Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Initiation of Women United to Reduce the Suffering of HIV/AIDS (Persatuan Diva) at Public Health Center of Sempu, Banyuwangi District Mandagi, Ayik Mirayanti; Oktavadhan, Mohamad Devan Tri; Prayogi, Ahmad Rido'i Yuda; Anggraeny, Syafira Kurnia; Cahyani, Nurlailia Resa
Engagement: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9 No 1 (2025): May 2025
Publisher : Asosiasi Dosen Pengembang Masyarajat (ADPEMAS) Forum Komunikasi Dosen Peneliti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29062/engagement.v9i1.1934

Abstract

Diva Association is a program initiation that is a pioneer in preventing and controlling HIV/AIDS in women. This activity was carried out in two meetings, where the first meeting focused on mental empowerment regarding endurance and strength to face stigma and the second meeting discussed training on starting a business and marketing products through empowering MSMEs (Micro, Small and Medium Enterprises). The results of this community service activity show positive changes in the participants as evidenced by the increased knowledge and understanding of the participants regarding the material provided. This program has high sustainability in the form of mental and physical resilience in fighting negative stigma and discrimination as well as increasing productivity and skills to start a business as a source of income
Pemberdayaan kader posyandu dalam pengendalian hipertensi berbasis program CERDIK di Desa Telemung, Banyuwangi Cahyani, Nurlailia Resa; Hutasoit, Jhonatan Rameldo; Mandagi, Ayik Mirayanti
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.38896

Abstract

Abstrak Hipertensi adalah penyakit tidak menular dan tantangan besar dalam kesehatan masyarakat karena mampu meningkatkan resiko terjadinya penyakit stroke dan jantung sehingga perlunya upaya promotif dan preventif yang melibatkan partisipasi masyarakat. Kader posyandu yang berfungsi sebagai penggerak kesehatan di tingkat komunitas memiliki tanggung jawab untuk menyampaikan informasi kesehatan dan mendorong perilaku hidup sehat. Kegiatan  ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan para kader Posyandu berkaitan dengan hipertensi serta penerapan program CERDIK sebagai strategi pencegahan dan pengendalian hipertensi. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 29 Januari 2026 di Puskesmas Pembantu Desa Telemung, Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi dengan melibatkan 16 kader dari 11 Posyandu. Metode kegiatan menerapkan pendekatan partisipatif-edukatif melalui kegiatan penyuluhan, diskusi dua arah, serta pemberian media edukasi berbentuk poster, leaflet, dan buku saku hipertensi. Evaluasi yang dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur pengetahuan kader. Hasil analisis memperlihatkan meningkatnya rerata hasil capaian pengetahuan dari 75,63 pada pre-test menjadi 93,75 pada post-test (p<0,001). Temuan ini menunjukkan bahwasanya edukasi berdasar pada program CERDIK berhasil meningkatkan kemampuan kader dalam mendukung pencegahan dan pengendalian kasus tekanan darah tinggi di masyarakat. Kata kunci: hipertensi; kader; kesehatan; pengabdian; promosi kesehatan. Abstract Hypertension is a non-communicable disease and a major challenge in public health because it can increase the risk of stroke and heart disease, thereby necessitating promotive and preventive efforts involving community participation. Posyandu cadres, who function as health drivers at the community level, have the responsibility to deliver health information and promote healthy behaviors. This activity aims to improve the knowledge of Posyandu cadres regarding hypertension and the implementation of the CERDIK program as a strategy for the prevention and control of hypertension. The activity was conducted on January 29, 2026, at the Telemung Village Auxiliary Health Center, Kalipuro Subdistrict, Banyuwangi Regency, involving 16 cadres from 11 Posyandu units. The activity applied a participatory-educational approach through counseling sessions, two-way discussions, and the provision of educational media in the form of posters, leaflets, and a hypertension pocket book. Evaluation was conducted using pre-test and post-test to measure cadres’ knowledge. The analysis results showed an increase in the average knowledge score from 75.63 in the pre-test to 93.75 in the post-test (p < 0.001). These findings indicate that education based on the CERDIK program successfully improved cadres’ ability to support the prevention and control of hypertension cases in the community. Keywords: hypertension; cadres; health; service; health promotion
Penguatan literasi gizi melalui edukasi jajanan sehat untuk membentuk perilaku konsumsi sehat pada anak usia sekolah dasar Alfiani, Aulia Laela; Hutasoit, Jhonatan Rameldo; Cahyani, Nurlailia Resa; Puspikawati, Septa Indra
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.38886

Abstract

Abstrak Anak usia sekolah dasar dengan rentang usia 7-12 tahun merupakan kelompok yang rentan terhadap konsumsi makanan tinggi gula, garam, dan lemak (GGL). Kurangnya literasi gizi menyebabkan siswa cenderung memilih makanan berdasarkan rasa dan pengaruh teman sebaya tanpa mempertimbangkan nilai gizinya. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan literasi gizi dan pemahaman siswa dalam memilih jajanan sehat. Kegiatan dilaksanakan di SDN 1 Telemung, Desa Telemung, Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi pada bulan Januari 2026 dengan melibatkan 54 siswa kelas V dan VI sebagai peserta. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan edukasi partisipatif melalui penyampaian materi, diskusi interaktif, demonstrasi membaca label pangan, serta evaluasi menggunakan instrumen pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa setelah diberikan edukasi. Pada siswa kelas V rerata skor pengetahuan meningkat dari 54,00 menjadi 86,00, sedangkan pada siswa kelas VI meningkat dari 55,00 menjadi 79,00. Hasil uji normalitas menunjukkan bahwa seluruh data berdistribusi normal (nilai signifikansi Shapiro-Wilk > 0,05), sehingga analisis dapat dilanjutkan dengan uji parametrik. Hasil ini menunjukkan bahwa edukasi literasi gizi mengenai pemilihan jajanan sehat efektif dalam meningkatkan pengetahuan siswa sekolah dasar. Program edukasi ini diharapkan dapat mendorong terbentuknya perilaku konsumsi yang lebih sehat pada anak sejak usia dini. Kata kunci: edukasi; kesehatan gizi; literasi gizi; makanan sehat; pola gaya hidup. Abstract Elementary school children aged 7–12 years are a group vulnerable to the consumption of foods high in sugar, salt, and fat (SSF). Limited nutrition literacy leads students to select foods based on taste preferences and peer influence without considering their nutritional value. This community service activity aimed to improve students’ nutrition literacy and their understanding of healthy snack choices. The program was conducted at SDN 1 Telemung, Telemung Village, Kalipuro District, Banyuwangi Regency, in January 2026, involving 54 fifth- and sixth-grade students as participants. The implementation method applied a participatory educational approach through material delivery, interactive discussions, food label reading demonstrations, and evaluation using pre-test and post-test instruments. The results showed an increase in students’ knowledge after the intervention. In grade V students, the mean knowledge score increased from 54.00 to 86.00, while in grade VI students it increased from 55.00 to 79.00. The normality test results indicated that all data were normally distributed (Shapiro–Wilk significance value > 0.05), allowing further analysis using parametric tests. These findings demonstrate that nutrition literacy education on healthy snack selection is effective in improving elementary school students’ knowledge. This educational program is expected to promote healthier dietary behaviors among children from an early age. Keywords: education; nutrition health; nutrition literacy; healthy food; lifestyle.