Di sekolah dasar, kesulitan belajar siswa sering muncul dalam bentuk hambatan akademik maupun non-akademik, seperti kurangnya motivasi belajar, masalah konsentrasi, kesulitan memahami materi, hingga persoalan perilaku dan emosi. Kondisi ini menunjukkan bahwa layanan bimbingan dan konseling tidak hanya dibutuhkan pada jenjang SMP dan SMA, tetapi juga penting diterapkan di SD untuk membantu perkembangan dan keberhasilan belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru bimbingan dan konseling (BK) di sekolah dasar, pelaksanaan layanan bimbingan konseling yang dijalankan oleh guru BK, serta upaya yang ditempuh guru BK dalam menangani kesulitan belajar siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Adapun subjek penelitian meliputi guru BK, guru kelas, dan kepala sekolah. Pengumpulan data dilakukan melalui tiga teknik, yakni observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sementara itu, analisis data ditempuh melalui serangkaian tahapan yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa peran guru BK dalam implementasinya telah membuktikan bahwa kesulitan belajar siswa tidak semata-mata dapat diatasi melalui intervensi guru BK secara langsung. Peran tersebut terwujud dalam berbagai fungsi, di antaranya sebagai fasilitator yang memanfaatkan sarana dan prasarana BK untuk mengarahkan, membimbing, serta menangani permasalahan akademik maupun non-akademik siswa, sekaligus hadir sebagai pendengar yang empatik dan responsif. Pelaksanaan bimbingan konseling hampir selaras dengan pedoman penyelenggaraan bimbingan konseling yang dapat diimplementasikan bagi sekolah dasar meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Upaya guru yang BK lakukan dapat membantu para guru kelas mengatasi kesulitan belajar dengan mendiagnosis yang mengalami kesulitan belajar, mendalami faktor yang dapat meningkatkan keberhasilan belajar, mencari akar masalah dan juga mencari solusinya. Penelitian diharapkan dapat dijadikan sebagai inovasi atau gagasan ide bagi seluruh satuan pendidikan khususnya sekolah dasar bahwa tidak hanya tingkat SMP dan SMA yang membutuhkan kompetensi guru BK, tetapi di sekolah dasar pula sangat dibutuhkan.