Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PELATIHAN LITERASI DIGITAL BAGI PEMUDA AMPI ASAHAN DALAM MENGHADAPI PERKEMBANGAN TEKNOLOGI Raja Tama Andri Agus; Rina Julita; Endra Saputra
Jurnal Masyarakat Indonesia (Jumas) Vol. 5 No. 01 (2026): Jurnal Masyarakat Indonesia (Jumas)
Publisher : Cattleya Darmaya Fortuna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54209/jumas.v5i01.362

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan literasi digital pemuda AMPI Asahan dalam menghadapi perkembangan teknologi yang semakin pesat. Pelatihan difokuskan pada pemahaman penggunaan media digital secara bijak, aman, dan produktif, termasuk pemanfaatan teknologi informasi untuk komunikasi, pendidikan, kewirausahaan, serta pengembangan organisasi kepemudaan. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan mampu memahami etika bermedia digital, mengenali manfaat teknologi khusus sosial media, serta meningkatkan kegiatan berorganisasi penggunaan platform digital dalam kehidupan sehari-hari. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan, pelatihan praktik, diskusi interaktif, dan pendampingan penggunaan teknologi digital. Hasil yang diharapkan dari kegiatan ini adalah meningkatnya pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran pemuda AMPI Asahan terhadap pentingnya literasi digital sehingga mereka mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi serta memanfaatkannya secara positif dan bertanggung jawab.
Pengenalan Teknologi OLT Dalam Optimasi Manajemen Jaringan Bagi Siswa SMK N 1 BP Mandoge Hari Jalsa Marpaung; Andrew Ramadhani; Raja Tama Andri Agus; Iin Almeina Lubis
Jurdimas (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Royal Vol. 9 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : STMIK Royal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33330/jurdimas.v9i1.4404

Abstract

Abstract: This community service activity aims to introduce Optical Line Terminal (OLT) technology as the main device in GPON-based Fiber to the Home (FTTH) access networks to students of SMK Negeri 1 BP Mandoge in order to improve their technical understanding regarding fiber optic network management. The main problem faced is the limited knowledge of students regarding optical access network architecture, OLT-ONU communication mechanisms, and service and bandwidth management. The methods used include observation, interviews, direct practice, and question and answer sessions. The practical activities focused on introducing OLT device architecture, basic GPON concepts, logical port configuration, service VLAN management, and network performance monitoring. The results of the activity showed an increase in students' technical understanding of fiber optic network operation and management. This activity supports the improvement of student competencies according to the needs of the telecommunications industry. Keywords: GPON; network management; OLT; vocational education; fiber optic Abstrak: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengenalkan teknologi Optical Line Terminal (OLT) sebagai perangkat utama dalam jaringan akses Fiber to the Home (FTTH) berbasis GPON kepada siswa SMK Negeri 1 BP Mandoge guna meningkatkan pemahaman teknis mereka terkait manajemen jaringan serat optik. Permasalahan utama yang dihadapi adalah keterbatasan pengetahuan siswa mengenai arsitektur jaringan akses optik, mekanisme komunikasi OLT–ONU, serta pengelolaan layanan dan bandwidth. Metode yang digunakan meliputi observasi, wawancara, praktik langsung, dan sesi tanya jawab. Kegiatan praktik difokuskan pada pengenalan arsitektur perangkat OLT, konsep dasar GPON, konfigurasi logis port, pengelolaan VLAN layanan, serta monitoring kinerja jaringan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman teknis siswa terhadap pengoperasian dan manajemen jaringan serat optik. Kegiatan ini mendukung peningkatan kompetensi siswa sesuai kebutuhan industri telekomunikasi. Kata kunci: GPON; manajemen jaringan; OLT; pendidikan vokasi; serat optik
PENINGKATAN LITERASI DIGITAL SISWA MA AL-WASHLIYAH DI ERA TRANSFORMASI TEKNOLOGI Khairul Abdi Sinuraya; Rina Julita; Fitria Priyulida; Raja Tama Andri Agus
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v5i2.5388

