Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Menguji Efektivitas Pemanfaatan Eco Enzim Dari Fermentasi Kulit Buah Dan Sayur Sebagai Penjernih Air Ramah Lingkungan Selpiana, Eka; Puspikawati, Septa Indra; Maula, Firda Ismatul; Ayu Amalia, Dhea; Wardana, Risandi; Putri, Margaretha
Jurnal Kesehatan Lingkungan Mapaccing Vol. 3 No. 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Mamuju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33490/mpc.v3i2.2171

Abstract

Eco-enzyme merupakan produk fermentasi limbah organik berupa cairan berwarna cokelat kekuningan dengan aroma asam khas yang memiliki potensi sebagai agen bioremediasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas eco-enzyme dalam memperbaiki kualitas grey water yang berasal dari limbah cucian rumah tangga. Metode penelitian yang digunakan adalah metode quasi experimen dengan rancangan rancangan one group pretest-posttest design. Eco-enzyme dibuat melalui proses fermentasi limbah buah dan sayur menggunakan gula tebu dan air dengan perbandingan 1:3:10 selama tiga bulan. Parameter yang diamati meliputi pH, bau, TDS, kekeruhan, dan kondisi fisik cairan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa grey water mengalami penurunan pH signifikan dari 8,92 menjadi 3,86–4,89 setelah penambahan eco-enzyme. TDS meningkat dari 704 ppm menjadi 936–1360 ppm, sementara kekeruhan naik dari 440 NTU menjadi 630–648 NTU. Meskipun demikian, bau grey water yang awalnya beraroma sabun dan lemak berubah menjadi tidak berbau. Berdasarkan Permenkes No. 2 Tahun 2023, air hasil perlakuan belum memenuhi standar kualitas untuk digunakan sebagai air minum maupun higiene sanitasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa eco-enzyme efektif dalam mengurangi bau, tetapi belum mampu memperbaiki parameter fisikokimia grey water secara menyeluruh. Diperlukan penyesuaian dosis serta waktu perlakuan yang lebih lama agar eco-enzyme berpotensi memberikan hasil yang lebih efektif dalam meningkatkan kualitas grey water.  
Hubungan Pengetahuan, Sikap Dan Tindakan Ibu Balita Dengan Kejadian Diare Balita Di Kelurahan Blimbing Kecamatan Paciran Wardana, Risandi; Puspikawati, Septa Indra
Jurnal Kesehatan Lingkungan Mapaccing Vol. 3 No. 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Mamuju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33490/mpc.v3i2.2179

Abstract

Diare masih menjadi penyebab utama kesakitan pada balita di Indonesia dengan prevalensi 12,3%. Di Kabupaten Lamongan, kasus diare meningkat dari 9.933 (2022) menjadi 10.666 (2023), dan Kelurahan Blimbing tercatat dengan kasus tertinggi. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan pengetahuan, sikap, dan tindakan ibu dengan kejadian diare balita menggunakan desain cross-sectional pada 87 ibu balita yang dipilih secara purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi: berdomisili ≥1 tahun, sehat jasmani rohani, dan bersedia menjadi responden. Hasil uji Chi-Square menunjukkan hubungan signifikan antara pengetahuan (p=0,048; OR=2,6), sikap (p<0,001; OR=4,9), dan tindakan ibu (p=0,002; OR=4,3) dengan kejadian diare, di mana sikap menjadi faktor paling berpengaruh. Diperlukan edukasi berkelanjutan kepada ibu balita melalui kegiatan posyandu dan program PHBS, disertai peningkatan sanitasi dan penyediaan air bersih untuk menekan angka diare di wilayah pesisir.
Efektivitas Kompos Takakura Berbasis Em4 Terhadap Pertumbuhan Awal Tanaman Cabai Dalam Pengelolaan Limbah Organik Ramah Lingkungan Maula, Firda Ismatul; Puspikawati, Septa Indra; Khalistasari, Luthfia Yolinda; Widia Maharani, Rafaela Christi; Ekowati, Andinah Putri
Jurnal Kesehatan Lingkungan Mapaccing Vol. 3 No. 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Mamuju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33490/mpc.v3i2.2180

