Sri Lestari
Universitas PGRI Madiun, Indonesia

Published : 8 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Integrating Indonesian Local Wisdom into Tertiary EFL Writing Instruction: Practices, Challenges, and Opportunities Safnidar Siahaan; Isnaini Eddy Saputro; Nurfisi Arriyani; Sri Lestari; Turab Hussain
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Vol 4, No 1 (2025)
Publisher : Yayasan Keluarga Guru Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46843/jpm.v4i1.391

Abstract

This study was initiated to support English as a Foreign Language (EFL) lecturers in enhancing culturally responsive writing instruction by integrating elements of Indonesian local wisdom. Recognizing the need to strengthen students’ cultural identity and moral values through language learning, this initiative aimed to explore current practices, benefits, and challenges faced by lecturers in embedding local content into academic writing tasks. A qualitative-descriptive approach was employed, with data collected through a questionnaire completed by 30 English as a Foreign Language (EFL) lecturers from various Indonesian universities. Findings revealed that a majority of lecturers incorporate proverbs, folktales, traditional events, and cultural values, primarily through descriptive, narrative, and argumentative essays. These practices not only improve students’ linguistic and cognitive skills but also foster reflective thinking and cultural pride. However, lecturers reported several challenges, including limited resources, curriculum constraints, and lack of professional training. The results promote a more localized and meaningful approach to EFL writing instruction, empowering both educators and learners to preserve and reflect on Indonesia’s rich cultural heritage. Moreover, this study contributes to the broader discourse on decolonizing EFL curricula and offers a replicable model for culturally sustaining pedagogy in other multilingual, multicultural contexts.
Analisis Keterampilan Membaca Lancar Siswa SD (Studi Kasus di Kelas IV SDN Jiwan 01) Nia Uswatun Khasanah; Dewi Triyanasari; Sri Lestari
Jurnal Pengabdian Multidisiplin Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Kuras Institute & Scidac Plus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51214/002026062045000

Abstract

Kelancaran membaca merupakan keterampilan penting yang mendukung keberhasilan akademik siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterampilan kelancaran membaca siswa kelas empat di SDN Jiwan 01, mengidentifikasi faktor-faktor penyebab kesulitan membaca, dan mendeskripsikan upaya guru untuk mengatasinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif yang melibatkan tiga siswa kelas empat yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi serta dianalisis menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa mengalami kesulitan dalam ketepatan, kecepatan membaca, prosodi, dan kelancaran membaca. Kesulitan ini dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Guru mengatasi kesulitan tersebut melalui bimbingan individual, kegiatan membaca berulang, bahan bacaan yang sesuai, bantuan tambahan, dan kolaborasi dengan orang tua.
Ekplorasi Pembelajaran Menulis Cerita Narasi Di SDN 05 Madiun Lor Freza Yolanda Octavia; Endang Sri Maruti; Sri Lestari
Jurnal Pengabdian Multidisiplin Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Kuras Institute & Scidac Plus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51214/002026062046000

Abstract

Abstrak Kemampuan menulis cerita narasi masih menjadi tantangan bagi sebagian siswa sekolah dasar. Namun, kondisi yang berbeda ditemukan di SDN 05 Madiun Lor, Kota Madiun, di mana siswa menunjukkan kemampuan menulis narasi yang baik dan meraih prestasi dalam lomba menulis. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian pembelajaran menulis cerita narasi di kelas V SDN 05 Madiun Lor. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran menulis cerita narasi dilaksanakan melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian. Pada tahap perencanaan, guru menyusun modul ajar yang memuat tujuan pembelajaran, strategi, media, dan asesmen. Pada tahap pelaksanaan, guru melaksanakan kegiatan pendahuluan, inti, dan penutup dengan menggunakan metode ceramah, tanya jawab, dan bimbingan langsung. Pada tahap penilaian, guru menggunakan indikator dan rubrik penilaian untuk menilai hasil tulisan siswa. Sebagian besar siswa mampu menulis cerita narasi sesuai tema, mengembangkan ide cerita, serta menggunakan bahasa yang jelas dan runtut. Dengan demikian, pembelajaran menulis cerita narasi di kelas V SDN 05 Madiun Lor telah terlaksana dengan baik melalui perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian yang mendukung pencapaian kemampuan menulis siswa.
Efektivitas Pendekatan Deep Learning Berbantuan Media Augmented Reality Terhadap Hasil Belajar Kognitif IPAS di Kelas V Sekolah Dasar Shellingga Dyah Kusumaninggar; Sri Lestari; Raras Setyo Retno
Jurnal Pengabdian Multidisiplin Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Kuras Institute & Scidac Plus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51214/002026062061000

