Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

KONTRIBUSI KEKUATAN OTOT LENGAN, KELENTUKAN PINGGANG, DAN KOORDINASI MATA-TANGAN TERHADAP KEMAMPUAN PUKULAN LOB PADA MAHASISWA BULUTANGKIS UNTARA Yudhi Esa Saputra; Siti Juabedah; Ghalih Kurniawan
JURNAL PENDIDIKAN DAN SAINS Vol 1 No 2 (2022): Pendidikan dan Bahan Ajar
Publisher : Universitas Tangerang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The problem of badminton athletes at the Universitas Tangerang Raya caused by the declining achievement factor experienced by athletes. The purpose of this study was to determine the contribution of arm muscle strength, waist flexibility, and hand-eye coordination to the lob ability of badminton athletes. The population of this study amounted to 59 people. The sampling technique was taken by "purposive sampling". The sample consisted of 30 male athletes aged 17-19 years. The data collected in this study were arm muscle strength with a push-up test, waist flexibility with a bridge-up test, eye-hand coordination with a tennis ball throwing and catching test, and lob hitting ability with a lob ability test. Data analysis techniques used descriptive statistical methods, then interpreted using a simple product moment for hypotheses one, two, three. The fourth hypothesis uses the dolitte double correlation formula. To determine the contribution of the independent variable to the dependent variable with the determination formula 1k xr1k x 100%. This research is included in the type of correlational research. The results of this study indicate: (1) There is an insignificant contribution between arm muscle strength and lob hitting ability, with a value of r = 0.130, r2 = 0.017, the contribution is 3.17%. (2) There is an insignificant contribution between waist flexibility and lob ability, with r = 0.082 obtained r2 = 0.007, the contribution is 0.79%. (3) There is no significant contribution between eye-hand coordination on lob hitting ability, with r = 0.247 obtained r2 = 0.061, the contribution is 8.04%. (4) There is an insignificant contribution between arm muscle strength, waist flexibility, and eye-hand coordination on lob hitting ability, with R = 0.436, R2 = 0.120, the contribution is 12%.
Pengaruh Latihan Zig-Zag Menggunakan Metode Interval dan Metode Repetisi Terhadap Kelincahan Pemain Sepakbola Rizki Mubaraq; HerdiansyahAgus; Yudhi Esa Saputra; Siti Nur Annisa
JURNAL PENDIDIKAN DAN SAINS Vol 2 No 1 (2022): Peningkatan Kualitas Pembelajaran
Publisher : Universitas Tangerang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In this study, the authors examine the zig-zag exercise with interval training methods and repetition training methods to increase agility. The purpose of this study was to determine the effect of zigzag training with interval and repetition training methods on the agility of soccer players. The method used in this research is the experimental method. The population in this study were students of the Bandung Coerver Coaching Team, while the sample used in this study consisted of 22 students of the Bandung Coerver Coaching Team. This study was conducted for 8 weeks with a frequency of exercise 2 times a week. Based on the processing and analysis of the data obtained, the results of the study were that there was no significant increase in the two training methods on the agility of football players. When compared, there is a difference in the improvement of these two training methods. Based on the results of this study, the authors recommend that the repetition method be an option as a method to improve the agility of football players.
Bahan Ajar Pendidikan Multikultural untuk meningkatkan Rasa Nasionalisme Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Nurdin Kamil Kamil; Yudhi Esa Saputra; Raeh Niken Baghiroh
JURNAL PENDIDIKAN DAN SAINS Vol 1 No 2 (2022): Pendidikan dan Bahan Ajar
Publisher : Universitas Tangerang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Budaya belajar sangat dibutuhkan dalam pembelajaran di sekolah dasar. Untuk itu, setiap guru sekolah dasar harus memiliki pengetahuan dan kemampuan dalam materi budaya. Penelitian ini mengembangkan bahan ajar studi lintas budaya untuk meningkatkan karakter nasionalisme siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode ADDIE. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model pengembangan dengan desain ADDIE yaitu Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Subyek penelitian ini adalah mahasiswa semester enam program studi pendidikan guru sekolah dasar FKIP Universitas Sriwijaya. Teknik pengumpulan data adalah lembar validasi ahli dan angket. Analisis data menggunakan analisis kualitatif dan analisis hasil uji validasi ahli. Tahap uji coba produk dilakukan pada mahasiswa semester 6. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar studi lintas budaya layak digunakan dalam pembelajaran. Hal ini ditunjukkan dari hasil analisis lembar validasi oleh validator bahwa bahan ajar yang dikembangkan termasuk dalam kategori sangat baik. Selain itu, hasil analisis angket yang diberikan kepada siswa setelah menggunakan bahan ajar studi lintas budaya menunjukkan karakter nasionalisme siswa berada pada kategori sangat baik, dan tanggapan angket yang diberikan menunjukkan bahan ajar layak digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan bahan ajar studi lintas budaya berpengaruh terhadap karakter nasionalisme mahasiswa pendidikan guru sekolah dasar di FPIK Universitas Sriwijaya dan bahan ajar yang dikembangkan layak digunakan dalam pembelajaran pada mata pelajaran IPS.
SOSIALISASI PENGUATAN DIGITAL MARKETING : PELUANG DIGITALISASI DISEKTOR UMKM PADA DESA PETE, KECAMATAN TIGARAKSA Febri Sari Siahaan; Yudhi Esa Saputra; Ahmad Rasyiddin; Muhammad Yusuf; Diksi Metris
GANESHA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tunas Pembangunan Surakarta (UTP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/ganesha.v5i1.4457