Abstract

Penggunaan pupuk anorganik secara berlebihan menyebabkan degradasi tanah dan pencemaran lingkungan. Kompos Takakura berbasis EM4 menawarkan alternatif ramah lingkungan yang mendukung pertanian organik berkelanjutan melalui pengelolaan limbah rumah tangga. Penelitian ini bertujuan menilai efektivitas kompos Takakura berbasis EM4 terhadap pertumbuhan vegetatif awal tanaman cabai (Capsicum frutescens L.). Penelitian menggunakan desain eksperimental deskriptif dengan lima variasi media tanam: 100% tanah, 100% kompos, 75% kompos, 50% kompos, dan 25% kompos. Kegiatan dilakukan selama empat minggu dengan parameter yang diamati meliputi daya kecambah, tinggi batang, jumlah daun, dan jumlah cabang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa campuran 25% kompos dan 75% tanah menghasilkan pertumbuhan vegetatif terbaik dengan jumlah benih tumbuh, daun, dan cabang paling banyak, sedangkan media 100% tanah menghasilkan tanaman tertinggi namun berdaun lebih sedikit. Media 100% kompos tidak mendukung pertumbuhan karena aerasi rendah dan kelembapan berlebih. Dapat disimpulkan bahwa proporsi kompos rendah hingga sedang (25–50%) merupakan kombinasi paling sesuai untuk pertumbuhan optimal tanaman cabai. Metode Takakura efektif dalam meningkatkan pertumbuhan tanaman sekaligus mendukung pengelolaan limbah organik rumah tangga yang berkelanjutan. Oleh karena itu, metode ini disarankan diterapkan secara bertahap pada fase awal pertumbuhan dengan pendampingan teknis agar hasil lebih optimal. Penelitian lanjutan perlu mencakup analisis kandungan hara dan kualitas tanah untuk memperkuat dasar ilmiah praktik pertanian organik dan strategi pengelolaan limbah ramah lingkungan.
Identifikasi Kandungan Rhodamin B Dan Boraks Pada Pentol Dan Saus Merah Pada Pedagang Kaki Lima Di Kabupaten Banyuwangi Okfita, Enggar Dwika; Nur Salsabilla, Risma Putri; Puspikawati, Septa Indra
Jurnal Kesehatan Lingkungan Mapaccing Vol. 3 No. 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Mamuju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33490/mpc.v3i2.2181

Abstract

Keamanan pangan merupakan isu penting mengingat masih banyak makanan kaki lima yang ditemukan mengandung bahan tambahan pangan berbahaya. Makanan pedagang kaki lima menjadi pilihan praktis dan terjangkau yang digemari oleh masyarakat, namun sering dikaitkan dengan rendahnya standar keamanan pangan, terutama penggunaan Bahan Tambahan Pangan (BTP) berbahaya seperti Rhodamin B dan boraks. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keberadaan Rhodamin B pada saus merah dan boraks pada pentol yang dijual pedagang kaki lima di wilayah Banyuwangi. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional dengan analisis deskriptif kualitatif melalui pengambilan sampel secara acak dari tiga pedagang kaki lima pada lokasi berbeda, kemudian dianalisis di Laboratorium Kesehatan Lingkungan Universitas Airlangga Banyuwangi pada April 2024. Uji boraks dilakukan dengan metode kertas turmeric, sedangkan uji Rhodamin B menggunakan test kit Rhodamin B. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh sampel saus merah dari pedagang A, B, dan C positif mengandung Rhodamin B. Sementara itu, pentol dari ketiga pedagang juga positif mengandung boraks dengan konsentrasi 50 mg/L pada pedagang A dan B serta 100 mg/L pada pedagang C. Temuan ini menunjukkan  bahwa bahan tambahan pangan berbahaya masih digunakan secara luas dalam produk makanan yang beredar, meskipun telah dilarang karena berisiko menimbulkan gangguan kesehatan jangka pendek maupun jangka panjang seperti kerusakan organ, kanker, hingga kematian. Kesimpulannya, semua sampel pentol dan saus merah yang diteliti terbukti mengandung boraks dan Rhodamin B, sehingga menunjukkan rendahnya kepatuhan pedagang terhadap standar keamanan pangan. Oleh karena itu, pengawasan dan penegakan regulasi dari pihak berwenang terhadap fenomen ini sangat diperlukan sebagai upaya kewaspadaan terhadap dampak negatif yang ditimbulkan.
HUBUNGAN KETAHANAN PANGAN RUMAH TANGGA DENGAN STATUS GIZI PADA ANAK Putri, Della Kharisma; Puspikawati, Septa Indra
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.25110

