Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Manajemen Optimalisasi Sarana Prasarana Berbasis Keamanan dan Kenyamanan Anak di RA Jabal Nur Muhammad Farhus Sururi; Muhammad Husni
QAYID : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1 (2026): 2026
Publisher : PT. Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qd.v2i1.945

Abstract

Pengelolaan sarana dan prasarana pendidikan yang efektif memerlukan integrasi antara pemenuhan standar fasilitas dengan pemanfaatan potensi lokal guna menciptakan lingkungan belajar yang aman, bersih, dan sehat bagi anak usia dini. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi manajemen sarana dan prasarana berbasis keamanan dan kenyamanan anak di RA Jabal Nur. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap kepala sekolah, guru, serta pihak yang terlibat dalam pengelolaan sarpras. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dengan validasi melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan sarpras di RA Jabal Nur dilakukan melalui identifikasi kebutuhan yang melibatkan kepala sekolah dan guru dengan memprioritaskan aspek keamanan dan kenyamanan selain standar administratif. Pengorganisasian dilakukan melalui penataan ruang belajar yang disesuaikan dengan aktivitas anak untuk memudahkan pengawasan dan mengurangi risiko cedera. Pemanfaatan sarana dan prasarana dilakukan secara aktif dalam pembelajaran sebagai stimulasi perkembangan kognitif, motorik, sosial, dan emosional. Pengawasan dan pemeliharaan dilakukan secara berkala untuk mendeteksi kerusakan sejak dini dan memastikan fasilitas tetap aman digunakan. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan manajemen sarpras tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan fasilitas, tetapi juga oleh efektivitas pengelolaan melalui perencanaan matang, pengorganisasian tepat, pemanfaatan optimal, serta pengawasan berkelanjutan. Model pengelolaan yang terintegrasi dan berorientasi pada keselamatan serta kenyamanan ini berpotensi menjadi panduan praktis bagi lembaga PAUD/RA lain dalam mewujudkan lingkungan belajar yang aman dan ramah anak.
PENGUATAN TATA KELOLA PENDIDIKAN MELALUI PENDAMPINGAN MODEL MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM INTEGRATIF BERBASIS PESANTREN DI SMP AN-NUR BULULAWANG Agung Muhamad Bisri; Muhammad Husni
LEMBAH: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2026): LEMBAH: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Panca Marga Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

SMP An-Nur Bululawang sebagai sekolah berbasis pesantren memiliki potensi yang besar dalam mengembangkan pendidikan Islam integratif, namun masih menghadapi kendala dalam mengintegrasikan sistem sekolah dan pesantren, terutama pada aspek kurikulum, pembinaan peserta didik, sumber daya manusia, budaya religius, dan tata kelola kelembagaan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mendampingi mitra dalam mengembangkan dan mengimplementasikan model manajemen pendidikan Islam integratif berbasis pesantren guna memperkuat tata kelola pendidikan yang lebih terarah dan berkelanjutan. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui tahapan analisis kebutuhan, perancangan program, sosialisasi, implementasi, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan sekolah dan pesantren. Hasil kegiatan menunjukkan adanya penguatan koordinasi antara sekolah dan pesantren, tersusunnya dokumen pendukung berupa standar operasional prosedur (SOP), roadmap pengembangan, buku panduan, serta instrumen monitoring dan evaluasi. Program juga mendorong integrasi kurikulum, penguatan sistem pembinaan peserta didik, peningkatan kolaborasi tenaga pendidik, dan pengembangan budaya religius sebagai bagian dari tata kelola sekolah. Keterlibatan aktif mitra selama proses pendampingan menjadi faktor penting dalam mendukung keberlanjutan implementasi program. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi salah satu model pendampingan bagi lembaga pendidikan Islam berbasis pesantren yang memiliki karakteristik serupa.
Implementasi Fungsi Manajemen Program Keterampilan di MA Al Ma'arif Plus Keterampilan Tulungagung Muhammad Husni; Illu Huril Firdaus
Analysis Vol 4 No 1 (2026)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65311/j.analysis.v4i1.1985