Abstract

Hasil belajar kognitif siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) masih menjadi salah satu permasalahan yang ditemukan di sekolah dasar, terutama pada materi yang bersifat abstrak seperti organ pernapasan manusia. Karakteristik materi yang tidak dapat diamati secara langsung menyebabkan siswa mengalami kesulitan dalam memahami struktur, fungsi, dan mekanisme kerja organ pernapasan sehingga berdampak pada rendahnya hasil belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pendekatan Deep Learning berbantuan media Augmented Reality terhadap hasil belajar kognitif IPAS siswa kelas V sekolah dasar pada materi organ pernapasan manusia. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi experiment dan desain Pretest-Posttest Control Group Design. Sampel penelitian terdiri atas 20 siswa kelas V SDN Sirapan 01 sebagai kelas eksperimen dan 18 siswa kelas V SDN Sirapan 02 sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data menggunakan tes hasil belajar kognitif berupa pretest dan posttest. Analisis data dilakukan melalui uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis menggunakan Independent Sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai pretest kelas eksperimen sebesar 59,89 meningkat menjadi 91,78 pada posttest, sedangkan rata-rata nilai pretest kelas kontrol sebesar 57,61 meningkat menjadi 82,17 pada posttest. Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05 sehingga H₁ diterima. Dengan demikian, pendekatan Deep Learning berbantuan media Augmented Reality efektif dalam meningkatkan hasil belajar kognitif IPAS siswa kelas V sekolah.
Pengaruh Metode Gamifikasi Berbantuan Aplikasi Digital Baamboozle Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas IV Sekolah Dasar Rindy Eka Pratiwi; Sri Lestari; Raras Setyo Retno
Jurnal Pengabdian Multidisiplin Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Kuras Institute & Scidac Plus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51214/002026062068000

Abstract

Hasil belajar kognitif siswa pada mata pelajaran bahasa Indonesia merupakan kemampuan yang dimiliki siswa yang ditunjukkan melalui tingkat penguasaan siswa terhadap materi. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode gamifikasi berbantuan aplikasi digital Baamboozle terhadap hasil belajar Bahasa Indonesia materi kata berimbuhan pada siswa kelas IV sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain Quasi Experimental tipe Non-Equivalent Control Group Design. Sampel penelitian berjumlah 39 siswa yang terdiri atas 20 siswa kelas eksperimen dan 19 siswa kelas kontrol. Data dikumpulkan melalui tes pre-test dan post-test, kemudian dianalisis menggunakan uji normalitas, homogenitas, dan Independent Sample T-Test dengan bantuan SPSS 25. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata nilai post-test kelas eksperimen sebesar 86,25 lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol sebesar 77,89. Hasil uji hipotesis diperoleh nilai t hitung 3,524 > t tabel 2,026 dengan signifikansi 0,001 < 0,05, sehingga H₀ ditolak dan H₁ diterima. Dengan demikian, metode gamifikasi berbantuan aplikasi digital Baamboozle berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar Bahasa Indonesia siswa kelas IV sekolah dasar.
Pengaruh Model Discovery Learning Berbantuan Media E-flipbook Terhadap Kemampuan Menulis Teks Prosedur Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Siswa Kelas V Sekolah Dasar Farisca Hariyani; Sri Lestari; Naniek Kusumawati
Jurnal Pengabdian Multidisiplin Vol. 6 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Kuras Institute & Scidac Plus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51214/002026062069000

