Dewi Yuliyana
STAI Haji Agus Salim Cikarang Bekasi

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Moderasi Beragama Sebuah Solusi dalam Menghadapi Krisis Identitas Agama Noor Azida Batubara; Dewi Yuliyana
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 7 No. 1 (2025): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v7i1.267

Abstract

Di era globalisasi dan modernisasi, krisis identitas agama menjadi tantangan yang dihadapi banyak individu dan komunitas, terutama di tengah arus informasi yang begitu cepat dan beragam. Fenomena ini sering kali memunculkan ekstremisme, eksklusivisme, atau justru sikap acuh tak acuh terhadap nilai-nilai keagamaan. Moderasi beragama hadir sebagai solusi untuk menyeimbangkan pemahaman keagamaan yang inklusif, toleran, dan menghargai keberagaman, tanpa menghilangkan esensi ajaran agama itu sendiri. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis pentingnya moderasi beragama dalam menghadapi tantangan krisis identitas agama, serta implikasinya terhadap penguatan hubungan antar kelompok agama di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis untuk mengeksplorasi moderasi beragama sebagai solusi dalam menghadapi krisis identitas agama. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui studi literatur dan wawancara. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif-analitis, di mana data yang diperoleh melalui studi literatur dan wawancara dianalisis secara kualitatif.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa moderasi beragama berperan penting dalam mengatasi krisis identitas agama dengan menanamkan pemahaman keagamaan yang inklusif, toleran, dan kontekstual. Krisis identitas agama sering kali dipicu oleh pemahaman yang ekstrem, baik dalam bentuk radikalisme maupun sekularisme yang berlebihan. Implikasi hasil penelitian ini menunjukkan bahwa moderasi beragama dapat dijadikan strategi efektif dalam menangani krisis identitas agama, baik dalam lingkup individu maupun sosial. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya peran lembaga pendidikan, tokoh agama, dan kebijakan pemerintah dalam mengintegrasikan nilai-nilai moderasi dalam sistem pendidikan, dakwah, serta regulasi sosial. Selain itu, pemahaman yang lebih inklusif terhadap agama dapat memperkuat kohesi sosial dan mencegah konflik berbasis perbedaan keyakinan.
Integrasi Nilai Keislaman dalam Manajemen Mutu Pendidikan Dewi Yuliyana; Titi Hendrawati
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 7 No. 2 (2025): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v7i2.370

Abstract

Manajemen mutu pendidikan merupakan suatu pendekatan sistematik untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi penyelenggaraan pendidikan. Dalam konteks lembaga pendidikan Islam, manajemen mutu tidak hanya ditujukan pada pencapaian standar akademik semata, tetapi juga harus mencerminkan nilai-nilai keislaman yang menjadi dasar pijakan lembaga tersebut. Oleh karena itu, integrasi nilai-nilai Islam dalam manajemen mutu menjadi aspek penting yang harus diperhatikan agar pendidikan tidak hanya menghasilkan peserta didik yang cerdas secara intelektual, tetapi juga unggul dalam akhlak dan spiritualitas. Nilai-nilai keislaman seperti amanah, kejujuran, tanggung jawab, keadilan, serta semangat ihsan dan istiqamah harus menjadi ruh dalam setiap proses manajerial, baik dalam perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, maupun evaluasi mutu pendidikan. Integrasi nilai-nilai ini dapat memperkuat budaya mutu di lingkungan pendidikan dan menciptakan atmosfer kerja yang harmonis, produktif, dan bermakna. Dengan demikian, orientasi mutu pendidikan berbasis Islam bukan hanya menekankan pada hasil (output) dan dampak (outcome), tetapi juga pada proses yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariat. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan model manajemen mutu pendidikan yang mengintegrasikan nilai-nilai Islam secara menyeluruh dalam praktik kelembagaan. Pendekatan kualitatif digunakan dengan metode studi kasus pada lembaga pendidikan Islam, sehingga diperoleh gambaran nyata mengenai implementasi nilai-nilai keislaman dalam budaya mutu sekolah. Hasil kajian menunjukkan bahwa lembaga yang berhasil mengintegrasikan nilai-nilai Islam ke dalam manajemen mutu cenderung memiliki iklim sekolah yang lebih positif dan mampu mempertahankan keberlanjutan mutu secara konsisten.
Kaufman Learning Evaluation Levels Dewi Yuliyana; Sri Wurini Ardhya Garini; Noor Azida Batubara
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 7 No. 4 (2025): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v7i4.554

