Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

EVOLUTION OF LEARNING SYSTEMS: FROM LEARNING MANAGEMENT SYSTEMS TO ADAPTIVE LEARNING SYSTEMS BASED ON ARTIFICIAL INTELLIGENCE Bahrul Alam; Ahmad Kosim; Eny Ermawaty; Sarwiyanti
Multidiciplinary Output Research For Actual and International Issue (MORFAI) Vol. 5 No. 2 (2025): Multidiciplinary Output Research For Actual and International Issue
Publisher : RADJA PUBLIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54443/morfai.v5i2.2874

Abstract

Digital transformation in education has driven a paradigm shift from the use of Learning Management Systems (LMS) to the development of Adaptive Learning Systems (ALS) based on artificial intelligence (AI). This article aims to examine the evolution of this learning system through a literature study approach to 16 national and international scientific articles in the 2015–2025 period. The results of the study indicate that the integration of AI in the learning system strengthens personalization, student engagement, and the effectiveness of learning achievement. LMS has now evolved from a managerial and content distribution platform into an ALS that is adaptive and responsive to the characteristics of individual learners. However, this transition process is not without challenges, including the need for representative data training, the readiness of technological infrastructure, and issues of data ethics and privacy. This study recommends an integrative and inclusive strategy in the implementation of AI-based ALS to realize a dynamic, personal, and sustainable digital learning ecosystem.
EFFECTIVENESS OF MICRO LEARNING BASED LEARNING IN LEARNING MANAGEMENT SYSTEM (LMS) Ahmad Kosim; Sarwiyanti; Eny Ermawati; Bahrul Alam
Multidiciplinary Output Research For Actual and International Issue (MORFAI) Vol. 5 No. 2 (2025): Multidiciplinary Output Research For Actual and International Issue
Publisher : RADJA PUBLIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54443/morfai.v5i2.2875

Abstract

The transformation of education towards digitalization demands new strategies that are both adaptive and efficient. This study aims to evaluate the effectiveness of micro learning-based instruction integrated within a Learning Management System (LMS). Micro learning was selected due to its ability to deliver concise and specific content, thereby facilitating learners' gradual understanding of the material. This research is presented as a systematic review following the guidelines of the Preferred Reporting Items for Systematic Reviews (PRISMA). Literature was sourced from the electronic database Google Scholar. The findings regarding the effectiveness of micro learning and the contribution of LMS to its implementation indicate that micro learning significantly enhances learning outcomes and provides a more flexible and structured learning experience. Learners also reported high levels of satisfaction with this instructional model. This study provides evidence that micro learning within an LMS can serve as an effective alternative for distance learning and self-directed learning contexts.
THE EFFECTIVENESS OF USING ANIMATION MEDIA TO IMPROVE ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS' ENGLISH VOCABULARY Eny Ermawati; Ahmad Kosim; Sarwiyanti; Bahrul Alam
Multidiciplinary Output Research For Actual and International Issue (MORFAI) Vol. 5 No. 2 (2025): Multidiciplinary Output Research For Actual and International Issue
Publisher : RADJA PUBLIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54443/morfai.v5i2.2876

Abstract

Artikel ini menyajikan tinjauan literatur mengenai efektivitas media animasi dalam meningkatkan penguasaan kosakata Bahasa Inggris pada siswa Sekolah Dasar. Media animasi dipilih karena karakteristik visual dan auditifnya yang mampu menarik perhatian anak-anak serta menyederhanakan konsep abstrak menjadi lebih konkret. Pembelajaran kosakata merupakan fondasi utama dalam penguasaan bahasa asing, dan pendekatan yang menarik secara visual dapat meningkatkan motivasi serta daya ingat siswa. Metode yang digunakan dalam artikel ini adalah tinjauan pustaka sistematis dari berbagai sumber ilmiah yang relevan, baik nasional maupun internasional, pada rentang tahun 2016–2024. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa media animasi memiliki kontribusi signifikan dalam menciptakan pengalaman belajar yang interaktif dan menyenangkan, serta terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa khususnya dalam aspek kosa kata. Artikel ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pendidik dan pengembang media dalam merancang pembelajaran berbasis teknologi yang sesuai dengan karakteristik peserta didik sekolah dasar
GAMIFICATION LEARNING DESIGN STRATEGY TO INCREASE STUDENT MOTIVATION Sarwiyanti; Eny Ermawati; Ahmad Kosim; Bahrul Alam
Multidiciplinary Output Research For Actual and International Issue (MORFAI) Vol. 5 No. 2 (2025): Multidiciplinary Output Research For Actual and International Issue
Publisher : RADJA PUBLIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54443/morfai.v5i2.2877

