Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PERPADUAN HIGH INTENSITY INTERVAL TRAINING DAN MODERATE INTENSITY CONTINUOUS TRAINING DALAM PENURUNAN OBESITAS Susilo, Eko Andi; Sumarno, Sumarno; Suyoko, Andri; Sari, Rasma Lupita
Jambura Health and Sport Journal Vol 6, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37311/jhsj.v6i1.24396

Abstract

Obesitas merupakan masalah kesehatan serius yang dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis, seperti diabetes dan penyakit jantung. Mengadopsi gaya hidup sehat melalui pola makan seimbang dan aktivitas fisik teratur sangat penting untuk mencegah dan mengatasi obesitas. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki perpaduan High Intensity Interval Training (HIIT) dan Moderate Intensity Continuous Training (MICT) dalam penurunan obesitas. Penelitian ini menggunakan rancangan berupa randomized group pre-test and post-test design untuk mengevaluasi efek dari dua metode latihan yang berbeda, yaitu High Intensity Interval Training (HIIT) dan Moderate Intensity Continuous Training (MICT), dibandingkan dengan latihan Low Intensity pada berat badan dan komposisi tubuh. Sebanyak 20 orang peserta penelitian dibagi menjadi dua kelompok, yakni kelompok intervensi yang menjalani HIIT dan MICT, serta kelompok kontrol yang menjalani latihan Low Intensity (LI). Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa tidak adanya perbedaan yang signifikan dalam berat badan awal, berat badan akhir, lemak tubuh awal, dan lemak tubuh akhir antara kedua kelompok. Temuan ini dapat memberikan wawasan bagi perancangan program latihan dan intervensi obesitas, menunjukkan bahwa metode-latihan berbeda mungkin tidak selalu menghasilkan perbedaan yang signifikan pada berat badan dan komposisi tubuh. Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memahami faktor-faktor yang mungkin mempengaruhi respons individu terhadap berbagai jenis latihan.
Intervensi hidrasi selama latihan fisik terhadap kadar elektrolit dalam tubuh pada pemain futsal Ristiawan, Bayu; Sumarno, Sumarno
Sepakbola Vol 3, No 1 (2023)
Publisher : Research and Social Study Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33292/sepakbola.v3i1.251

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan intervensi hidrasi minuman isotonik dari air kelapa dan oralit yang efektif untuk mengisi kembali cairan dalam tubuh dari dehidrasi yang disebabkan selama latihan fisik yang berat. Pendekatan eksperimen melalui desain cross over dengan memberikan perlakuan pemberian oralit, air kelapa selama latihan fisik terhadap kadar elektrolit dalam darah. Partisipan dalam penelitian ini adalah seluruh anggota tim Futsal Universitas Negeri Surabaya yang berjumlah 18 orang. Analisis data mengukur nilai rata-rata (kadar natrium, klorida dan kalium dalam darah) dilaporkan sebagai rata-rata ± SD. Analisis ANOVA diikuti oleh perbandingan post hoc Bonferroni digunakan untuk menentukan perbedaan yang signifikan antara hasil yang diperoleh dalam permainan yang berbeda. Prosedur signifikansi statistik adalah p≤0.05. dengan bantuan statistik SPSS 26.0. Hasil menunjukkan bahwa ada pengaruh dari pemberian dua jenis minuman oralit dan air kelapa, tetapi tidak signifikan pengaruhnya terhadap air mineral. Sedangkan, kandungan zat gizi dalam oralit lebih baik untuk mengembalikan kadar elektrolit dalam darah sesudah latihan dibandingkan air kelapa. Dengan mengidentifikasi kandungan elektrolit dalam aliran darah setelah setiap penggunaan, masyarakat dapat mengambil kesimpulan bahwa oralit memiliki pengaruh yang lebih baik dalam pengembalian kadar natrium dan klorida dalam darah, dan air kelapa memiliki pengaruh lebih baik pada kadar kalium dalam darah. Hydration intervention during physical training on body electrolyte levels in futsal players Abstract: The purpose of this study was to compare the hydration interventions of isotonic drinks of coconut water and ORS, which are effective in replenishing fluids in the body from dehydration caused during strenuous physical exercise. An experimental approach through cross-over design is by giving treatment of giving ORS and coconut water during physical exercise on blood electrolyte levels. The participants in this study were all 18 members of the Surabaya State University Futsal team. Data analysis measured the mean values (blood levels of sodium, chloride, and potassium) reported as mean ± SD. ANOVA analysis followed by Bonferroni post hoc comparison was used to determine significant differences between the results obtained in different games. The statistical significance procedure was p≤0.05. with the statistical aid of SPSS 26.0. The results showed that administering two types of ORS and coconut water had an effect, but not a significant effect on mineral water. Meanwhile, the nutrient content in ORS is better for restoring blood electrolyte levels after exercise than coconut water. By identifying the electrolyte content in the bloodstream after each use, people can conclude that ORS has a better effect on restoring sodium and chloride levels in the blood, and coconut water has a better effect on potassium levels in the blood.
Identifikasi statistik pertandingan futsal: Evaluasi performa tim secara holistik Prasetryo, Alfian Dwi; Sumarno, Sumarno; Subagio, Irmantara
Sepakbola Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Research and Social Study Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33292/sepakbola.v3i2.286

