Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Pola Asuh Orang Tua Terhadap Hasil Belajar Pendidikan Agama Islam Siswa Kelas Lii Mis Harapan Bandar Pulo Selpi Trianda Sari; Sri Devi
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 4 (2025): APRIL 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pola asuh orang tua merupakan aspek penting dalam mempengaruhi hasil belajar siswa. Hal ini menyaratkan bahwa perhatian dalam pola asuh orang tua memiliki orientasi pada proses belajar. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pola asuh orang tua terhadap hasil belajar pendidikan agama Islam kelas III di MIs Harapan Bandar Pulo. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis ex post facto. Subjek penelitian adalah 26 siswa kelas III. Teknik pengumpulan data menggunakan angket. Hasil penelitian menunjukkan pola asuh otoriter berpengaruh 66%, pola asuh demokratis berpengaruh 72%, dan pola asuh permisif berpengaruh 83% terhadap hasil belajar pendidikan agama Islam
Kebijakan Pendidikan Islam dalam Konteks Multikulturalisme Indonesia Sri Devi; Juliani Juliani; Selpi Trianda Sari; Zakiah Ulfah
Fatih: Journal of Contemporary Research Vol. 2 No. 2 (2025): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/tcmnd251

Abstract

Indonesia sebagai negara yang beragam membutuhkan pendidikan yang mampu menumbuhkan toleransi dan inklusivitas di tengah keragaman agama, budaya, dan etnis. Penelitian ini bertujuan mempelajari dan memahami kebijakan pendidikan Islam dalam konteks multikulturalisme Indonesia, khususnya sejauh mana kebijakan tersebut menerima nilai-nilai keberagaman, mendorong sikap toleran, dan membentuk siswa yang religius, moderat, dan inklusif. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode kepustakaan, mengumpulkan dan menganalisis data dari artikel jurnal dan referensi terkait melalui teknik analisis isi. Hasil kajian menunjukkan bahwa kebijakan pendidikan Islam telah mulai diintegrasikan dengan nilai-nilai multikultural melalui kurikulum yang inklusif dan pendekatan pembelajaran dialogis, dengan lembaga seperti madrasah dan pesantren memiliki potensi besar sebagai agen moderasi beragama. Namun, implementasi masih menghadapi tantangan seperti dominasi pendekatan normatif, keterbatasan pemahaman pendidik tentang multikulturalisme, dan kurangnya dukungan kebijakan operasional. Kesimpulannya, kebijakan pendidikan Islam multikultural perlu diperkuat melalui sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, pendidik, dan masyarakat agar dapat melahirkan generasi yang religius dan mampu hidup rukun di tengah keberagaman.