Abstract

Abstract: The rapid development of technology requires students to possess strong digital literacy skills to support their learning process. This community service activity at MA Al-Washliyah aims to enhance students’ abilities in utilizing technology effectively, critically, and safely. The training involved 28 students and was carried out in three stages. The first stage included a pre-test and an assessment of students’ initial digital skills. The second stage consisted of delivering materials through discussions, lectures, and hands-on practice related to searching for reliable information, using digital tools efficiently, and understanding digital ethics and safety. The final stage was evaluation through a post-test. The results showed a noticeable improvement in students’ ability to understand and use digital information, think more critically, and demonstrate greater awareness of digital safety and online footprints. This program is expected to help students better adapt to the demands of the technological transformation era and support their learning at future educational levels. Keywords: digital literacy; technological transformation; student; Abstrak: Perkembangan teknologi yang begitu cepat menuntut siswa untuk memiliki literasi digital yang baik dalam mendukung proses belajar. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat di MA Al-Washliyah ini bertujuan meningkatkan kemampuan siswa dalam memanfaatkan teknologi secara tepat, kritis, dan aman. Pelatihan diikuti oleh 28 siswa dan dilaksanakan melalui tiga tahap. Tahap pertama adalah pretest serta identifikasi kemampuan awal siswa. Tahap kedua berisi penyampaian materi melalui diskusi, ceramah, dan praktik langsung terkait cara mencari informasi yang benar, menggunakan perangkat digital secara efektif, serta memahami etika dan keamanan dalam dunia digital. Tahap terakhir adalah evaluasi melalui posttest. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan siswa dalam memahami dan menggunakan informasi digital, berpikir lebih kritis, serta lebih sadar terhadap keamanan dan jejak digital. Kegiatan ini diharapkan dapat membantu siswa lebih siap menghadapi tantangan di era transformasi teknologi. Keywords: literasi digital, transformasi teknologi; siswa;
Pemetaan Lokasi Tower Telkomsel di Labuhan Batu Utara Menggunakan Sistem Informasi Geografis Arif Wibowo; Raja Tama Andri Agus; Cecep Maulana
Jurnal Sistem Informasi Vol. 12 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/jsii.v12i2.10919

Abstract

Perkembangan teknologi informasi telah memberikan dampak yang signifikan terhadap sektor telekomunikasi, termasuk dalam pengelolaan infrastruktur jaringan. Telkomsel sebagai penyedia layanan telekomunikasi terbesar di Indonesia menghadapi tantangan dalam pengelolaan tower di Kabupaten Labuhan Batu Utara, seperti kerusakan perangkat, pencurian, dan dampak bencana alam. Belum tersedianya sistem yang mampu menampilkan lokasi tower secara akurat dan melakukan pelaporan menjadi kendala dalam penanganan permasalahan di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk membangun sistem informasi geografis (SIG) berbasis web untuk memetakan lokasi tower Telkomsel di Labuhan Batu Utara. Metode pengembangan menggunakan waterfall yang meliputi analisis kebutuhan, perancangan sistem, implementasi, dan pengujian. Sistem dikembangkan menggunakan PHP dengan framework CodeIgniter 3, database MySQL, dan perancangan UML. Hasil penelitian berupa aplikasi WebGIS yang dapat menampilkan lokasi tower berdasarkan koordinat dan menyediakan fitur pelaporan untuk perawatan, pencurian, dan kerusakan. Sistem memiliki dua jenis pengguna yaitu admin untuk mengelola data tower dan teknisi lapangan untuk melaporkan kondisi tower. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem berjalan dengan baik dan sesuai dengan kebutuhan pengguna. Sistem ini membuat proses pencarian informasi lokasi tower menjadi lebih efisien dan pelaporan insiden dapat dilakukan secara berkala, sehingga diharapkan dapat mendukung kinerja Telkomsel dalam menjaga infrastruktur jaringan.