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk menguji variabel statistik pertandingan futsal PON XIX Jawa Barat 2016. Sampel pertandingan yang diobservasi dan analisis berjumlah 29 pertandingan dari 11 tim futsal yang diambil dari rekaman pertandingan dari kanal YouTube MNCTV Official kemudian spreadsheet digunakan sebagai instrumen pengumpulan data, dan metode yang digunakan adalah analisis observasi deskriptif. Uji validitas dilakukan oleh 20 ahli, sedangkan untuk uji reliabilitas dilakukan dua orang ahli yang memenuhi kriteria inklusi. Uji validitas konten menggunakan ketentuan Bulger dan Housner (2007) dan uji relibialitas menggunakan Cronbach's α untuk menilai tingkat kesepakatan. Pada hasil validasi konten, terdapat empat variabel yang perlu dihapus dan menghasilkan 45 variabel statistik pertandingan futsal. Hasil dari uji reliabilitas, nilai rata-rata Cronbach's α di angka 0.93 dengan tingkat kesepakatan sangat baik. Empat variabel utama yang mejadi titik berangkat untuk pembahasan lebih lanjut, yaitu Ball Posession, Lost Ball, Set Piece dan Set Play. Simpulan dari penelitian ini menemukan, bahwa statistik pertandingan futsal yang dikembangkan memiliki validitas pada kategori sangat setuju (sangat valid) dan memiliki tingkat reliabilitas sangat baik. Artinya, statistik pertandingan futsal ini akurat dan holistik untuk dijadikan bahan evaluasi bagi pemain dan pelatih untuk meningkatkan performa tim. Penyelidikan selanjutnya pada statistik pertandingan futsal perlu dapat menggunakan metodologi yang lebih komprehensif.
Pengembangan bakat untuk atlet di usia muda: Pembahasan dalam pendekatan spesialisasi awal versus multilateral Sumarno, Sumarno; Imawati, Veni
Patria Educational Journal (PEJ) Vol 3 No 2 (2023): Volume 3 Nomor 2 Juni 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/pej.v3i2.1014

Abstract

Abstrak: Bakat di usia muda dapat dilihat sebagai salah satu titik berangkat dalam membahas pencapaian prestasi olahraga. Gagasan tentang bakat terus memainkan peran penting dalam sebagian besar model pengembangan atlet. Dalam ulasan singkat ini, kami menyoroti perhatian pada gagasan tentang bakat dan bagaimana hal itu dikonseptualisasikan dalam sistem olahraga pada usia dini. Artikel ini bertujuan untuk mendiskusikan tentang dua jalur pengembangan bakat usia muda, yaitu spesialisasi awal dan multilateral. Beberapa pelatih, orang tua, dan anak-anak percaya bahwa cara terbaik untuk mengembangkan atlet elit adalah dengan berpartisipasi hanya dalam satu olahraga sejak usia dini dan memainkannya sepanjang tahun. Di pihak lain, menilai memilih jalur multilateral berguna untuk dasar menuju tahap spesialisasi olahraga dan memberikan dasar fundamental motorik dan fisik yang menyeluruh bagi anak. Pembahasan kami mengarah pada akar pengembangan bakat olahraga; spesialisasi awal versus multilateral pada bakat usia dini; dan solusi dalam pelatihan dan pengembangan atlet usia muda. Abstract: Talent at an early age can be seen as a starting point in discussing sports achievement offers. The notion of talent continues to play an important role in most models of athlete development. In this brief review, we examine the notion of talent and how it is conceptualized in sport systems at an early age. This article aims to talk about two pathways of youth talent development, namely early specialization and multilateral. Some coaches, parents, and children believe that the best way to develop elite athletes is to participate in only one sport from an early age and play it year-round. On the other hand, assessing choosing a multilateral pathway for the foundation towards the stage of sports specialization and providing a comprehensive foundation of motor and physical fundamentals for children. Our discussion goes to the roots of developing sports talent; early versus multilateral specialization in early talent; and solutions in the training and development of young athletes.
Pengembangan media pembelajaran berbasis aplikasi android Pada teknik dasar lari jarak pendek Agusti, Aris; Sumarno, Sumarno; Imawati, Veni
Patria Educational Journal (PEJ) Vol 3 No 3 (2023): Volume 3 Nomor 3 September 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/pej.v3i3.1192