Abstract

Kemampuan menulis teks prosedur merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang penting dikuasai oleh siswa sekolah dasar. Namun, kemampuan tersebut masih tergolong rendah karena proses pembelajaran cenderung berpusat pada guru dan penggunaan media pembelajaran yang kurang menarik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Discovery Learning berbantuan media E-flipbook terhadap kemampuan menulis teks prosedur pada mata pelajaran Bahasa Indonesia siswa kelas V Sekolah Dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Quasi Experimental Design jenis Non-Equivalent Control Group Design. Sampel penelitian berjumlah 38 siswa yang terdiri atas 20 siswa kelas eksperimen di SDN Sirapan 01 dan 18 siswa kelas kontrol di SDN Sirapan 02. Pengumpulan data dilakukan melalui tes kemampuan menulis teks prosedur berupa pre-test dan post-test. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis Independent Sample t-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai post-test kelas eksperimen sebesar 86,94, sedangkan kelas kontrol sebesar 81,94. Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai t hitung sebesar 2,109 lebih besar daripada t tabel sebesar 2,028 dengan nilai signifikansi 0,042 (<0,05). Hasil tersebut menunjukkan bahwa model Discovery Learning berbantuan media E-flipbook berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kemampuan menulis teks prosedur siswa kelas V Sekolah Dasar. Model pembelajaran ini mampu mendorong siswa lebih aktif, kritis, serta membantu mereka menyusun teks prosedur secara runtut, logis, dan sistematis.
Pengaruh Model Inquiry Based Learning Berbantuan Media Diorama Ekosistem Terhadap Hasil Belajar IPAS Kelas V Sekolah Dasar Annisa Dwi Prisiska; Sri Lestari; Naniek Kusumawati
Jurnal Pengabdian Multidisiplin Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Kuras Institute & Scidac Plus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51214/002026062088000

Abstract

Permasalahan utama di SDN Bangunsari 02 sebagai sekolah tempat penelitian adalah rendahnya hasil belajar IPAS siswa kelas V akibat proses pembelajaran yang menggunakan model pembelajaran konvensional yang didominasi oleh metode ceramah dan penugasan serta kurangnya pemanfaatan media pembelajaran konkret untuk materi yang bersifat abstrak. Metode pelaksanaan untuk memecahkan masalah tersebut melalui pendekatan eksperimen semu dengan menggunakan model pembelajaran Inquiry Based Learning berbantuan media diorama ekosistem pada sampel 50 siswa yang terbagi menjadi 2 kelas yaitu kelas kontrol dan kelas eksperimen. Hasil kegiatan menunjukkan terdapat peningkatan hasil belajar yang signifikan, dimana nilai rata-rata post-test kelas eksperimen mencapai 75,40, sedangkan kelas kontrol hanya mendapat nilai sebesar 54,60. Berdasarkan uji hipotesis yang telah dilakukan, diperoleh nilai signifikansi 0,00 yang membuktikan adanya pengaruh nyata dari perlakuan yang dibeerikan. Kesimpulannya, penerapan model inquiry based learning berbantuan diorama ekosistem terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar IPAS, mampu memicu aktivitas serta antusias belajar siswa serta mampu mengubah pemahaman konsep abstrak menjadi konkret dan bermakna.
Peningkatan Keterampilan Berbicara Melalui Model Pembelajaran Kooperatif “Talking Stick” Berbantu Media Gambar Berseri Pada Mapel Bahasa Indonesia Kelas IV Sekolah Dasar Juan Tito Mahendra Putra; Sri Lestari; Naniek Kusumawati
Jurnal Pengabdian Multidisiplin Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Kuras Institute & Scidac Plus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51214/002026062117000

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan berbicara siswa kelas IV SDN Jatirejo dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia. Masalah tersebut disebabkan oleh kurangnya minat, kecemasan siswa ketika tampil di depan kelas, kurangnya penguasaan kosakata siswa, dan penggunaan metode pembelajaran yang monoton menyebabkan kelas menjadi tidak aktif. Penelitian ini bertujuan untuk memperbaiki proses pembelajaran, meningkatkan aktivitas guru dan siswa, serta meningkatkan kemampuan berbicara siswa melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Talking Stick dengan bantuan media gambar berseri. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahap utama, yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 22 siswa kelas IV SDN Jatirejo, Kecamatan Wonoasri, Kabupaten Madiun tahun pelajaran 2025/2026. Data dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara, dan tes kemampuan berbicara, yang kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang nyata pada kemampuan berbicara siswa. Pada tahap pra-siklus, kemampuan siswa masih di bawah KKM. Setelah tindakan Siklus I, persentase ketuntasan belajar klasikal meningkat menjadi 70% (15 siswa tuntas). Selanjutnya, pada Siklus II, setelah perbaikan strategi seperti penambahan ice breaking, pembesaran ukuran media visual, dan modifikasi LKPD, ketuntasan belajar siswa meningkat secara signifikan menjadi 95,7% (22 siswa tuntas). Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif Talking Stick dengan bantuan media gambar berseri terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan berbicara, melatih keberanian, serta menumbuhkan partisipasi aktif siswa sekolah dasar.