Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Pidato Perdana Gubernur Lampung Periode 2025–2030 Dalam Kerangka Good Local Governance : Sinergi Infrastruktur Dan Ketahanan Pangan Azis Ahmad; Andri Marta
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.465

Abstract

Pemilihan Gubernur Lampung 2024 melahirkan kepemimpinan baru yang dihadapkan pada tantangan krusial seperti kerusakan infrastruktur jalan dan ancaman terhadap ketahanan pangan. Meskipun tema pembangunan infrastruktur dan ketahanan pangan menjadi bagian dari pidato perdana Gubernur Lampung 2025–2030, masih belum terlihat sejauh mana substansi pidato tersebut mencerminkan integrasi kebijakan yang konkret dan berbasis prinsip good local governance. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis substansi pidato perdana Gubernur Lampung dalam kerangka good local governance, dengan fokus pada sinergi antara pembangunan infrastruktur jalan dan perlindungan ketahanan pangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi tematik, data dikaji dari pidato perdana gubernur lampung dalam sidang paripurna DPRD Provinsi Lampung serta didukung data sekunder dari media dan dokumen resmi. Hasil analisis menunjukkan bahwa meskipun terdapat narasi politik yang mengafirmasi integrasi pembangunan infrastruktur jalan dengan ketahanan pangan, pendekatan yang diusung masih bersifat normatif dan belum mengelaborasi mekanisme partisipatif serta sinergi antar-sektor. Dalam perspektif good local governance, pidato tersebut belum secara memadai merefleksikan prinsip akuntabilitas dan responsivitas dalam pengambilan keputusan strategis. Oleh karena itu, penelitian ini menekankan pentingnya transformasi visi politik ke dalam desain kebijakan yang operasional dan kolaboratif, agar pembangunan infrastruktur tidak hanya menjadi simbol pembangunan fisik, tetapi juga menjadi fondasi ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat yang berkelanjutan di Provinsi Lampung.
The dynamics of the relationship between the Kotaagung Village government and the farmers group in the practice of Saemaul Undong values Azis Ahmad; Imam Mahmud
Priviet Social Sciences Journal Vol. 5 No. 7 (2025): July 2025
Publisher : Privietlab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55942/pssj.v5i7.522

Abstract

This study examines the dynamics of the relationship between the Kotaagung Village Government and farmer groups in adopting and implementing Saemaul Undong values as a community-based development strategy. Values such as independence, hard work, and solidarity serve as normative frameworks for interactions between state actors at the local level and farmer communities in efforts to improve food security and village welfare. Using a qualitative descriptive approach and data collection techniques, including in-depth interviews, participatory observation, and documentary studies, this study found that the relationship between the village government and farmer groups is dynamic and influenced by factors such as local leadership, institutional capacity, patterns of communication, and social trust. Despite challenges in terms of program consistency and the active participation of farmers and their groups, the practice of Saemaul Undong values successfully facilitates more productive collaboration in the planning and implementation of collective agricultural activities. This study recommends strengthening collaborative governance based on local transformative values as a foundation for sustainable village development in Indonesia.