Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementation of Consumer Protection for Return Rights Replaced by Candy by Abel Supermarket in Telang Cahyatri Lisdanna Sari; Arina Saidah Putri; Sabrina Anastasya Aurelia; Lydia Fanggi
JUSTICES: Journal of Law Vol. 4 No. 2 (2025): Progressive and Critical Law Review
Publisher : Perkumpulan Dosen Fakultas Agama Islam Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58355/justices.v4i2.161

Abstract

This study aims to analyze the practice of replacing change with candy or donations that occurs at Toko Abel, and its implications for the protection of consumer rights based on the Consumer Protection Law (UUPK). According to UUPK, consumers have the right to receive change according to the amount that has been paid, and replacing money with other goods that are not comparable violates the basic rights of consumers. This practice also contradicts the provisions of Law Number 7 of 2011 concerning Currency, which states that only paper and metal money are valid for use as a means of payment in Indonesia. Through interviews with consumers and business actors, this study shows that although replacing change with candy is often considered a minor problem, this practice has the potential to reduce consumer trust and damage long-term relationships between consumers and business actors. The results of this study suggest that business actors comply with applicable legal provisions, ensure that consumer rights are fulfilled, and seek legitimate and fair solutions in dealing with the problem of a shortage of coins at the cashier. Thus, this study emphasizes the importance of consumer protection in every transaction to maintain fairness and transparency in trade relations.
IMPLEMENTASI PASAL 156 HURUF (C) KOMPILASI HUKUM ISLAM DALAM PENGALIHAN HAK ASUH ANAK: STUDI PRAKTIK KASUS PERCERAIAN DI PERADILAN AGAMA BANGKALAN Lydia Fanggi; Ida Wahyuliana
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 4 No. 1 (2026): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Januari
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/qxd0xt76

Abstract

Hak asuh anak (hadhanah) merupakan akibat hukum penting dari putusnya perkawinan karena perceraian. Penentuan pihak yang berhak mengasuh anak harus berorientasi pada kepentingan terbaik bagi anak, bukan semata-mata kepentingan orang tua. Kompilasi Hukum Islam (KHI) melalui Pasal 156 huruf (c) memberikan kewenangan kepada Pengadilan Agama untuk mengalihkan hak asuh anak apabila pemegang hak hadhanah tidak mampu menjamin keselamatan jasmani dan rohani anak. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis pengaturan dan penerapan Pasal 156 huruf (c) KHI dalam perkara pengalihan hak asuh anak pasca perceraian, serta mengkaji peran advokat dalam proses pembuktiannya. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual, yang didukung oleh data empiris terbatas berupa pengalaman magang di kantor advokat. Hasil kajian menunjukkan bahwa ketentuan Pasal 156 huruf (c) KHI bersifat fleksibel dan berorientasi pada perlindungan kepentingan terbaik anak, dengan menempatkan Hakim sebagai pihak yang menilai kelayakan pemegang hak hadhanah berdasarkan fakta persidangan. Oleh karena itu, penerapan pasal ini memerlukan standar penilaian yang objektif dan pembuktian yang kuat agar tercapai keadilan substantif bagi anak.