Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

IMPLEMENTATION OF THE SAW METHOD IN THE EMPLOYEE ASSESSMENT SYSTEM FOR PKH IN BATU BARA REGENCY Khairul Abdi Sinuraya; Insan Utama Sinuraya; Toras Pangidoan Batubara
JURTEKSI (jurnal Teknologi dan Sistem Informasi) Vol. 12 No. 3 (2026): Juni 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) STMIK Royal Kisaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33330/jurteksi.v12i3.4695

Abstract

Abstract: The assessment of PKH employees in Batu Bara Regency still requires an objective and measurable evaluation process to support performance decisions. Manual assessment can cause subjectivity and take more time, especially when several criteria must be considered. This study aims to apply the Simple Additive Weighting (SAW) method to the PKH employee assessment system in Batu Bara Regency. The criteria used in this assessment are attendance, teamwork, responsibility, communication, and length of service. The SAW method is applied by determining criteria weights, converting employee values, normalizing the decision matrix, and calculating preference values to obtain the final ranking. The results show that alternative A1, Rahmi Rizkya, obtained the highest score of 0.9504 and ranked first, while alternative A5, Toni Syahpradanadaely, obtained the lowest score of 0.4831. Based on these results, the SAW method can help the employee assessment process become more objective, structured, and useful as a reference for evaluating PKH employee performance. Keywords: decision support system; PKH employee; simple additive weighting Abstrak: Penilaian pegawai PKH Kabupaten Batu Bara membutuhkan proses evaluasi yang objektif dan terukur untuk mendukung pengambilan keputusan terhadap kinerja pegawai. Penilaian yang masih dilakukan secara manual dapat menimbulkan subjektivitas dan membutuhkan waktu lebih lama, terutama jika penilaian melibatkan beberapa kriteria. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan metode Simple Additive Weighting (SAW) pada sistem penilaian pegawai PKH Kabupaten Batu Bara. Kriteria yang digunakan dalam penilaian meliputi kehadiran, kerja sama tim, tanggung jawab, komunikasi, dan masa kerja. Metode SAW diterapkan melalui penentuan bobot kriteria, konversi nilai pegawai, normalisasi matriks keputusan, serta perhitungan nilai preferensi untuk memperoleh hasil perankingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alternatif A1 atas nama Rahmi Rizkya memperoleh nilai tertinggi sebesar 0,9504 dan menempati peringkat pertama, sedangkan alternatif A5 atas nama Toni Syahpradanadaely memperoleh nilai terendah sebesar 0,4831. Berdasarkan hasil tersebut, metode SAW dapat membantu proses penilaian pegawai menjadi lebih objektif, terstruktur, dan dapat dijadikan acuan dalam evaluasi kinerja pegawai PKH. Kata kunci: pegawai PKH; simple additive weighting; sistem pendukung keputusan
PENINGKATAN LITERASI DIGITAL SISWA MA AL-WASHLIYAH DI ERA TRANSFORMASI TEKNOLOGI Khairul Abdi Sinuraya; Rina Julita; Fitria Priyulida; Raja Tama Andri Agus
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v5i2.5388

Abstract

Abstract: The rapid development of technology requires students to possess strong digital literacy skills to support their learning process. This community service activity at MA Al-Washliyah aims to enhance students’ abilities in utilizing technology effectively, critically, and safely. The training involved 28 students and was carried out in three stages. The first stage included a pre-test and an assessment of students’ initial digital skills. The second stage consisted of delivering materials through discussions, lectures, and hands-on practice related to searching for reliable information, using digital tools efficiently, and understanding digital ethics and safety. The final stage was evaluation through a post-test. The results showed a noticeable improvement in students’ ability to understand and use digital information, think more critically, and demonstrate greater awareness of digital safety and online footprints. This program is expected to help students better adapt to the demands of the technological transformation era and support their learning at future educational levels. Keywords: digital literacy; technological transformation; student; Abstrak: Perkembangan teknologi yang begitu cepat menuntut siswa untuk memiliki literasi digital yang baik dalam mendukung proses belajar. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat di MA Al-Washliyah ini bertujuan meningkatkan kemampuan siswa dalam memanfaatkan teknologi secara tepat, kritis, dan aman. Pelatihan diikuti oleh 28 siswa dan dilaksanakan melalui tiga tahap. Tahap pertama adalah pretest serta identifikasi kemampuan awal siswa. Tahap kedua berisi penyampaian materi melalui diskusi, ceramah, dan praktik langsung terkait cara mencari informasi yang benar, menggunakan perangkat digital secara efektif, serta memahami etika dan keamanan dalam dunia digital. Tahap terakhir adalah evaluasi melalui posttest. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan siswa dalam memahami dan menggunakan informasi digital, berpikir lebih kritis, serta lebih sadar terhadap keamanan dan jejak digital. Kegiatan ini diharapkan dapat membantu siswa lebih siap menghadapi tantangan di era transformasi teknologi. Keywords: literasi digital, transformasi teknologi; siswa;
IMPLEMENTASI PLATFORM DIGITAL DALAM UPAYA MENINGKATKAN DAYA SAING UMKM LADY SALON Nurhasanah Nurhasanah; Bela Astuti; Khairul Abdi Sinuraya; Zuriah Br Saragih; Rama Ade
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v5i2.5810

