Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Peran Pemerintah Dalam Pengembangan Wisata Budaya di Sumpur Studi Kasus Rumah Gadang dan Wisata Sejarah Khatib Sulaiman Luluk, Theresia Angeline; Sinurat, Ester; Manik, Lolona; Zega, Debora Tasya Claudia; Matondang, M Farouq Ghazali
Journal of Education Transportation and Business Vol 2, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetbus.v2i1.6550

Abstract

Penelitian ini menganalisis peran pemerintah dalam pengembangan wisata budaya di Nagari Sumpur, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, dengan fokus pada Rumah Gadang sebagai representasi arsitektur tradisional Minangkabau dan Situs Sejarah Khatib Sulaiman sebagai warisan perjuangan kemerdekaan. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan teknik reduksi data, penyajian data, dan verifikasi melalui triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintah berperan sebagai fasilitator, penggerak, dan mediator melalui berbagai program seperti "Pesona Sumpu," pelatihan budaya, serta kemitraan strategis dengan lembaga keuangan dan sektor swasta. Upaya branding dan digitalisasi destinasi, termasuk perolehan Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI), turut memperkuat posisi Sumpur sebagai destinasi budaya unggulan. Temuan penelitian mengungkap bahwa kolaborasi holistik antara pemerintah, masyarakat, dan pihak terkait merupakan kunci keberhasilan pengembangan wisata budaya yang berkelanjutan.
Analisis Peran Pemerintah Dalam Pengembangan Wisata Budaya di Sumpur Studi Kasus Rumah Gadang dan Wisata Sejarah Khatib Sulaiman Luluk, Theresia Angeline; Sinurat, Ester; Manik, Lolona; Zega, Debora Tasya Claudia; Matondang, M Farouq Ghazali
Journal of Education Transportation and Business Vol 2, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetbus.v2i1.6550

Abstract

Penelitian ini menganalisis peran pemerintah dalam pengembangan wisata budaya di Nagari Sumpur, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, dengan fokus pada Rumah Gadang sebagai representasi arsitektur tradisional Minangkabau dan Situs Sejarah Khatib Sulaiman sebagai warisan perjuangan kemerdekaan. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan teknik reduksi data, penyajian data, dan verifikasi melalui triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintah berperan sebagai fasilitator, penggerak, dan mediator melalui berbagai program seperti "Pesona Sumpu," pelatihan budaya, serta kemitraan strategis dengan lembaga keuangan dan sektor swasta. Upaya branding dan digitalisasi destinasi, termasuk perolehan Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI), turut memperkuat posisi Sumpur sebagai destinasi budaya unggulan. Temuan penelitian mengungkap bahwa kolaborasi holistik antara pemerintah, masyarakat, dan pihak terkait merupakan kunci keberhasilan pengembangan wisata budaya yang berkelanjutan.
Pemetaan Dinamika Penggunaan Lahan di Kota Bukittinggi: Kajian Terhadap Dampak Pengembangan Sektor Pariwisata Hutagalung, Galatia Valentin; Manalu, Selly Marcelina; Pandiangan, Dipo Fransisco; Matondang, M Farouq Ghazali
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 5, No 1 (2026): January 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/aurelia.v5i1.6553

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memetakan dinamika perubahan penggunaan lahan di Kota Bukittinggi dan menganalisis dampak pengembangan sektor pariwisata terhadap perubahan tersebut. Menggunakan pendekatan analisis spasial berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG), penelitian ini memetakan pola perubahan lahan selama periode 2010-2020. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan signifikan lahan terbangun sebesar 320 hektar atau 37,6%, yang sebagian besar mengonversi lahan pertanian dan ruang terbuka hijau menjadi kawasan permukiman dan komersial, terutama di sekitar jalur akses ke objek wisata utama. Faktor utama yang mendorong perubahan ini adalah pertumbuhan sektor pariwisata, peningkatan jumlah penduduk, dan lemahnya pengendalian tata ruang. Perubahan penggunaan lahan yang tidak terkelola dengan baik berpotensi menimbulkan dampak negatif seperti berkurangnya lahan produktif, meningkatnya risiko banjir, dan ketidakseimbangan ekologi. Penelitian ini merekomendasikan perlunya perencanaan tata ruang yang lebih ketat dan pengembangan pariwisata berkelanjutan yang mengintegrasikan aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan.