Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Peran Guru Bimbingan dan Konseling dalam Mengatasi Kesulitan Belajar Siswa di SD Plus Islamic Village Tangerang Dio Eriawandi; Ady Darmansyah; Umi Sumiati As
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 8 No. 2 (2026): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v8i2.717

Abstract

Di sekolah dasar, kesulitan belajar siswa sering muncul dalam bentuk hambatan akademik maupun non-akademik, seperti kurangnya motivasi belajar, masalah konsentrasi, kesulitan memahami materi, hingga persoalan perilaku dan emosi. Kondisi ini menunjukkan bahwa layanan bimbingan dan konseling tidak hanya dibutuhkan pada jenjang SMP dan SMA, tetapi juga penting diterapkan di SD untuk membantu perkembangan dan keberhasilan belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru bimbingan dan konseling (BK) di sekolah dasar, pelaksanaan layanan bimbingan konseling yang dijalankan oleh guru BK, serta upaya yang ditempuh guru BK dalam menangani kesulitan belajar siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Adapun subjek penelitian meliputi guru BK, guru kelas, dan kepala sekolah. Pengumpulan data dilakukan melalui tiga teknik, yakni observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sementara itu, analisis data ditempuh melalui serangkaian tahapan yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa peran guru BK dalam implementasinya telah membuktikan bahwa kesulitan belajar siswa tidak semata-mata dapat diatasi melalui intervensi guru BK secara langsung. Peran tersebut terwujud dalam berbagai fungsi, di antaranya sebagai fasilitator yang memanfaatkan sarana dan prasarana BK untuk mengarahkan, membimbing, serta menangani permasalahan akademik maupun non-akademik siswa, sekaligus hadir sebagai pendengar yang empatik dan responsif. Pelaksanaan bimbingan konseling hampir selaras dengan pedoman penyelenggaraan bimbingan konseling yang dapat diimplementasikan bagi sekolah dasar meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Upaya guru yang BK lakukan dapat membantu para guru kelas mengatasi kesulitan belajar dengan mendiagnosis yang mengalami kesulitan belajar, mendalami faktor yang dapat meningkatkan keberhasilan belajar, mencari akar masalah dan juga mencari solusinya. Penelitian diharapkan dapat dijadikan sebagai inovasi atau gagasan ide bagi seluruh satuan pendidikan khususnya sekolah dasar bahwa tidak hanya tingkat SMP dan SMA yang membutuhkan kompetensi guru BK, tetapi di sekolah dasar pula sangat dibutuhkan.
Pengaruh Gaya Belajar Terhadap Hasil Belajar IPA Materi Perubahan Wujud Benda Kelas IV Di MIS Anwarul Huda Riska Amalia; Dio Eriawandi; Yudhi Esa Saputra
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 2 (2026): Maret - Juni
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i2.10695

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan rendahnya keaktifan, motivasi, serta capaian hasil belajar IPA siswa kelas IV MIS Anwarul Huda. Kondisi tersebut diduga disebabkan oleh ketidakmampuan siswa dalam mengenali karakteristik gaya belajar yang paling efektif bagi diri mereka sendiri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh positif dan signifikan gaya belajar siswa terhadap hasil belajar IPA pada materi perubahan wujud benda. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode asosiatif. Populasi penelitian mencakup seluruh siswa MIS Anwarul Huda dengan sampel jenuh kelas IV yang berjumlah 22 orang, yang ditentukan melalui teknik probability sampling jenis cluster sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen observasi, angket (kuesioner) untuk gaya belajar (X), dan dokumentasi nilai tes untuk hasil belajar IPA (Y). Uji prasyarat analisis menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk dan uji linearitas dengan bantuan SPSS versi 26. Hasil analisis regresi linear sederhana menghasilkan persamaan Y = -3,656 + 1,167X. Pengujian hipotesis parsial (uji t) menunjukkan nilai t hitung > ttabel (2,270 > 1,717) dengan signifikansi 0,034 < 0,05, sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Koefisien determinasi (R2) bernilai 0,205, yang berarti variabel gaya belajar memberikan kontribusi pengaruh sebesar 20,5% terhadap hasil belajar IPA, sedangkan 79,5% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan terdapat pengaruh positif dan signifikan antara gaya belajar terhadap hasil belajar IPA materi perubahan wujud benda siswa kelas IV di MIS Anwarul Huda.