Abstract

Abstract: Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) play a crucial role in driving economic growth and employment. However, low digital platform utilization remains a major obstacle to enhancing MSME competitiveness, particularly amidst the rapidly evolving digital economy. This Community Service (PKM) activity aims to optimize the use of digital platforms to enhance the competitiveness of MSMEs, particularly those at Lady Salon. The methods used include digital education and training, mentoring on the use of social media and e-commerce, and evaluating the implementation of digital platforms by MSMEs at Lady Salon. The results of the activity indicate an increase in the knowledge and skills of MSMEs in utilizing digital platforms, an increase in marketing reach, and an improvement in service competitiveness in a broader market. This activity is expected to encourage MSMEs at Lady Salon to adapt to digital transformation sustainably. Keywords: digital platforms, MSMEs, competitiveness, digital economy, Asahan  ABSTRAK : Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja. Namun, rendahnya pemanfaatan platform digital masih menjadi kendala utama dalam meningkatkan daya saing UMKM, terutama di tengah perkembangan ekonomi digital yang semakin pesat. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan platform digital sebagai upaya meningkatkan daya saing UMKM terutama pada Lady Salon. Metode yang digunakan meliputi edukasi dan pelatihan digital, pendampingan penggunaan media sosial dan e-commerce, serta evaluasi penerapan platform digital oleh pelaku UMKM Lady Salon. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan pelaku UMKM dalam memanfaatkan platform digital, peningkatan jangkauan pemasaran, serta perbaikan daya saing pelayanan di pasar yang lebih luas. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong UMKM pada Lady Salon untuk beradaptasi dengan transformasi digital secara berkelanjutan. Kata kunci: Platform Digital, UMKM, Daya Saing, Ekonomi Digital  
Pemanfaatan Aplikasi Canva Untuk Mengolah Materi Ajar Interaktif Pada SMP Swasta Islam Terpadu Daar Al Uluum Kisaran Rizaldi; Dewi Anggraeni; Khairul Abdi Sinuraya
Journal Of Indonesian Social Society (JISS) Vol. 3 No. 3 (2025): JISS - Oktober
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/jiss.v3i3.627

Abstract

SMP Swasta Islam Terpadu Daar Al Uluum Kisaran, yang terletak di Kec. Kisaran Barat, Kab. Asahan, Sumatera Utara, didirikan pada 25 Oktober 2005 dan berkomitmen tinggi dalam memberikan pendidikan berkualitas. Selain mengajar, guru-guru di sekolah ini berperan penting dalam membentuk karakter dan keterampilan siswa dengan mengintegrasikan nilai-nilai Islam dalam pembelajaran. Di era digital, kemampuan guru untuk menyusun materi ajar yang menarik dan interaktif menjadi sangat penting. Namun, banyak guru masih kesulitan menggunakan aplikasi modern untuk membuat materi yang dinamis dan engaging, yang penting untuk meningkatkan motivasi belajar siswa. Salah satu aplikasi yang sangat cocok untuk ini adalah Canva, sebuah platform desain grafis yang mudah digunakan dan menawarkan berbagai fitur untuk membuat materi ajar yang menarik tanpa memerlukan keterampilan desain yang tinggi. Dengan Canva, guru dapat membuat berbagai jenis media pembelajaran seperti presentasi, poster, dan infografis secara efisien. Selain itu, Canva juga mendukung kolaborasi antar guru, memudahkan mereka untuk berbagi ide dan bekerja sama dalam menyusun materi ajar.Untuk mengatasi masalah ketidakmampuan guru dalam menggunakan aplikasi modern, diperlukan pelatihan khusus bagi guru-guru di SMP Swasta Islam Terpadu Daar Al Uluum Kisaran. Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan keterampilan guru dalam memanfaatkan teknologi digital, sehingga mereka dapat menyusun materi ajar yang lebih menarik dan efektif. Kegiatan pengabdian masyarakat ini mendukung transformasi pendidikan tinggi melalui pencapaian dua Indikator Kinerja Utama (IKU), yaitu (1) tim dosen berkegiatan di luar kampus yang merupakan wujud dari salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dan (2) Mahasiswa yang terlibat mendapat pengalaman di luar kampus