Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi hasil belajar siswa dalam tiga tahap. Pertama, mereka menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe TGT; kedua, mereka menerapkan dengan bantuan media ular tangga yang dilengkapi dengan LKPD match making; dan terakhir, mereka menerapkannya pada siswa Kelas VIII D di SMP Negeri 4 Mauliru. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) digunakan, menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif, untuk 24 siswa pada tahun ajaran 2024/2025. Dalam penelitian, pengumpulan data sangat penting karena data yang akurat dan lengkap sangat memengaruhi hasil penelitian. Dua metode pengumpulan data digunakan: instrumen tes dan instrumen non-tes yang berfokus pada aspek kognitif dan afektif. Siklus I (pra-siklus) dan Siklus II (post-siklus) menunjukkan peningkatan kognitif yang signifikan. Sebelum siklus, ada pertemuan di ranah kognitif di mana 7 siswa tuntas dan 17 siswa lainnya belum tuntas; di ranah afektif, 10 siswa tuntas dan 14 siswa lainnya belum tuntas. Pada pertemuan siklus I, 17 siswa tuntas dan 7 siswa belum tuntas; di ranah efektif, 17 siswa tuntas dan 7 siswa belum tuntas; di ranah afektif, 23 siswa tuntas dan 1 siswa belum tuntas. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa kelas VIII D di SMP Negeri 4 Mauliru pada mata pelajaran Tata Surya telah ditingkatkan melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TGT yang didukung oleh media ular tangga dan LKPD match making.