p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Penataan Ruang
Anindita Ramadhani
Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Arsitektur Lanskap dan Teknologi Lingkungan, Universitas Trisakti, Jakarta, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Spasial Determinan Lingkungan Binaan pada Kesehatan Perkotaan terhadap Kasus Covid-19 di Jakarta Wisely Yahya; Anindita Ramadhani; Martina Cecilia Adriana; Marselinus Nirwan Luru; Pardomuan Robinson Sihombing; Bayu Adinugroho
Jurnal Penataan Ruang Vol. 20 No. 1 (2025): Jurnal Penataan Ruang 2025
Publisher : Jurnal Penataan Ruang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j2716179X.v20i1.3035

Abstract

COVID-19 sebagai penyakit menular telah memberikan guncangan signifikan di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Kenaikan jumlah kasus COVID-19 di Indonesia sejak tahun 2020 hingga 2023 sejalan dengan lonjakan kasus yang terjadi di Provinsi Jakarta. Hubungan antara determinan lingkungan binaan dan kasus COVID-19 telah terbukti signifikan pada beberapa kota di dunia. Di sisi lain, literatur yang menunjukkan hubungan antara determinan lingkungan binaan kesehatan perkotaan pada masa pandemi COVID-19 di Jakarta dari sudut pandang perencanaan masih tergolong terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan spasial determinan lingkungan binaan pada kesehatan perkotaan terhadap kasus COVID-19 di Jakarta. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari data Pemerintah Provinsi Jakarta yang selanjutnya diolah menggunakan software GeoDa dengan analisis regresi spasial. Penelitian menunjukkan bahwa seluruh variabel independen berupa luas RTH, luas permukiman kumuh, panjang saluran drainase perkotaan, jumlah masyarakat terdampak banjir dan kepadatan penduduk secara bersama-sama berpengaruh signifikan dan berpola linear terhadap kasus COVID-19 di Provinsi Jakarta. Secara parsial, hanya variabel panjang saluran drainase perkotaan yang berpengaruh signifikan positif terhadap kasus COVID-19. Model lag spasial sebagai model terbaik pada penelitian menunjukkan bahwa panjang saluran drainase dan jumlah masyarakat terdampak banjir terbukti memiliki efek spasial pada penyebaran kasus COVID-19 di Jakarta. Penelitian ini juga memetakan pola spasial penyebaran kasus COVID-19 di Jakarta. Penelitian ini dapat menjadi dasar pertimbangan untuk para pemangku kepentingan dalam merumuskan strategi untuk meningkatkan kualitas lingkungan binaan, sehingga mendorong kesehatan perkotaan Jakarta yang lebih baik.
Hubungan antara Peningkatan Kepadatan Penduduk dan Fenomena Urban Heat Island: Studi Kasus Kota Cilegon, Banten, Indonesia Endrawati Fatimah; Anindita Ramadhani; Rizal Imana
Jurnal Penataan Ruang Vol. 21 No. 1 (2026): Jurnal Penataan Ruang 2026
Publisher : Jurnal Penataan Ruang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j2716179X.v21i1.9195

Abstract

Kota Cilegon, yang terletak di Provinsi Banten, dikenal sebagai pusat industri baja dan petrokimia terbesar di Indonesia. Pada periode 2010 hingga 2020, kota ini mengalami perluasan industri yang pesat, dengan peningkatan luas kawasan industri lebih dari 20 Ha. Pertumbuhan industri tersebut, yang disertai dengan meningkatnya kebutuhan tenaga kerja, mendorong pertumbuhan penduduk, dampaknya, meningkatkan kebutuhan terhadap kawasan permukiman. Akan tetapi, perluasan wilayah permukiman tidak sejalan dengan perkembangan industri, yang peningkatan luasannya hanya sekitar 4 Ha. Ketidakseimbangan ini menunjukkan adanya proses pemadatan atau intensifikasi penduduk di dalam kawasan permukiman telah terjadi. Studi terdahulu menunjukkan bahwa efek UHI paling kuat berkembang di area permukiman. Maka, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji lebih dalam hubungan antara peningkatan kepadatan penduduk dan fenomena UHI di Kota Cilegon. Analisis spasial dilakukan menggunakan ArcGIS dan teknik penginderaan jauh untuk memetakan persebaran UHI dan kepadatan penduduk, serta analisis korelasi OLS dan Moran’s I untuk menilai hubungan statistik antara keduanya. Hasil penelitian menunjukkan pola spasial UHI di kawasan permukiman tampak menonjol terutama di sepanjang jalan utama Cilegon dan bertepatan dengan area berkepadatan penduduk tinggi. Dari analisis korelasi spasial yang dilakukan diidentifikasi adanya hubungan signifikan antara kepadatan penduduk dan suhu permukaan (LST) yang mengindikasikan tingkat UHI di wilayah tersebut. Berdasarkan temuan ini, perlu dilakukan pengembangan strategi pengendalian kepadatan penduduk yang didukung oleh kebijakan penataan ruang sebagai upaya mitigasi fenomena UHI.