Abstract

Penelitian ini mengkaji penerapan fungsi-fungsi manajemen mulai dari perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), kepemimpinan (leading), hingga pengawasan (controlling) pada program keterampilan vokasi di MA Al-Ma'arif Plus Keterampilan Tulungagung, sekaligus memetakan faktor penentu yang mendukung dan menghambatnya. Menggunakan metode kualitatif deskriptif, pengumpulan data primer dilakukan melalui wawancara mendalam bersama Kepala Madrasah, Waka Kurikulum, serta para guru koordinator bidang Tata Boga, Tata Busana, Tata Rias, dan Pengelasan. Data sekunder pendukung diperoleh lewat penelaahan dokumen kurikulum, standar operasional UPT BLK Tulungagung, dan regulasi resmi Kementerian Agama. Temuan di lapangan menunjukkan bahwa dalam hal perencanaan, madrasah telah merumuskan target kemandirian siswa secara visioner dan mengadopsi materi pelatihan berbasis kompetensi, meski perhitungan anggaran logistik praktikum harian masih memerlukan pematangan. Pada aspek pengorganisasian, sekolah memilih bentuk struktur yang cair (flat organization) tanpa sekat birokrasi formal yang kaku dengan memaksimalkan peran tim ad hoc. Selanjutnya, fungsi kepemimpinan dijalankan secara aktif lewat pendekatan direktif-partisipatif serta keteladanan nyata dari figur Kepala Madrasah. Untuk fungsi pengawasan, pengendalian mutu diterapkan secara berlapis melalui jalur internal (inspeksi harian, rapat evaluasi semester, standar KKM 75, dan ujian praktik) serta jalur eksternal. Faktor pendorong utama keberhasilan program ini adalah keabsahan legalitas dari Kementerian Agama dan kemitraan erat bersama UPT BLK Tulungagung. Di sisi lain, kendala terbesar yang dihadapi mencakup keterbatasan anggaran internal sebagai sekolah swasta yang berdampak pada penarikan iuran swadaya siswa, serta pasang surut motivasi belajar peserta didik di lapangan.
Efektivitas Manajemen Kurikulum Tahfidz Al-Qur'an Berbasis Poac Dalam Menjaga Kualitas Hafalan Santri: Studi Kasus di Pondok Pesantren Daarul Huda Li Tahfidhil Qur'an Gondanglegi Wetan Muhammad Husni; Sutriyanngsih Sutriyanngsih
Edukatif Vol 4 No 1 (2026)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65311/je.v4i1.2040

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen kurikulum tahfidz Al-Qur'an di Pondok Pesantren Daarul Huda Li Tahfidhil Qur'an Gondanglegi Wetan dalam upaya menjaga kualitas hafalan santri. Meskipun jumlah pesantren tahfidz di Indonesia terus meningkat, yang mencapai lebih dari 14.000 lembaga berdasarkan data Kemenag RI (2023), peningkatan kuantitas tersebut belum selalu diiringi oleh standar kualitas hafalan yang memadai. Celah penelitian yang ada terletak pada belum adanya kajian yang menganalisis secara holistik integrasi keempat fungsi POAC dalam manajemen kurikulum tahfidz di satu lembaga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana (2014). Hasil penelitian menunjukkan bahwa PP Daarul Huda menerapkan manajemen kurikulum tahfidz berbasis fungsi POAC secara terpadu: (1) Planning berbasis filosofi Al-Itqan qobla al-Kasrah dengan tiga indikator mutu; (2) Organizing melalui struktur halaqah berjenjang berstandar syahadah; (3) Actuating melalui sistem pajak hafalan rasio 1:3; dan (4) Controlling melalui Sema'an Jum'at yang terbagi atas halaqah 30 juz bagi yang telah khatam dan hafalan biasa bagi yang belum, ujian bulanan, dan ujian final publik 30 juz. Kebaruan penelitian ini terletak pada analisis integrasi POAC yang disertai dimensi spiritualitas sebagai variabel manajerial yang selama ini diabaikan penelitian terdahulu.
Model Tata Kelola Kepengasuhan Kolegial-Mitigatif: Strategi Baru Mencegah Kekerasan di Pesantren Mamba'ul Ulum Muhammad Husni; Faridatul Hasanah
Komprehensif Vol 4 No 2 (2026)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis rekonstruksi manajemen kepengasuhan asrama dalam upaya mewujudkan lingkungan pendidikan Islam yang aman dan bebas dari kekerasan di Pondok Pesantren Mamba'ul Ulum Banjarejo. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus deskriptif-analitis. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif pasif, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi sistem pengawasan dari pola hierarkis-tradisional berbasis senioritas menuju Model Tata Kelola Kepengasuhan Kolegial-Mitigatif mampu menurunkan risiko kekerasan dan perundungan secara signifikan. Implementasi model tersebut didukung oleh komitmen kuat dewan kiai, pembatasan kewenangan Dewan Santri dalam penegakan disiplin, pembentukan Komite Independen Penanganan Kekerasan, serta penerapan mekanisme pelaporan anonim. Integrasi prinsip hifzh al-nafs dengan pendekatan Agile Governance menghasilkan tata kelola asrama yang lebih humanis, transparan, dan akuntabel tanpa menghilangkan karakter tradisional pesantren. Temuan ini memberikan kontribusi teoretis bagi pengembangan Manajemen Pendidikan Agama Islam serta kontribusi praktis berupa model tata kelola asrama yang dapat dijadikan rujukan bagi pesantren dalam membangun lingkungan pendidikan yang aman dan berkelanjutan.
PKM tentang Pendekatan dan Tantangan Manajemen Pendidikan Islam di MTs Al Khoiriyah Putukrejo Gondanglegi Malang Moch. Sahril Sobirin; Muhammad Husni
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2026): JULI-AGUSTUS
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/wzsxwb41