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menyusun strategi desain pembelajaran berbasis gamifikasi yang dapat meningkatkan motivasi siswa. Pendekatan yang digunakan adalah kajian teori (literature review) dengan menganalisis berbagai teori dan penelitian terdahulu mengenai gamifikasi pendidikan dan motivasi belajar. Data sekunder yang digunakan berupa artikel jurnal, buku, dan laporan penelitian yang relevan, yang dikumpulkan dan dianalisis untuk mengidentifikasi elemen-elemen penting dalam gamifikasi, seperti mekanika permainan, dinamika permainan, dan estetika permainan. Hasil analisis menunjukkan bahwa gamifikasi dapat meningkatkan motivasi siswa dengan cara menciptakan pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan. Elemen-elemen seperti poin, level, tantangan, penghargaan, dan umpan balik berperan penting dalam meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Model yang dihasilkan memberikan kontribusi signifikan dalam merancang pembelajaran yang lebih menarik dan memotivasi siswa. Pembelajaran berbasis gamifikasi tidak hanya membuat siswa belajar dengan cara yang menyenangkan tetapi juga memungkinkan mereka untuk mengembangkan keterampilan kognitif, sosial, dan emosional. Penelitian ini memberikan wawasan yang berharga mengenai penerapan gamifikasi dalam pendidikan, yang dapat meningkatkan keterlibatan dan hasil belajar siswa secara keseluruhan. Dengan demikian, penerapan gamifikasi dapat menjadi solusi efektif untuk menciptakan pembelajaran yang lebih menarik dan berdampak pada motivasi siswa.
Studi Literatur: Efektivitas Pembelajaran Berbasis Microlearning bahrul alam; Ahmad Kosim; Naufal Hajid Sani; Widia Setyaningrum; Zulfitria .
Bestari: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 2 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/dpkm.v5i2.4032

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas pembelajaran berbasis microlearning melalui pendekatan studi literatur terhadap berbagai publikasi ilmiah dalam rentang waktu lima tahun terakhir. Microlearning merupakan pendekatan pembelajaran yang menyajikan konten dalam unit-unit kecil dan terfokus, dengan memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan aksesibilitas, keterlibatan, dan retensi pengetahuan. Kajian ini menganalisis kelebihan, keterbatasan, dan implementasi microlearning di berbagai konteks pendidikan dan pelatihan, baik formal maupun nonformal. Hasil studi menunjukkan bahwa microlearning efektif dalam meningkatkan motivasi belajar, efisiensi waktu, serta daya ingat jangka pendek, terutama ketika didesain secara interaktif dan sesuai dengan kebutuhan pembelajar. Namun, tantangan seperti keterbatasan cakupan materi, kurangnya integrasi dalam kurikulum, serta kebutuhan infrastruktur teknologi masih menjadi hambatan implementasi secara luas. Temuan ini memberikan wawasan kritis bagi praktisi pendidikan dan pengembang sistem pembelajaran dalam merancang strategi pembelajaran yang adaptif dan efisien di era digital.
STUDI LITERATUR: TANTANGAN DAN SOLUSI PEMBELAJARAN JARAK JAUH PADA PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DI INDONESIA (2020–2025) Ahmad Kosim; Eny Ermawati; Sarwiyanti Sarwiyanti; Dirgantara Wicaksono
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i1.8363