Abstract

Ketahanan pangan rumah tangga merupakan kondisi dimana ketersediaan dari pangan cukup bagi setiap orang pada setiap saat dan individu. Salah satu aspek penting untuk mencapai Susteinable Development Goals (SDGs) adalah ketahanan pangan. Hal ini memiliki tujuan untuk mengakhiri kelaparandan mencapai ketahanan pangan serta meningkatkan gizi dan mendorong adanya pertanian yang berkelanjutan. Ketahanan pangan rumah tangga memiliki hubungan dengan status gizi pada anak. Konsumsi pangan yang tidak memenuhi kebutuhan akan menyebabkan masalah rawan pangan yang akan berpengaruh terhadap status gizi khususnya anak yang merupakan kelompok rawan Tujuan dari penulisan ini adalah untuk merangkum hal yang diketahui terkait hubungan ketahanan pangan rumah tangga dengan status gizi pada anak. Metode: Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah literature riview. Literatur riview bertujuan untuk mengetahui hubungan ketahanan pangan rumah tangga dengan status gizi pada anak dengan meninjau artikel atau jurnal terkait dampak negatif status gizi terhadap topik tersebut. Pencarian jurnal penelitian menggunakan database sciences dari Google Scholar dan mendapatkan hasil akhir yaitu ditemukan 10 jurnal yang di riview. Jurnal penelitian yang diriview menunjukkan dari 6 (60%) jurnal menunjukkan adanya hubungan ketahanan pangan rumah tangga dengan status gizi pada anak. Sedangkan 4 (40%) jurnal menunjukkan tidak adanya hubungan ketahanan pangan rumah tangga dengan status gizi pada anak. Kesimpulan dari literatur ini menunjukkan bahwa status ketahanan pangan memiliki hubungan dengan status gizi pada anak.
ANALISIS FAKTOR LINGKUNGAN DAN PERILAKU MASYARAKAT YANG BERHUBUNGAN DENGAN KASUS PENYAKIT TUBERKULOSIS DI NEGARA BERKEMBANG : SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Mukarromah, Nur Makkatul; Sulistyorini, Lilis; Puspikawati, Septa Indra; Sari, Jayanti Dian Eka
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.25380

Abstract

Tuberkulosis merupakan penyakit yang masih menjadi masalah kesehatan Indonesia maupun dunia hingga saat ini, salah satu faktor peningkatan tuberkulosis adalah lingkungan rumah dan perilaku. Tujuan penelitian ini adalah untuk mereview faktor lingkungan (kelembapan, suhu ruang, ventilasi dan pencahayaan) dan perilaku masyarakat (perilaku membuka jendela dan perilaku merokok) yang berhubungan dengan kasus penyakit tuberkulosis di negara berkembang. Desain penelitian ini adalah literature review dengan metode PICO. Pencarian data ataupun hasil penelitian berupa artikel dan jurnal dapat menggunakan beberapa database, contoh seperti Pubmed, ScienceDirect, Google Scholar, dll. Hasil pencarian didapatkan 32 artikel yang relevan dan telah memenuhi kriteria inklusi penelitian dari tahun 2018-2023 dengan jumlah populasi sebanyak 4534.6 orang. Kelembapan berhubungan dengan kejadian penyakit tuberculosis, dari 18 artikel yang telah diriview memberikan hasil bahwa 88.9% artikel. Suhu ruang berhubungan dengan kejadian penyakit tuberculosis, dari 10 artikel yang telah diriview memberikan hasil bahwa 60% artikel. Pencahayaan berhubungan dengan kejadian kejadian penyakit tuberculosis 99.8% artikel, dan 100% artikel menunjukkan ada hubungan ventilasi dengan penyakit tuberculosis. Perilaku membuka jendela berhubungan dengan kejadian penyakit tuberculosis 60% artikel. Perilaku merokok berhubungan dengan kejadian penyakit tuberculosis 90%. Dari 32 artikel yang direview terbukti pencahayaan, kelembapan, ventilasi dan perilaku merokok merupakan faktor yang berhubungan dengan kasus penyakit tuberkulosis.
Implementasi Bank Sampah Jelun (BSJ) sebagai Alternatif Solusi Permasalahan Sampah Desa Jelun Banyuwangi Wardani, Intan Ayu Kusuma; Pangestu, Bintang Aji; Putri, Rahmasuciani; Mandagi, Ayik Mirayanti; Puspikawati, Septa Indra
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 11, No 3 (2020): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v11i3.5833

