes. Penelitian dilakukan menggunakan dua sampel madu yang berasal dari Desa Waisika Kabupaten Alor dan Kelurahan Lelogama Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Pengujian kualitas madu meliputi kadar air dan kadar gula menggunakan metode refraktometri. Uji aktivitas antibakteri dilakukan menggunakan metode difusi sumuran agar. Aktivitas antibakteri diukur berdasarkan diameter zona hambat dan persentase penghambatan terhadap kontrol positif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar air madu Alor sebesar 23,8% dan madu Lelogama sebesar 27,1%,sehingga belum memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI 3545, 2013) karena melebihi batas maksimum 22%. Kadar gula madu Alor sebesar 74,6°Brix dan madu Lelogama sebesar 71,1°Brix telah memenuhi standar mutu madu dengan minimal standar gula menurut SNI 3545, 2013 sebesar 65%. Hasil uji antibakteri menunjukkan bahwa kedua madu memiliki aktivitas penghambatan terhadap seluruh bakteri uji pada setiap konsentrasi. Aktivitas antibakteri tertinggi diperoleh pada konsentrasi 100%,dengan persentase penghambatan terhadap bakteri Staphylococcus aureus sebesar 32,44% pada madu Lelogama dan 24,89% pada madu Alor, terhadap Escherichia coli sebesar 22,31% pada madu Lelogama dan 22,67% pada madu Alor, serta terhadap Cutibacterium acnes sebesar 26,67% pada madu Lelogama dan 24,69% pada madu Alor.Kata kunci : Apis dorsata, Kualitas madu, Antibakteri.
VALUASI EKONOMI KARBON PADA NEKROMASSA DAN SERASAH DI HUTAN LINDUNG BANSAN DESA OENENU SELATAN KECAMATAN BIKOMI TENGAH KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA Gudelia Greisti Jehadu; Lusia S. Marimpan; Roni H. Sipayung; Fadlan Pramatana
IKRA-ITH ABDIMAS Vol. 10 No. 2 (2026): IKRAITH-ABDIMAS Vol 10 No 2 Juli 2026
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

sasaran utama karena digunakan sebagai sarana pendaur ulang karbon di atmosfer.Selain vegetasi hidup, komponen hutan berupa biomassa mati (nekromassa danserasah) memiliki potensi yang signifikan dalam menyimpan karbon namun seringkali kurang diperhatikan dalam kajian karbon hutan. Penelitian ini bertujuan untukmenganalisis potensi biomassa, simpanan karbon, serapan CO2 serta valuasiekonomi karbon pada nekromassa dan serasah di Hutan Lindung Bansan, DesaOenenu Selatan, Kecamatan Bikomi Tengah, Kabupaten Timor Tengah Utara.Penelitian ini dilakukan pada tutupan lahan seluas 51,07 ha dengan jumlah plotsebanyak 64 plot ukur serta ukuran plot untuk nekromassa 20 m x 20 m sedangkanserasah 2 m x 2 m.Pendugaan biomassa pohon mati menggunakan 2 persamaan allometrik untukjenis yang memiliki persamaan serta 1 persamaan allometrik untuk jenis yang tidakmemiliki persamaan. Pendugaan biomassa kayu mati menggunakan rumus yangditetapkan dalam (SNI 7724, 2011), sedangkan pendugaan biomassa serasahmenggunakan rumus yang dikembangkan oleh Elvina et al., (2018). Kadar karbondalam biomassa menggunakan nilai 47% dan nilai serapan CO2 dihitungmenggunakan faktor konversi 3,67 serta valuasi ekonomi karbon dihitungberdasarkan harga karbon domestik pada Bursa Efek Indonesia.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hutan Lindung Bansan menghasilkanpotensi biomassa 24,48 ton/ha dan karbon sebesar 11,49 ton/ha. Nilai serapan yangdihasilkan sebesar 42,17 ton/ha. Dengan nilai serapan CO2 tersebut dapatmenghasilkan keuntungan ekonomi sebesar $8.204,97 USD atau setara dengan Rp126.627.863.
VALUASI EKONOMI KARBON PADA TEGAKAN DAN TUMBUHAN BAWAH DI HUTAN LINDUNG BANSAN KECAMATAN BIKOMI TENGAH KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA Prisilla Afeanpah; Lusia S. Marimpan; Roni H. Sipayung; Fadlan Pramatana
IKRA-ITH ABDIMAS Vol. 10 No. 2 (2026): IKRAITH-ABDIMAS Vol 10 No 2 Juli 2026
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hutan lindung memiliki peran yang besar dalam mitigasi perubahan iklim, yakni sebagai sumber penyerap gas rumah kaca seperti CO2. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi biomassa, simpanan karbon, dan serapan CO2 serta valuasi ekonomi karbon tegakan dan tumbuhan bawah di Hutan Lindung Bansan. Penelitian ini dilakukan pada lahan seluas 51,07 Ha dengan metode non destructive untuk tegakan dan destructive untuk tumbuhan bawah. Penentuan titik plot secara purposive sampling berdasarkan kelas kerapatan vegetasi, pada 64 plot. Potensi biomassa tegakan menggunakan 5 persamaan allometrik yang spesifik pada jenisnya serta 1 persamaan allometrik untuk jenis yang belum memiliki persamaan allometrik. Potensi biomassa tumbuhan bawah menggunakan rumus yang dikembangkan oleh Iskandar et al., (2020). Nilai karbon diperoleh dengan mengalikan biomassa dengan faktor 0,47 sedangkanserapan CO2 dihitung dengan mengalikan nilai karbon dengan angka 3,67 yang merupakan konversi untuk C ke CO2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi biomassa, simpanan karbon, serta serapan CO2 di Hutan Lindung Bansan secara berturut-turut adalah 348,33 ton/ha, 161,18 ton/ha, 591,52 ton/ha, sedangkan valuasi ekonomi karbon pada tegakan dan tumbuhan bawah di Hutan Lindung Bansan senilai Rp397.047.588 atau setara dengan $25.727,06 US Dollar.Kata kunci: Biomassa, Karbon, CO2, Valuasi ekonomi, Hutan Lindung