Abstract

Program Sosialisasi Penguatan Pemasaran Digital Marketing (UMKM) di Desa Pete, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kapasitas pelaku UMKM dalam memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan daya saing produk. Program ini memberikan pelatihan teknis mengenai penggunaan media sosial (Instagram, Facebook) dan platform marketplace (Tokopedia, Shopee) untuk pemasaran produk, serta merancang strategi pemasaran digital yang efektif sesuai dengan karakteristik produk dan pasar sasaran. Sasaran dari program ini adalah pelaku UMKM yang terlibat dalam sektor kuliner, kerajinan tangan, dan produk pertanian yang belum mengoptimalkan pemasaran digital. Hasil dari program ini diukur melalui peningkatan pemanfaatan digital marketing, peningkatan penjualan produk, dan kepuasan pelaku UMKM. Selain itu, program ini juga memastikan keberlanjutan pemanfaatan digital marketing melalui pendampingan pasca-pelatihan. Program ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan UMKM di Desa Pete melalui pemanfaatan teknologi digital dalam pemasaran.
Pengaruh Gaya Belajar Terhadap Hasil Belajar IPA Materi Perubahan Wujud Benda Kelas IV Di MIS Anwarul Huda Riska Amalia; Dio Eriawandi; Yudhi Esa Saputra
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 2 (2026): Maret - Juni
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i2.10695

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan rendahnya keaktifan, motivasi, serta capaian hasil belajar IPA siswa kelas IV MIS Anwarul Huda. Kondisi tersebut diduga disebabkan oleh ketidakmampuan siswa dalam mengenali karakteristik gaya belajar yang paling efektif bagi diri mereka sendiri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh positif dan signifikan gaya belajar siswa terhadap hasil belajar IPA pada materi perubahan wujud benda. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode asosiatif. Populasi penelitian mencakup seluruh siswa MIS Anwarul Huda dengan sampel jenuh kelas IV yang berjumlah 22 orang, yang ditentukan melalui teknik probability sampling jenis cluster sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen observasi, angket (kuesioner) untuk gaya belajar (X), dan dokumentasi nilai tes untuk hasil belajar IPA (Y). Uji prasyarat analisis menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk dan uji linearitas dengan bantuan SPSS versi 26. Hasil analisis regresi linear sederhana menghasilkan persamaan Y = -3,656 + 1,167X. Pengujian hipotesis parsial (uji t) menunjukkan nilai t hitung > ttabel (2,270 > 1,717) dengan signifikansi 0,034 < 0,05, sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Koefisien determinasi (R2) bernilai 0,205, yang berarti variabel gaya belajar memberikan kontribusi pengaruh sebesar 20,5% terhadap hasil belajar IPA, sedangkan 79,5% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan terdapat pengaruh positif dan signifikan antara gaya belajar terhadap hasil belajar IPA materi perubahan wujud benda siswa kelas IV di MIS Anwarul Huda.
Physiological demand of esports athletes : Tuntutan Fisiologis Atlet Esports Herdiansyah Agus; Maleaky Patty; Eko Putra Utama.J; Dito Dwi Cahyo; Bayu Santoso; Yudhi Esa Saputra; Hadiat Aliansyah
Jorpres (Jurnal Olahraga Prestasi) Vol. 21 No. 2 (2025)
Publisher : Departement of Sports Coaching, Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jorpres.v21i2.91171

Abstract

This study aims to reveal the physiological demands on esports athletes when competing. To achieve this goal, a literature review was conducted on Scopus databases using Specific inclusion criteria between 2006 and 2024. 5 articles were selected for this review based on the relevance of the topics reviewed. Based on the articles, for esports athletes, it was found that the maximum oxygen uptake demand was 41.98 ± 5.50 mL/kg/min or the highest up to 48 mL/kg/min, while the demand for oxygen consumption at gameplay was found at an average of 3.89 mL/kg or a median of 0.29 (0.24-0.35) L/min. Furthermore, the maximum heart rate was 191 ± 10 beats/min (at aerobic maximum test) or 136.8 ± 13.3 beats/min (at gameplay). While the average heart rate when playing the game was between the median 87.1 (80.3 - 104) beats/min to the average 110.1 ± 15.7 beats/min. Based on this data, it can be understood the physiological response of esports athletes in game situations, which can be adjusted later to the dose of training provided (athlete adaptation to match needs). In addition, data on the physiological demands of esports athletes can also be used as a minimum target for the ability of esports athletes to be used as a benchmark. To prepare athletes to be physiologically ready for the match.  
PENGARUH MATA PELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA, DAN KESEHATAN TERHADAP TINGKAT KESEHATAN SISWA SMA TUNAS HARAPAN JAKARTA BARAT: Studi Kasus di SMA Tunas Harapan Jakarta Barat Ahmad Ridwan Komarudin; Muh. Khaedir Lutfi; Yudhi Esa Saputra
Jurnal Pendidikan dan Sains (JUPISI) Vol 6 No 1 (2026): JUPISI
Publisher : Universitas Tangerang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the effect of Physical Education, Sports, and Health (PJOK) subjects on the health level of students at SMA Tunas Harapan, West Jakarta. The research method used was a descriptive–analytical approach by examining the concepts, theories, and practical implementation of PJOK and its influence on students’ health at SMA Tunas Harapan, West Jakarta. The research sample consisted of senior high school (SMA) students selected randomly. The instruments used included a healthy lifestyle habits questionnaire and physical fitness tests. The results of the study indicate that there is a positive and significant effect of PJOK learning on students’ health levels. The better the implementation of PJOK, the higher the students’ level of health. Keywords: Physical Education, student health, physical fitness