Abstract

Permasalahan yang selalu berkembang seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk di Indonesia ialah sampah. Semakin banyak barang yang dikonsumsi oleh masyarakat maka akan semakin meningkatkan volume sampah. Belum adanya kebijakan khusus yang tegas terhadap sampah, sistem dari Tempat Pembuangan Akhir yang kurang memadai, kurangnya kesadaran masyarakat dalam meminimalkan jumlah sampah ialah permasalahan yang terjadi di Indonesia. Desa Jelun merupakan salah satu wilayah di Kabupaten Banyuwangi dengan masalah sampah yang tergolong masih tinggi dan belum mendapatkan pemecahan masalah yang sesuai. Maka dari itu perlu dilakukan sebuah upaya kegiatan dengan tujuan peningkatan pengetahuan dan keterampilan pada masyarakat dalam hal pengelolaan sampah. Dimana dalam hal ini dibentuklah program pemberdayaan masyarakat berupa Bank Sampah melalui adanya serangkaian sosialisasi dan pelatihan. Setelah Bank Sampah dijalankan, hasil yang dapat diperoleh dari pengabdian masyarakat ini ialah kemandirian masyarakat dalam menyelesaikan permasalahan sampah dengan peningkatan kemampuan dan keterampilan dalam melakukan pengelolaan sampah di wilayahnya serta dapat memberikan keuntungan secara finansial untuk keluarganya.
Studi Kualitatif tentang Pola Konsumsi pada Ibu Hamil Kekurangan Energi Kronis di Desa Batuputih Laok Fadzilah, Rochmanita Ilvanadewi; Yuliatik, Ita; Puspikawati, Septa Indra; Mahiroh, Hodimatum
Media Gizi Kesmas Vol 13 No 1 (2024): MEDIA GIZI KESMAS (JUNE 2024)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgk.v13i1.2024.1-7

Abstract

Background: hronic Energy Deficiency (CED) is a nutritional problem that often occurs in pregnant women due to chronic energy deficiency over a long period of time. Chronic Energy Deficiency (CED) in developing countries is the cumulative result of a state of malnutrition since the fetal period, infancy, and childhood that can continue into adulthood. Pregnant women with CED are at risk of giving birth to babies with low birth weight (LBW). Objective: This study aims to analyze the causes of Chronic Energy Deficiency (CHD) in pregnant women in Batuputih Laok Village. Method: This research method is qualitative with a descriptive research design through a phenomenological approach. The research subjects ware taken purposively. The research subjects ware pregnant woman with anemia in Batuputih Laok Village as key informants with a total of 6 people. Results: Informants have an age range of 20-29 years with elementary, high school, and D3 education. All informants had anemia and LILA <23.5 cm so they were classified as SEVERE. In addition, the results of the in-depth interview showed that pregnant women did not want to consume foods with balanced nutrition during their pregnancy. In addition, pregnant women did not consume fish and other proteins because they did not like the fishy smell and there were restrictions on fish consumption. Some informants sometimes only eat one meal a day even though they are pregnant. Informants did not take Fe because they did not like taking medicine, and there were informants who did not take Fe during their five-month pregnancy due to nausea. Conclusion: CED in pregnant women is caused by consumption patterns that do not want to consume high-protein foods, the existence of taboos from parents, food menus that are not diverse, food portions that are less than calorie needs, lack of meal frequency, and not taking Fe. Therefore, there is a need for counseling and nutritional counseling for pregnant women to increase knowledge about the importance of balanced nutrition for pregnant women and to correct misconceptions about food abstinence.
LOMBA KREATIVITAS MAKANAN SEBAGAI INOVASI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING DI DESA BANJAR Nada, Qotrun; Puspikawati, Septa Indra; Lailiyah, Syifa'ul; Fatah, Mohammad Zainal; Ramadhanny, Syahrul Novenda; Agustin, Fitria Nina; Wardani, Yuniar Laksmi Eka; Sholeha, Ridzkiya Karimatus; Anggraeni, Ika Novita; Febrina, Indi Rahma; Putri, Citta Nabila Rafida; Febiyana, Dwi Valentin; Indrianti, Maswiya; Rachman, Dwi Nanda
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2024): Volume 5 No. 3 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i3.28304