Abstract

Islamic Education Management is the process of managing educational institutions based on Islamic values ​​to achieve educational goals effectively and efficiently. This management encompasses the planning, organizing, implementing, supervising, and evaluating of all educational resources, including human resources, infrastructure, curriculum, and funding. The implementation of Islamic education management is not only oriented towards academic achievement, but also towards character building, noble morals, and strengthening Islamic values ​​in students. Through professional, transparent, and accountable management, Islamic educational institutions are expected to improve the quality of education and produce graduates who are knowledgeable, faithful, and pious, and able to contribute positively to community life. Thus, Islamic education management plays a strategic role in realizing national and Islamic education goals in an integrated manner.
PEMBINAAN IMPLEMENTASI 4 METODE PENGHITUNGAN SERTA BAGIAN-BAGIAN AHLI WARIS BAGI SANTRI KELAS 6 MMU B-73 LOMBOK KULON Ifan Afandy; Muhammad Husni
Abdimas Aswaja: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2026): Abdimas Aswaja: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : LPPM IAI Dar Aswaja Rokan Hilir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The science of Mawaris or Faraidh is a science whose interest is decreasing every time. We have felt this together today, in fact this reality was conveyed specifically by the Prophet sallallaahu 'Alaihi Wasallam 1400 years ago. In the hadith narrated by Imam Ibn Majah number 2719, the Prophet said to  Abu Hurairah which means: "O Abu Hurairah, learn the science of faraidh and teach it, because in fact it is half of knowledge. And that knowledge will be forgotten and it is the first knowledge to be revoked from my people." This includes the 6th grade students of MMU (Madrasah Miftahul Ulum) B-73 Darul Maghfur Islamic Boarding School who are starting to feel bored and tired of understanding this knowledge. It was proven that their 1st dan 2nd examanation (IMDA) scores had dropped and were in the red.  The purpose of this research is to provide education and specific direction to the 6th grade students of MMU (Madrasah Miftahul Ulum) B-73 Pesantren Darul Maghfur so that they truly understand the 4 calculation methods in the science of Faraidh and the parts of the heirs in an easier, more practical, and interesting way, so that they can master this scientific field well and get written and practical exam scores that meet the graduation requirements in IMNI (Imtihan Niha'i) organized by the Sidogiri Islamic Boarding School which is the parent of the Madrasah. The method used was descriptive qualitative through interviews, observation, and documentation. After the mentoring, the students became more active and creative in creating problem formulation tables, memorizing the number of heirs and their components, creating problem outlines, and presenting inheritance problems and their solutions to other students.
PENDAMPINGAN PROSES PEMBELAJARAN ILMU NAHWU SHARF DENGAN METODE ALMIFTAH LIL ULUM DI PONDOK PESANTREN DARUL MAGHFUR WONOSARI BONDOWOSO Nurul Ma'rifah Nurul; Muhammad Husni
Abdimas Aswaja: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2026): Abdimas Aswaja: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : LPPM IAI Dar Aswaja Rokan Hilir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The traditional Islamic educational institution known as the pondok pesantren plays an essential role in preserving classical scholarly traditions, particularly in the study of kitab kuning, which requires mastery of nahwu and sharaf. However, learning methods that remain centered on oral tradition often pose challenges for novice students in understanding Arabic texts. This Community Service Program (PKM) aims to enhance students’ understanding of nahwu and sharaf through the implementation of the Al-Miftah lil Ulum method at Pondok Pesantren Darul Maghfur Wonosari Bondowoso. This method was selected as a modern instructional innovation that presents Arabic grammatical principles in a simpler, more practical, and engaging manner, thereby bridging the gap between classical pesantren traditions and contemporary learning needs. The study employed an Empowerment-Based Research (EBR) approach grounded in a participatory-empowerment model, following the systematic stages of ECA–EVARED, which include exploration, planning and action, evaluation, and dissemination. The mentoring program was conducted through material delivery, practice exercises, observation, and assessment of students’ ability to read kitab kuning. The findings indicate that the Al-Miftah lil Ulum method effectively improved students’ skills in reading and understanding classical Islamic texts. Out of 48 participants, 23 students passed with good and fair categories. This success was supported by concise material presentation, attractive book design, and the use of nadzam and songs as memorization aids. Nevertheless, several challenges were identified, including student fatigue due to repeated material, limited instructional time, and the shortage of certified teachers. Overall, the Al-Miftah lil Ulum method proves effective in strengthening foundational nahwu and sharaf competencies, although further development is needed to achieve optimal outcomes.
Program Pelatihan Bilal Jum’at untuk Meningkatkan Regenerasi dan Kualitas Ibadah di Masjid Nurul Hidayah Ahmad Sirojul Mabrur; Muhammad Husni
Jurnal Penelitian, Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Penelitian, Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat (JP3M)
Publisher : Yayasan Assyifa Assyaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71301/jp3m.v3i1.210