Abstract

This study aims to comprehensively examine the dynamics of challenges and solutions in the implementation of Distance Learning (DL) at the primary and secondary education levels in Indonesia during the period of 2020–2025. A narrative literature review approach was employed by analyzing 30 credible sources, including reputable national and international journal articles as well as official reports from relevant institutions. The synthesis of the literature reveals that the challenges of distance learning are multidimensional, encompassing limited technological access and infrastructure, insufficient digital pedagogical readiness among educators, declining student motivation and engagement, and disparities in family support, particularly in rural and disadvantaged (3T) areas. The findings also indicate significant learning loss resulting from the low quality of interaction in online learning environments. In response to these challenges, several solutions and best practices were identified, such as strengthening teachers’ digital literacy, implementing microlearning and project-based learning approaches, utilizing low-cost interactive media, and enhancing collaboration between schools and families. The study concludes that the effectiveness of distance learning is highly dependent on synergy among policy frameworks, teacher readiness, infrastructure support, and students’ learning environments. These findings are expected to serve as a foundation for the development of more inclusive, adaptive, and equitable digital education policies in the future. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif dinamika tantangan dan solusi dalam implementasi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) pada jenjang pendidikan dasar dan menengah di Indonesia selama periode 2020–2025. Penelitian menggunakan pendekatan studi literatur naratif dengan menganalisis 30 sumber kredibel yang terdiri atas artikel jurnal nasional dan internasional bereputasi serta laporan resmi lembaga terkait. Hasil sintesis menunjukkan bahwa tantangan PJJ bersifat multidimensional, mencakup keterbatasan akses dan infrastruktur teknologi, ketidaksiapan pedagogis digital pendidik, penurunan motivasi dan keterlibatan siswa, serta ketimpangan dukungan keluarga, khususnya pada wilayah pedesaan dan daerah 3T. Temuan juga mengungkap adanya indikasi learning loss yang signifikan akibat rendahnya kualitas interaksi pembelajaran daring. Sebagai respons terhadap tantangan tersebut, berbagai solusi dan praktik baik diidentifikasi, antara lain penguatan literasi digital guru, penerapan microlearning dan pembelajaran berbasis proyek, pemanfaatan media interaktif berbiaya rendah, serta penguatan kolaborasi antara sekolah dan keluarga. Penelitian ini menyimpulkan bahwa efektivitas PJJ sangat bergantung pada sinergi antara kebijakan, kesiapan pendidik, dukungan infrastruktur, dan lingkungan belajar siswa. Hasil kajian ini diharapkan dapat menjadi dasar perumusan kebijakan pendidikan digital yang lebih inklusif, adaptif, dan berkeadilan di masa depan.
ANALISIS ADOPSI DAN DIFUSI INOVASI ASESMEN: STUDI KASUS IMPLEMENTASI TES KEMAMPUAN AKADEMIK (TKA) DI SMAN 2 TAMBUN UTARA Bahrul Alam; Sarwiyanti Sarwiyanti; Ahmad Kosim; Eny Ermawati
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v6i1.8689

Abstract

This study aims to analyze the adoption and diffusion dynamics of the Academic Ability Test (TKA) policy mandated by Permendikdasmen Number 9 of 2025 at SMAN 2 Tambun Utara. This research is urgent considering the transition from conventional evaluation to digital-based assessment with high-stakes testing often faces technical and psychological barriers. Using a descriptive quantitative approach within Everett M. Rogers' Diffusion of Innovation framework, the study highlights three main attributes: Relative Advantage, Compatibility, and Complexity. Data were collected through surveys of the 12th-grade student population (N=276) and teachers/technical teams (N=11). Findings reveal an adoption paradox: (1) High value acceptance (Relative Advantage), where 81.8% of students view TKA as a strategic opportunity for university admission; (2) Critical infrastructure gap (Compatibility), with 63.6% of teachers stating school hardware unreadiness and 39.4% of students having unsupported personal devices; (3) Procedural complexity, where 54.5% of teachers feel significantly increased administrative burden. The study concludes that SMAN 2 Tambun Utara possesses human resource readiness (brainware) but suffers from an infrastructure deficit (hardware), potentially triggering academic anxiety. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika adopsi dan difusi inovasi kebijakan Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang diamanatkan oleh Permendikdasmen Nomor 9 Tahun 2025 di SMAN 2 Tambun Utara. Penelitian ini urgen dilakukan mengingat transisi dari evaluasi konvensional menuju asesmen berbasis digital dengan konsekuensi tinggi (high-stakes testing) seringkali menghadapi hambatan teknis dan psikologis. Menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan kerangka teori Difusi Inovasi Everett M. Rogers, penelitian menyoroti tiga atribut utama: Relative Advantage, Compatibility, dan Complexity. Data dikumpulkan melalui survei terhadap populasi siswa kelas XII (N=276) dan guru/tim teknis (N=11). Temuan menunjukkan paradoks adopsi: (1) Tingkat penerimaan nilai (Relative Advantage) sangat tinggi, di mana 81,8% siswa memandang TKA sebagai peluang strategis masuk PTN; (2) Kesenjangan infrastruktur (Compatibility) yang kritis, dengan 63,6% guru menyatakan ketidaksiapan perangkat keras sekolah dan 39,4% siswa memiliki perangkat pribadi yang tidak mendukung; (3) Kompleksitas prosedur (Complexity) yang membebani, di mana 54,5% guru merasa beban administrasi meningkat signifikan. Penelitian menyimpulkan bahwa SMAN 2 Tambun Utara memiliki kesiapan SDM (brainware) namun mengalami defisit kesiapan infrastruktur (hardware), yang berpotensi memicu kecemasan akademik.