Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hospital Management Strategy in Minimizing Surgery Delays at Tabanan Hospital Yatindra, Ida Bagus Tatwa; Andriani, Rian; Rinawati, Rinawati
Journal of Economics and Social Sciences (JESS) Vol. 4 No. 1 (2025): Journal of Economics and Social Sciences (JESS)
Publisher : CV. Civiliza Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59525/jess.v4i1.729

Abstract

Surgical delays represent a major challenge in hospital services, potentially leading to negative impacts on patients' medical conditions, operational efficiency, as well as patient and staff satisfaction. This study aims to identify and analyze hospital management strategies to minimize surgical delays at Tabanan Regional Public Hospital (RSUD Tabanan). A qualitative method with a descriptive approach was employed. Data were collected through in-depth interviews with six informants, including a surgeon, an anesthesiologist, a nurse, a patient, a patient's family member, and hospital management. Data analysis was conducted using thematic analysis. The findings revealed four primary factors contributing to surgical delays at RSUD Tabanan: (1) Medical conditions, such as unstable blood pressure, uncontrolled blood glucose levels, and infections; (2) Logistical and administrative issues, including limited operating room availability due to equipment malfunction and infrastructure problems; (3) Patient-related factors, such as lack of understanding regarding the surgical schedule; and (4) Medical team factors, including a lack of commitment to the surgical schedule and a shortage of nursing staff. Strategies proposed to address these issues include: (1) improving preoperative medical condition monitoring, (2) upgrading infrastructure and conducting routine maintenance of medical equipment, (3) implementing a digital information system to provide more accurate surgical schedules to patients, and (4) strengthening coordination and discipline among the medical team through a reward and punishment policy related to schedule adherence.
Pelatihan Self-Management dan Gaya Hidup Sehat bagi Pasien Urologi melalui Program UROCARE MANDIRI Yatindra, Ida Bagus Tatwa; Prabandari, Anak Agung Sagung Mirah; Widiaswari, Ratna Ayu; Indriani, Ni Putu Wresti Devi
Jurnal Pustaka Mitra (Pusat Akses Kajian Mengabdi Terhadap Masyarakat) Vol 6 No 3 (2026): Jurnal Pustaka Mitra (Pusat Akses Kajian Mengabdi Terhadap Masyarakat)
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55382/jurnalpustakamitra.v6i3.1811

Abstract

Penyakit urologi seperti Benign Prostatic Hyperplasia (BPH), batu saluran kemih, dan kanker urologi merupakan masalah kesehatan yang dapat menurunkan kualitas hidup. Rendahnya literasi kesehatan terkait deteksi dini, gaya hidup sehat, manajemen gejala, serta pengelolaan nutrisi menyebabkan banyak pasien datang dalam kondisi lanjut dan berisiko mengalami komplikasi. Program pengabdian kepada masyarakat UROCARE MANDIRI dilaksanakan di Poli Urologi RSUD Tabanan pada Januari 2026 untuk meningkatkan pengetahuan dan kemandirian pasien urologi melalui edukasi terintegrasi. Kegiatan dilakukan dengan metode penyuluhan dan pelatihan interaktif kepada 30 pasien urologi, meliputi pemahaman dasar penyakit urologi, deteksi dini, pengenalan dan penggunaan International Prostate Symptom Score (IPSS) sebagai pemantauan mandiri, edukasi gaya hidup sehat (pola makan rendah garam/oksalat, hidrasi adekuat, aktivitas fisik, dan tidur sehat), pelatihan manajemen gejala (latihan dasar panggul dan teknik relaksasi), edukasi nutrisi pada pasien dengan kondisi khusus (penyakit ginjal kronis atau pasien kanker urologi), serta penyuluhan hukum kesehatan terkait hak pasien, informed consent, dan privasi data. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata skor pengetahuan dari 51,8% menjadi 81,8% (+30,0%), dengan peningkatan pada seluruh aspek pengetahuan. Program ini efektif meningkatkan literasi dan kesiapan pasien dalam pengelolaan penyakit secara mandiri, serta direkomendasikan untuk diintegrasikan secara berkelanjutan pada layanan rutin poliklinik.