Abstract

Masjid memiliki peran strategis dalam pembinaan ibadah masyarakat, termasuk dalam menjaga keberlangsungan pelaksanaan ibadah Jum’at melalui ketersediaan petugas ibadah yang kompeten. Salah satu tantangan yang dihadapi Masjid Nurul Hidayah adalah rendahnya regenerasi bilal Jum’at dari kalangan remaja masjid serta keterbatasan keterampilan teknis dan kepercayaan diri calon bilal. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi, kesiapan, dan keterlibatan remaja masjid sebagai bilal Jum’at melalui program pelatihan terstruktur. Metode pelaksanaan meliputi observasi kebutuhan, penyampaian materi, praktik langsung, serta pendampingan dan evaluasi. Kegiatan ini dilaksanakan pada 5 Januari 2026 dengan melibatkan 18 orang remaja masjid sebagai peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap tugas dan tanggung jawab bilal Jum’at, peningkatan keterampilan teknis dalam pelaksanaan adzan dan iqamah, serta perubahan sikap dan kepercayaan diri peserta. Selain itu, keterlibatan remaja masjid pasca pelatihan berkontribusi positif terhadap peningkatan kualitas pelaksanaan ibadah Jum’at yang lebih tertib, tepat waktu, dan terkoordinasi. Program ini juga memperoleh respon positif dari jamaah dan pengurus masjid, serta mendukung proses regenerasi petugas ibadah secara berkelanjutan di Masjid Nurul Hidayah
Pendampingan Berbasis Keteladanan Internalisasi Akhlakul Karimah Santri di Pondok Pesantren Darul Huda Saida Munawaroh; Muhammad Husni
Jurnal Penelitian, Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Penelitian, Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat (JP3M)
Publisher : Yayasan Assyifa Assyaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71301/jp3m.v3i1.211

Abstract

Pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam menghadapi tantangan dalam menginternalisasi nilai akhlakul karimah di tengah arus globalisasi yang membawa perubahan nilai sosial. PPAI Darul Huda dengan 185 santri dan rasio pendamping 1:7,7 memerlukan optimalisasi metode pendampingan agar internalisasi nilai akhlak berjalan efektif. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mengoptimalkan peran kyai dan ustadz sebagai teladan melalui program pendampingan terstruktur yang dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan Participatory Action Research dengan mengintegrasikan lima metode: keteladanan langsung, pembiasaan terstruktur, nasihat kontekstual, pendampingan personal, dan refleksi diri. Pengukuran dilakukan menggunakan instrumen kuantitatif (lembar observasi perilaku dan kuesioner persepsi) dan kualitatif (wawancara, FGD, jurnal refleksi) terhadap 30 santri sampel. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan skor perilaku akhlak sebesar 42,8% dengan 90% santri mencapai kategori Baik atau Sangat Baik, penurunan pelanggaran disiplin 67%, serta terbentuknya budaya saling mengingatkan dan sistem pendampingan yang berkelanjutan. Program ini menghasilkan panduan pendampingan akhlak yang dapat direplikasi dan membuktikan bahwa keteladanan yang konsisten dikombinasikan dengan pendampingan terstruktur efektif menginternalisasi nilai akhlakul karimah, memberikan kontribusi signifikan bagi pengembangan pendidikan karakter berbasis nilai Islam di pesantren.