Abstract

Stunting merupakan gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang. Desa Banjar merupakan salah satu desa di Kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi. Angka stunting di Kabupaten Banyuwangi masih tergolong cukup tinggi. Prevalensi stunting pada tahun 2022 mencapai 3,57%. Sedangkan target angka stunting yang ingin dicapai oleh Bupati Banyuwangi yaitu 0% pada tahun 2024. Kegiatan pengabdian masyarakat melalui program LONCENG dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan kreativitas ibu-ibu yang memiliki balita di Desa Banjar dalam mengolah dan menyusun makanan yang sesuai dengan gizi seimbang yang diperlukan oleh anak. Sasaran program ini yaitu perwakilan ibu-ibu yang memiliki balita stunting setiap dusun di Desa Banjar sebanyak 10 orang. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan program LONCENG adalah perlombaan. Hasil dari pengabdian masyarakat ini adalah seluruh peserta lomba telah menerapkan konsep Isi Piringku dan menu makanan gizi seimbang. Peserta telah mampu mengkreasikan bekal makanan dengan baik. Namun, masih terdapat beberapa kekurangan dalam mengolah makanan seperti penggunaan penyedap (MSG) secara berlebihan, menggunakan daging olahan seperti sosis, nugget, dan sebagainya. Penyelenggaran program LONCENG diharapkan masyarakat lebih memperhatikan pola makan anak serta diharapkan dapat menurunkan angka kasus stunting di Desa Banjar, Kecamatan Licin.
Faktor Dominan yang Berhubungan dengan Kekurangan Energi Kronis pada Ibu Hamil di Tlogosari, Bondowoso: Dominant Factors Associated with Chronic Energy Deficiency in Pregnant Women in Tlogosari, Bondowoso Asdam, Wulan Syarani; Puspikawati, Septa Indra; Sari, Jayanti Dian Eka; Bakomora, Brenda
Amerta Nutrition Vol. 9 No. 4 (2025): AMERTA NUTRITION (Bilingual Edition)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v9i4.2025.629-639

Abstract

Background: The high prevalence of Chronic Energy Deficiency (CED) in Bondowoso Regency, affecting 16.4% of women of reproductive age and 17.67% of pregnant women in 2023, indicates the need for further analysis of its contributing factors. CED increases the risk of maternal and infant mortality, as well as adverse cases such as low birth weight and stunting. Objectives: This study aimed to analyze suspected contributing factors and determine the most dominant factor associated with Chronic Energy Deficiency (CED) among pregnant women in the working area of Tlogosari Health Center, Bondowoso Regency, East Java Province, Indonesia. Methods: This study used a case-control design, involving 96 pregnant women (48 with CED and 48 without CED) in Tlogosari Subdistrict. The analyzed variables included age, education, history of infectious diseases, parity, pregnancy spacing, dietary patterns, nutritional knowledge, and socioeconomic status. Data were collected through questionnaire and analyzed using descriptive statistics, chi-square tests, odds ratios, and logistic regression. The sample was selected using simple random sampling. Results: The logistic regression test results indicated that nutritional knowledge (OR=7.509; 95%CI=1.948-28.954; p-value=0.003) and history of infectious diseases (OR=0.091; 95%CI=0.023-0.367; p-value=0.001) were significantly associated with Chronic Energy Deficiency (CED) among pregnant women in the working area of Tlogosari Community Health Center. Conclusions: Poor nutritional knowledge and a history of infectious diseases were significantly associated with CED, with nutritional knowledge emerging as the most dominant factor. Improving personal hygiene practices and enhancing nutritional education during pregnancy are essential to reduce the risk of CED.