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian dan pengembangan ini dilakukan untuk mengembangkan dan menvalidasi produk media pembelajaran berbasis aplikasi Android. Metode pengembangan ini menggunakan model ADDIE yang terdiri dari tahap (1) Analysis, (2) Design, (3) Development, (4) Implementation, (5) Evaluation. Data dikumpulkan dengan observasi, wawancara pada guru, dan penyebaran angket. Angket disebarkan pada ahli materi, ahli media, guru PJOK, dan siswa. Hasil dari penilaian mengenai kevalidan produk media pembelajaran oleh ahli materi mendapatkan persentase 97%, ahli media mendapatkan persentase 89%, sedangkan untuk penilaian kelayakan oleh responden guru PJOK mendapatkan persentase 87,5%, siswa mendapatkan persentase 86,5%. Dari keseluruhan hasil dari penilaian responden dapat dsimpulkan, bahwa produk media berbasis aplikasi Android pada teknik dasar lari jarak pendek mendapatkan kriteria sangat valid dan sangat layak diimplementasikan dalam pembelajaran.Abstract: The purpose of this research and development is to develop and validate learning media products based on Android applications. This development method uses the ADDIE model. which consists of stages (1) Analysis, (2) Design, (3) Development, (4) Implementation, (5) Evaluation. Data were collected by observation, interviews with teachers, and distributing questionnaires. Questionnaires were distributed to material experts, media experts, PJOK teachers, and students. The results of the assessment of the validity of learning media products by material experts get a percentage of 97%, media experts get a percentage of 89%, while for the feasibility assessment by PJOK teachers respondents get a percentage of 87.5%, students get a percentage of 86.5%. From the overall results of the respondents' assessments, it can be concluded that media products are based on Android applications on the basic techniques of short-distance running get very valid criteria and very feasible to be implemented in learning.
Pengembangan Metode Pengajaran Dialogis dengan Pendekatan Hadap Masalah Paulo Freire sebagai Upaya Mewujudkan Kemerdekaan Belajar Amalia, Shofi Nur; Sumarno, Sumarno; Fatmawati, Malinda
BRILIANT: Jurnal Riset dan Konseptual Vol 9 No 2 (2024): Volume 9 Nomor 2, Mei 2024
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/briliant.v9i2.1665

Abstract

‘’Independence of Learning” from the MBKM concept is often associated with Paulo Freire's critical pedagogy. This research and development (R&D) seek to design and test dialogic learning strategies/methods using the ADDIE model (analyze, design, develop, implement & evaluate). The product trial consisted of expert assessment and field trial through formative evaluation (one-to-one, small-group & field trial) which was conducted by 30 participants. Data collection techniques include filling out questionnaires’ interviews, observation and documentation. Quantitative data analysis uses descriptive statistics with the help of IBM SPSS 26 software. The qualitative data analysis uses the help of Atlas.Tiversi 9 qualitative data analysis software. Based on the results of the field-test evaluation with a percentage of 90%, it can be concluded that the dialogical teaching method is very feasible. Three main themes from the qualitative data were (a) the relationship between the teaching method and students' responses, (b) students' readiness for critical learning and (c) the positive effects of problem-facing learning. Prospectively, our design is promising to be used as a teaching method in future MBKM curricula.