Abstract

Proses pengembangan pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) membutuhkan sistem evaluasi yang terstruktur dan responsif terhadap kebutuhan peserta didik serta dinamika sosial. Salah satu model evaluasi yang relevan untuk meningkatkan mutu pembelajaran PAI adalah model Kaufman yang merupakan pengembangan dari model evaluasi Kirkpatrick. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model Kaufman dalam evaluasi pembelajaran PAI dan menganalisis kontribusinya terhadap peningkatan kualitas pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian dilaksanakan di Madrasah Ibtidaiyyah MIS Al-Munawwaroh, Jagawana, Desa Sukarukun, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi pada tanggal 15 Agustus 2025, dengan subjek penelitian guru dan peserta didik. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Kaufman dapat mengukur efektivitas pembelajaran PAI pada lima level, yakni input pembelajaran, penguasaan materi, implementasi dalam kehidupan nyata, hasil pada lembaga, serta dampak sosial di masyarakat. Kontribusi penelitian ini adalah menyediakan kerangka evaluasi yang komprehensif bagi guru PAI dalam merancang pembelajaran yang kontekstual, bermakna, serta berdampak pada peserta didik dan lingkungannya
Analisis Pengembangan Media dan Teknologi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Berbasis Model ADDIE di Era Digital Wilda Agista; Titi Hendrawati; Dewi Yuliyana; Muhammad Abduh
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 8 No. 1 (2026): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v8i1.694

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis urgensi dan strategi pengembangan media serta teknologi pembelajaran dalam Pendidikan Agama Islam (PAI) di era digital. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan model pengembangan media ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media pembelajaran interaktif, visual, dan kontekstual mampu meningkatkan pemahaman konsep keislaman dan minat belajar siswa. Platform digital seperti Canva, Wordwall, dan Google Sites terbukti efektif dalam menyampaikan nilai-nilai Islam secara menarik dan kreatif. Namun, penelitian juga menemukan hambatan berupa keterbatasan infrastruktur, rendahnya literasi digital guru, serta minimnya dukungan kebijakan. Implikasi dari penelitian ini menegaskan pentingnya pelatihan berkelanjutan bagi guru PAI, kolaborasi lintas disiplin, dan kebijakan kurikulum yang adaptif terhadap digitalisasi untuk mewujudkan pembelajaran PAI yang bermakna, relevan, dan berlandaskan nilai-nilai Islam. Kata Kunci: Pendidikan Agama Islam, media pembelajaran digital, teknologi pendidikan, guru PAI, era digital
Future Prospects of Learning Innovation Development Dewi Yuliyana; Titi Hendrawati
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 8 No. 2 (2026): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v8i2.743

Abstract

Perkembangan teknologi digital dan tuntutan keterampilan abad ke-21 menuntut adanya inovasi pembelajaran yang adaptif dan berkelanjutan. Namun demikian, masih terdapat kesenjangan antara pesatnya perkembangan teknologi dengan kesiapan guru, ketersediaan sarana prasarana, serta integrasi nilai pedagogik dan karakter dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis prospek pengembangan inovasi pembelajaran di masa depan ditinjau dari aspek teknologi, pedagogik, dan penguatan karakter peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode mixed methods (metode campuran) dengan desain sequential explanatory, yang mengombinasikan data kuantitatif dan kualitatif secara berurutan untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif. Penelitian dilaksanakan di beberapa satuan pendidikan tingkat dasar dan menengah di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Populasi penelitian adalah guru pada jenjang tersebut, dengan sampel sebanyak 20 guru yang dipilih melalui teknik purposive sampling berdasarkan kriteria pengalaman dalam penerapan inovasi pembelajaran. Jumlah sampel ini tidak ditujukan untuk generalisasi statistik, melainkan untuk memperoleh data yang mendalam dan mencapai ketercukupan informasi (data saturation). Data kuantitatif diperoleh melalui angket untuk mengukur tingkat kesiapan dan implementasi inovasi pembelajaran, kemudian dianalisis secara deskriptif menggunakan SPSS. Selanjutnya, data kualitatif diperoleh melalui wawancara mendalam dan observasi guna memperkuat serta menjelaskan temuan kuantitatif, yang dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas guru telah menerapkan inovasi pembelajaran berbasis digital dan blended learning. Sebanyak 70% guru berada pada kategori siap, dan 80% responden menyatakan adanya peningkatan hasil belajar siswa setelah penerapan inovasi. Disimpulkan bahwa prospek inovasi pembelajaran di masa depan sangat besar apabila dikembangkan secara terintegrasi antara teknologi, pedagogik, dan penguatan karakter.