Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pelatihan dan Pendampingan Kader Posyandu dalam Upaya Pencegahan Stunting melalui Peningkatan Kemampuan Antropometri di Desa Rukti Endah Kabupaten Lampung Tengah Sutrio Sutrio; Ahmad Fikri; Anita Anita; Bertalina Bertalina; Amrina Amrina
ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : UPT Publikasi dan Penerbitan Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/abdiunisap.v3i1.410

Abstract

Identifikasi stunting yang tidak akurat dapat menyebabkan kesalahan dalam menilai status gizi anak dan berdampak pada ketepatan intervensi yang diberikan. Ketidaktepatan ini sering kali disebabkan oleh penggunaan alat ukur yang tidak sesuai atau tidak dilakukannya pengukuran antropometri sesuai prosedur standar. Di Desa Rukti Endah, ditemukan bahwa sebagian besar kader posyandu belum memiliki keterampilan yang memadai dalam melakukan pengukuran antropometri pada balita. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kader dalam mendeteksi stunting dan memahami konsep serta praktik pemantauan pertumbuhan balita. Metode yang digunakan meliputi pelatihan teori dan pendampingan praktik lapangan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelatihan mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader secara signifikan. Rata-rata nilai pengetahuan kader meningkat dari 17,28 (SD=1,86) sebelum pelatihan menjadi 24,16 (SD=2,05) setelah pelatihan, dengan rata-rata peningkatan skor sebesar 6,88 poin. Keterampilan dalam pengukuran panjang badan meningkat dari rata-rata skor 6,08 (SD=0,76) menjadi 8,84 (SD=0,62), sedangkan pengukuran tinggi badan meningkat dari 5,84 (SD=0,62) menjadi 7,92 (SD=0,66). Uji statistik menunjukkan perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah pelatihan pada aspek pengetahuan dan keterampilan, dengan nilai p-value 0,000 (p<0,05). Kesimpulannya, pelatihan dan pendampingan terbukti efektif dalam meningkatkan kapasitas kader posyandu dalam mendeteksi stunting dan melakukan pengukuran antropometri secara benar. Pendampingan lanjutan oleh tenaga kesehatan sangat diperlukan untuk mendukung keberlanjutan pemantauan pertumbuhan balita dan identifikasi dini masalah gizi.
Pendampingan Kader Posyandu dalam Pemantauan Praktik MP-ASI Usia 6–23 Bulan di Puskesmas Bandar Agung, Lampung Tengah Sutrio Sutrio; Anita Anita; Mei Ahyanti; Ahmad Fikri
ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : UPT Publikasi dan Penerbitan Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/abdiunisap.v3i2.459

Abstract

Kader Posyandu memiliki peran strategis dalam pemantauan tumbuh kembang anak dan edukasi praktik pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) yang sesuai standar. Namun, sebagian kader masih memiliki keterbatasan pengetahuan dan keterampilan dalam pelaksanaan pemantauan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kader Posyandu melalui pendampingan dalam praktik pemantauan MP-ASI di wilayah kerja Puskesmas Bandar Agung, Lampung Tengah, sebagai bagian dari Program Investing in Nutrition and Early Years (INEY) 2025. Kegiatan dilaksanakan dalam dua tahap, yaitu (1) edukasi dan simulasi prinsip pemberian MP-ASI serta teknik pemantauan, dan (2) pendampingan langsung pada kegiatan Posyandu oleh tim dosen Poltekkes Tanjungkarang. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pemahaman kader terhadap prinsip pemberian MP-ASI, pencatatan data, serta keterampilan komunikasi edukatif kepada ibu balita. Evaluasi kualitatif menunjukkan respons positif dan peningkatan kepercayaan diri kader dalam menerapkan praktik pemantauan yang sesuai standar. Kegiatan ini mendukung pencapaian tujuan INEY 2025 dalam peningkatan kualitas pelayanan gizi berbasis masyarakat. Disarankan agar pendampingan dilakukan secara berkelanjutan dengan dukungan sistem monitoring dan metode pelatihan yang adaptif terhadap kebutuhan kader di lapangan.