Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perilaku Pasien Diabetes Melitus terhadap Tingkat Kepatuhan Pola Makan di RSU Royal Prima Medan Vandico Elfredo Hutabarat; Yeyen Ling Ling; Meina Maulina; Nur Safitri Ramadani; Elvin Indayanti Laoli; Tiarnida Nababan
JIK-JURNAL ILMU KESEHATAN Vol 9, No 1 (2025): JIK-April Volume 9 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : STIKes ALIFAH PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33757/jik.v9i1.1246

Abstract

Penderita diabetes melitus diprediksi meningkat seiring bertambahnya usia, terdapat 19,9% individu dengan jumlah 111,2 juta orang berusia antara 65 dan 79 tahun. Kejadian diabetes melitus di RSU Royal Prima Medan Tahun 2023, bahwa sekitar 37,5% lebih sedikit yang patuh pada pola makan mereka sendiri dan juga terdapat 40,0% dengan sikap pemahaman yang negatif. Penelitian ini bertujuan mengamati apakah ditemukan hubungan perilaku terhadap tingkat kepatuhan pola makan pada pasien diabetes melitus di RSU Royal Prima Medan tahun 2024. Penelitian ini memakai jenis kuantitatif yang mana menggunakan desain pendekatan cross sectional. Jenis sampel pada penelitian ini yaitu accidental sampling, bahwa dari 30 responden yang sudah diteliti pada tabel tabulasi silang, ada 3 responden (10,0%) dengan perilaku positif, yang mana 2 responden (6,7%) memiliki tingkat kepatuhan pola makan yang baik dan 1 responden (3,3%) memiliki tingkat kepatuhan pola makan yang cukup. Kemudian 27 responden (90,0%) dengan perilaku negatif, lalu ada 19 responden (63,3%) dengan mayoritas memiliki tingkat kepatuhan pola makan cukup, dan 8 responden (26,7%) menunjukkan tingkat kepatuhan pola makan yang kurang. Berdasarkan angka signifikansi uji pearson chi-square didapatkan nilai p-value 0,000 < 0,05. Maka dari itu penelitian ini menyatakan bahwa ada hubungan yang nyata pada perilaku berdasarkan sikap terhadap tingkat kepatuhan pola makan pasien diabetes melitus yang berada di RSU Royal Prima Medan.
Asuhan Keperawatan Pada Ny. Y Dengan Gangguan Sistem Pencernaan : Post Operasi Appendectomy Di RSU Royal Prima Medan Tahun 2026 Wirna Wati Halawa; Meina Maulina Maulina; Elvin Indayanti Laoli; Selvi Juliyanti Laia; Susi Susanti Halawa; Afeus Halawa
JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin Vol. 4 No. 2 (2026): May : Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin (ACCEPTED)
Publisher : SM Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Apendisitis merupakan peradangan pada apendiks yang umumnya disebabkan oleh obstruksi lumen apendiks dan memerlukan tindakan pembedahan berupa apendiktomi untuk mencegah komplikasi lebih lanjut. Kondisi pasca operasi apendiktomi dapat menimbulkan berbagai masalah keperawatan seperti nyeri akut, gangguan mobilitas fisik, dan risiko infeksi sehingga diperlukan asuhan keperawatan yang komprehensif dan berkesinambungan. Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penerapan asuhan keperawatan pada pasien dengan post operasi apendiktomi di RSU Royal Prima Medan tahun 2026. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan meliputi pengkajian, diagnosa, intervensi, implementasi, dan evaluasi keperawatan. Subjek dalam studi kasus ini adalah Ny. Y, perempuan usia 23 tahun dengan diagnosa medis apendisitis akut post operasi appendectomy. Hasil pengkajian menunjukkan pasien mengalami nyeri pada area insisi dengan skala nyeri 7, keterbatasan mobilitas akibat nyeri, serta risiko infeksi ditandai adanya luka operasi dan peningkatan leukosit. Diagnosa keperawatan yang ditegakkan yaitu nyeri akut, gangguan mobilitas fisik, dan risiko infeksi. Tindakan keperawatan yang diberikan meliputi manajemen nyeri, dukungan mobilisasi, pencegahan infeksi, edukasi kesehatan, serta kolaborasi pemberian terapi medis. Hasil evaluasi menunjukkan adanya penurunan intensitas nyeri, peningkatan kemampuan mobilisasi, dan tidak ditemukan tanda infeksi pada luka operasi. Asuhan keperawatan yang tepat dan komprehensif dapat membantu mempercepat proses pemulihan pasien post operasi apendiktomi.